Riset UNISKA Kediri Ungkap Potensi Jamu Tradisional dan Susu Kedelai Sebagai Minuman Kesehatan Bioaktif


Ilustrasi by AI 

Penelitian tindakan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh akademisi Universitas Islam Kadiri (UNISKA Kediri) berhasil membuktikan bahwa pengolahan tanaman obat tradisional dan biji-bijian lokal mampu menghasilkan minuman kesehatan kaya antioksidan yang efektif meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Studi yang dipimpin oleh Nunuk Helilusiatiningsih bersama Sumarji dari Fakultas Pertanian UNISKA Kediri ini melibatkan 36 mahasiswa Program Studi Agrotechnology. Kegiatan pelatihan dan uji laboratorium yang berlangsung pada 10 Mei 2026 di Laboratorium Agrotechnology UNISKA Kediri ini memproduksi empat jenis minuman fungsional, yaitu kunir asam, beras kencur, kunci suruh, dan susu kedelai. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Indonesian Journal of Society Development pada Agustus 2026 ini menegaskan pentingnya peningkatkan nilai guna tanaman herbal lokal untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis UMKM.

Tantangan Kesehatan dan Solusi Herbal Berbasis Sains

Tingginya biaya pengobatan modern membuat masyarakat luas sering kali kesulitan mengakses perawatan kesehatan yang memadai untuk penyakit degeneratif. Di sisi lain, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tanaman obat dan rempah yang sangat melimpah. Minuman tradisional seperti jamu dan susu nabati berpotensi besar menjadi makanan fungsional pencegah penyakit karena mengandung senyawa bioaktif alami. Namun, teknik pembuatan jamu di tingkat masyarakat sering kali belum terstandarisasi sehingga kandungan gizinya tidak terekstraksi secara optimal. Pelatihan dan penelitian ini hadir untuk menjembatani pengetahuan akademis teknologi pengolahan hasil pertanian dengan praktiknya di lapangan, sehingga dihasilkan produk minuman kesehatan yang higienis, berkhasiat, dan bernilai jual tinggi.

Metodologi Pengolahan dan Ekstraksi Terstandar

Penelitian ini menggunakan metode pelatihan praktis selama lima jam yang mencakup penyampaian teori, pemrosesan bahan baku, pengemasan botol, hingga uji organoleptik. Bahan baku utama seperti rimpang kunyit, kencur, temu kunci, dan daun sirih dipetik langsung dari Tanaman Obat Keluarga (TOGA), sementara bahan pelengkap seperti beras, asam jawa, gula merah, dan kedelai diperoleh dari pasar tradisional.

Proses pembuatan tiap produk menerapkan kontrol suhu dan teknik ekstraksi yang ketat:

  • Jamu Kunir Asam: Rimpang kunyit segar dihaluskan lalu direbus bersama asam jawa dan gula merah pada suhu rendah (pemasakan perlahan) selama 15–20 menit. Penggunaan api kecil bertujuan agar kandungan curcumin tidak rusak akibat panas berlebih. Minuman ini disaring dua kali untuk memisahkan ampasnya.
  • Jamu Beras Kencur: Beras putih direndam selama 3–4 jam lalu disangrai hingga kering. Beras sangrai dihaluskan bersama kencur dan jahe, lalu dicampur ke dalam rebusan air gula merah, asam jawa, dan daun pandan. Adonan dimasak pelan tanpa mendidih meluap agar rasa tidak berubah pahit, kemudian disaring 2–3 kali menggunakan kain halus agar tidak menyisakan ampas yang mengiritasi tenggorokan.
  • Jamu Kunci Suruh: Temu kunci, kunyit, dan jahe diiris tipis lalu dihaluskan. Daun sirih hijau tua direbus selama 5 menit untuk mengeluarkan aroma dan senyawa antiseptik tanpa membuat rasanya terlalu pahit. Rebusan sirih dicampur dengan bahan halus, air asam jawa, dan gula merah, lalu dimasak perlahan dan disaring.
  • Susu Kedelai: Biji kedelai kuning direndam selama 8–12 jam, kemudian dikupas kulit arsirnya secara manual hingga bersih untuk menghilangkan bau langu dan mencegah efek kembung. Kedelai diblender dengan air, diperas menggunakan kain tahu, lalu direbus bersama daun pandan dan jahe selama 20–25 menit sambil terus diaduk agar tidak menggumpal.

