Latar Belakang dan Relevansi
Pemanfaatan sampah kertas dan koran bekas dalam pendidikan seni sekolah dasar merupakan langkah nyata untuk menggabungkan kreativitas dengan kepedulian lingkungan
Metodologi Penelitian Sederhana
Untuk memahami dinamika penyampaian di kelas, tim peneliti dari Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua merancang workshop seni daur ulang yang membagi 39 siswa ke dalam 10 kelompok kecil
- Catatan lapangan kelompok untuk mencatat waktu mulai anak bekerja, hambatan teknis, hingga kutipan percakapan spontan
. - Skala efikasi diri yang diisi fasilitator sebelum dan sesudah acara untuk mengukur tingkat kepercayaan diri mereka
. - Jurnal reflektif terbuka tempat fasilitator menuliskan peristiwa tak terduga dan hal yang perlu diperbaiki
. - Rubrik penilaian karya yang dinilai secara independen oleh dua penilai
. - Dokumentasi foto sebanyak 286 foto kegiatan
.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kelancaran anak-anak dalam membuat karya seni daur ulang tidak ditentukan oleh penguasaan materi seni fasilitator, melainkan oleh kesiapan alat dan bahan fisik
- Hambatan Bersifat Operasional: Enam dari sepuluh fasilitator menegaskan bahwa masalah utama di meja kerja adalah ketersediaan contoh karya fisik yang bisa dipegang anak serta kondisi alat yang kurang siap, seperti gunting yang tumpul atau wadah lem yang sukar dibuka
. - Anak-Anak Cepat Beradaptasi: Setelah sesi dibuka, anak-anak hanya membutuhkan waktu median lima menit (berkisar antara 4 hingga 8 menit) untuk mulai menempelkan bahan ke kertas gambar
. Sebanyak 16 dari 19 siswa kelas tinggi yang tercatat berhasil menyelesaikan karya mereka . - Munculnya Kerjasama Spontan: Keterbatasan jumlah gunting tidak memicu keributan
. Sebaliknya, anak-anak secara spontan meminta izin sebelum meminjam gunting teman dan saling mengingatkan agar menghemat penggunaan lem . - Perbedaan Peran Dosen dan Mahasiswa: Mahasiswa yang menjadi fasilitator sempat merasa ragu apakah arahan yang mereka berikan sudah benar atau belum
. Sementara itu, para dosen lebih fokus pada cara mengelola konsentrasi anak-anak di kelompoknya . - Efektivitas Instrumen Evaluasi: Skala angka efikasi diri konvensional tidak menunjukkan perubahan nilai sama sekali
. Sebaliknya, jurnal reflektif tulisan tangan berhasil mengungkap perbaikan operasional yang sangat mendalam dan praktis . - Limpahan Peserta di Luar Rencana: Walaupun pihak sekolah awalnya mengajukan 49 siswa khusus kelas IV hingga VI, kenyataannya 20 dari 39 anak yang hadir berasal dari kelas I hingga III
.
Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi perguruan tinggi, organisasi non-pemerintah, serta dinas pendidikan yang ingin mengadakan pelatihan atau pengabdian masyarakat di sekolah dasar daerah pelosok
Profil Penulis
Tindia Febriyati, M.Sn. adalah dosen dan peneliti di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua yang berlokasi di Kota Jayapura, Papua
Sumber Penelitian
Tindia Febriyati, Febiola Karolina Winerungan, Daniel Sande Bona, Yudhi Abetnego Trianto Paa, dan Monika Bolle. Ten Groups, Ten Facilitators: Process Evaluation of a Lecturer-Student Co-Facilitated Art Workshop at an Elementary School in Jayapura, Papua. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 8 (Halaman 623–632)
DOI:

0 Komentar