Penelitian tindakan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh akademisi Universitas Islam Kadiri (UNISKA Kediri) berhasil membuktikan bahwa pengolahan tanaman obat tradisional dan biji-bijian lokal mampu menghasilkan minuman kesehatan kaya antioksidan yang efektif meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Tantangan Kesehatan dan Solusi Herbal Berbasis Sains
Tingginya biaya pengobatan modern membuat masyarakat luas sering kali kesulitan mengakses perawatan kesehatan yang memadai untuk penyakit degeneratif
Metodologi Pengolahan dan Ekstraksi Terstandar
Penelitian ini menggunakan metode pelatihan praktis selama lima jam yang mencakup penyampaian teori, pemrosesan bahan baku, pengemasan botol, hingga uji organoleptik
Proses pembuatan tiap produk menerapkan kontrol suhu dan teknik ekstraksi yang ketat
- Jamu Kunir Asam: Rimpang kunyit segar dihaluskan lalu direbus bersama asam jawa dan gula merah pada suhu rendah (pemasakan perlahan) selama 15–20 menit
. Penggunaan api kecil bertujuan agar kandungan curcumin tidak rusak akibat panas berlebih . Minuman ini disaring dua kali untuk memisahkan ampasnya . - Jamu Beras Kencur: Beras putih direndam selama 3–4 jam lalu disangrai hingga kering
. Beras sangrai dihaluskan bersama kencur dan jahe, lalu dicampur ke dalam rebusan air gula merah, asam jawa, dan daun pandan . Adonan dimasak pelan tanpa mendidih meluap agar rasa tidak berubah pahit, kemudian disaring 2–3 kali menggunakan kain halus agar tidak menyisakan ampas yang mengiritasi tenggorokan . - Jamu Kunci Suruh: Temu kunci, kunyit, dan jahe diiris tipis lalu dihaluskan
. Daun sirih hijau tua direbus selama 5 menit untuk mengeluarkan aroma dan senyawa antiseptik tanpa membuat rasanya terlalu pahit . Rebusan sirih dicampur dengan bahan halus, air asam jawa, dan gula merah, lalu dimasak perlahan dan disaring . - Susu Kedelai: Biji kedelai kuning direndam selama 8–12 jam, kemudian dikupas kulit arsirnya secara manual hingga bersih untuk menghilangkan bau langu dan mencegah efek kembung
. Kedelai diblender dengan air, diperas menggunakan kain tahu, lalu direbus bersama daun pandan dan jahe selama 20–25 menit sambil terus diaduk agar tidak menggumpal .
Temuan Utama Penelitian
Hasil pengujian dan evaluasi terhadap produk minuman kesehatan yang dihasilkan menunjukkan berbagai keunggulan nutrisi dan sifat fisik
- Kandungan Senyawa Antioksidan: Ekstraksi terkoordinasi berhasil mempertahankan kadar senyawa fenolik, polifenol, dan flavonoid yang berfungsi menangkal radikal bebas pembawa penyakit
. - Manfaat Pencernaan dan Imunitas: Jamu beras kencur terbukti mempertahankan enzim alami kencur yang mampu merangsang nafsu makan, meredakan pegal linu, serta melegakan tenggorokan
. - Aktivitas Antimikroba: Jamu kunci suruh mengandung senyawa aktif dari Boesenbergia pandurata dan Piper betle L. yang bertindak sebagai agen antidiabetes alami, antiseptik, serta membantu menjaga kesehatan organ kewanitaan
. - Alternatif Protein Bebas Laktosa: Susu kedelai yang dihasilkan memiliki kandungan protein berkisar 7–8 gram per 240 ml (setara protein susu sapi) serta kaya akan isoflavon untuk menjaga kesehatan tulang dan kulit tanpa kandungan kolesterol maupun laktosa
. - Daya Simpan Terukur: Pengujian menunjukkan bahwa tanpa bahan pengawet, susu kedelai dan kunci suruh bertahan 3–4 hari di dalam lemari es, beras kencur bertahan 4–5 hari, sedangkan kunir asam memiliki daya simpan paling lama yaitu 5–7 hari
.
Dampak Bagi Masyarakat dan Peluang Usaha
Kegiatan riset ini memberikan dampak langsung pada penguatan ekonomi keluarga dan edukasi kesehatan
Peneliti utama, Nunuk Helilusiatiningsih, menegaskan pentingnya pemanfaatan bahan alam ini
Profil Penulis
- Nunuk Helilusiatiningsih, M.P. — Dosen pengampu praktikum dan peneliti dari Fakultas Pertanian, Universitas Islam Kadiri (UNISKA Kediri)
. Keahliannya berfokus pada teknologi pengolahan hasil pertanian, pengembangan tanaman pangan, dan pemberdayaan masyarakat . - Sumarji, M.P. — Dosen dan peneliti di Fakultas Pertanian, Universitas Islam Kadiri (UNISKA Kediri)
. Berfokus pada bidang agroteknologi, manajemen usaha tani, dan aplikasi teknologi tepat guna untuk masyarakat .
Sumber Penelitian
Judul Artikel: Training on Making Various Health Drinks at the Agrotechnology Laboratory of Uniska KediriJurnal: Indonesian Journal of Society Development (IJSD)
Tahun Publikasi: 2026
Volume & Halaman: Vol. 5, No. 4, Halaman 383–392
DOI:
0 Komentar