Temuan Utama Penelitian

Hasil pengujian dan evaluasi terhadap produk minuman kesehatan yang dihasilkan menunjukkan berbagai keunggulan nutrisi dan sifat fisik:

  • Kandungan Senyawa Antioksidan: Ekstraksi terkoordinasi berhasil mempertahankan kadar senyawa fenolik, polifenol, dan flavonoid yang berfungsi menangkal radikal bebas pembawa penyakit.
  • Manfaat Pencernaan dan Imunitas: Jamu beras kencur terbukti mempertahankan enzim alami kencur yang mampu merangsang nafsu makan, meredakan pegal linu, serta melegakan tenggorokan.
  • Aktivitas Antimikroba: Jamu kunci suruh mengandung senyawa aktif dari Boesenbergia pandurata dan Piper betle L. yang bertindak sebagai agen antidiabetes alami, antiseptik, serta membantu menjaga kesehatan organ kewanitaan.
  • Alternatif Protein Bebas Laktosa: Susu kedelai yang dihasilkan memiliki kandungan protein berkisar 7–8 gram per 240 ml (setara protein susu sapi) serta kaya akan isoflavon untuk menjaga kesehatan tulang dan kulit tanpa kandungan kolesterol maupun laktosa.
  • Daya Simpan Terukur: Pengujian menunjukkan bahwa tanpa bahan pengawet, susu kedelai dan kunci suruh bertahan 3–4 hari di dalam lemari es, beras kencur bertahan 4–5 hari, sedangkan kunir asam memiliki daya simpan paling lama yaitu 5–7 hari.

Dampak Bagi Masyarakat dan Peluang Usaha

Kegiatan riset ini memberikan dampak langsung pada penguatan ekonomi keluarga dan edukasi kesehatan. Pembekalan keterampilan pengolahan produk pangan ini memungkinkan para mahasiswa dan masyarakat untuk mendirikan unit UMKM mandiri di bidang minuman herbal terkemas. Di sisi lain, konsumsi rutin minuman fungsional ini menjadi langkah preventif yang terjangkau bagi masyarakat untuk memelihara daya tahan tubuh dan mencegah penyakit degeneratif.

Peneliti utama, Nunuk Helilusiatiningsih, menegaskan pentingnya pemanfaatan bahan alam ini: "Sosialisasi dan pelatihan pembuatan minuman kesehatan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang melaksanakan praktikum karena menambah keterampilan dan pengetahuan di bidang agribisnis. Kesehatan perlu dijaga dengan baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bahan alami seperti jamu kunyit, kunci suruh, beras kencur, dan susu kedelai merupakan minuman yang mengandung obat untuk berbagai penyakit jika dikonsumsi secara teratur sesuai kebutuhan dan dosisnya".

Profil Penulis

  • Nunuk Helilusiatiningsih, M.P. — Dosen pengampu praktikum dan peneliti dari Fakultas Pertanian, Universitas Islam Kadiri (UNISKA Kediri). Keahliannya berfokus pada teknologi pengolahan hasil pertanian, pengembangan tanaman pangan, dan pemberdayaan masyarakat.
  • Sumarji, M.P. — Dosen dan peneliti di Fakultas Pertanian, Universitas Islam Kadiri (UNISKA Kediri). Berfokus pada bidang agroteknologi, manajemen usaha tani, dan aplikasi teknologi tepat guna untuk masyarakat.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Training on Making Various Health Drinks at the Agrotechnology Laboratory of Uniska Kediri
Jurnal: Indonesian Journal of Society Development (IJSD)
Tahun Publikasi: 2026
Volume & Halaman: Vol. 5, No. 4, Halaman 383–392
DOI: https://doi.org/10.55927/ijsd.v5i4.38

Posting Komentar

0 Komentar