Minat baca masyarakat Indonesia, khususnya kalangan pelajar, masih berada pada tingkat yang memprihatinkan. Berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA) yang disoroti dalam riset ini, rata-rata skor membaca siswa Indonesia hanya berada di angka 380, jauh di bawah rata-rata negara OECD yang mencapai 476. Di tingkat lokal, kondisi serupa terlihat jelas di Desa Bothunan. Fasilitas TBM Angga Soyag sempat mangkrak, tidak memiliki sistem manajemen buku yang teratur, dan dibiarkan tanpa pengelola aktif. Akibatnya, keberadaan bangunan fisik TBM hanya menjadi formalitas desa yang gagal menarik minat kunjung warga untuk membaca atau mengakses informasi.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim dari Universitas Swadaya Gunung Jati menerapkan metode Participatory Action Research (PAR). Pendekatan ini menempatkan masyarakat desa, terutama anak-anak dan remaja, sebagai subjek sekaligus mitra aktif dalam proses perubahan. Program dijalankan melalui tiga tahapan utama, yakni tahap persiapan berupa observasi fasilitas dan wawancara pengelola, tahap implementasi melalui penataan ruang dan kegiatan literasi interaktif, serta tahap evaluasi partisipatif. Tanpa memerlukan istilah teknis yang rumit, tim bersama warga merapikan ruangan, membersihkan lingkungan, menyusun ulang rak buku, serta merancang kegiatan membaca yang menyenangkan.
Hasil dari program revitalisasi ini menunjukkan perubahan yang sangat drastis pada kondisi fisik dan tingkat pemanfaatan TBM. Sebelum program berjalan, koleksi buku di TBM Angga Soyag sama sekali belum pernah dicatat secara sistematis. Setelah dilakukan inventarisasi menyeluruh oleh tim pengabdian, tercatat sebanyak 630 eksemplar buku bacaan yang layak pakai kini tertata rapi di rak-rak baru. Ruangan TBM yang semula berantakan dan suram kini disulap menjadi ruang baca yang bersih, terorganisir, nyaman, dan ramah anak.
Tidak hanya berfokus pada fisik ruangan, tim peneliti juga menghidupkan TBM lewat berbagai kegiatan literasi kreatif yang menarik minat anak-anak. Aktivitas tersebut meliputi membaca nyaring (reading aloud) di mana anak-anak mengekspresikan karakter cerita dengan intonasi yang tepat, kegiatan mengulas buku (book review) untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi, serta kegiatan menulis dan menggambar untuk merangsang imajinasi. Melalui metode interaktif ini, anak-anak mulai memandang literasi bukan sebagai beban akademik, melainkan sebagai aktivitas yang menyenangkan.
Dampak langsung dari revitalisasi ini terlihat jelas dari lonjakan jumlah kunjungan warga. Pada pekan pertama proses revitalisasi, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 10 orang, sempat berfluktuasi di angka 8 orang pada pekan kedua, dan melonjak hingga 15 orang pada pekan keempat kegiatan. Peningkatan jumlah pengunjung ini membuktikan bahwa penyediaan fasilitas yang nyaman dan terawat mampu membangkitkan kembali antusiasme masyarakat, khususnya anak-anak, untuk datang dan memanfaatkan TBM sebagai ruang belajar bersama yang aktif.
Manfaat jangka panjang dari penelitian ini sangat besar bagi dunia pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa. Menurut Dian Andriany dan tim peneliti dari Universitas Swadaya Gunung Jati, revitalisasi TBM yang berkelanjutan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat interaksi, pertukaran pengetahuan, dan penguatan budaya literasi sejak dini. Keberhasilan program ini diharapkan dapat terus dijaga oleh pemerintah desa dan pengelola lokal demi menciptakan generasi muda Desa Bothunan yang berwawasan luas, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi di era modern.
Profil Penulis
Dian Andriany, M.Pd.. Universitas Swadaya Gunung Jati. Bidang Keahlian: Pendidikan, Pengabdian Masyarakat, dan Pengembangan Literasi
Sumber Penelitian
Dian Andriany, Vania Dwi
Agustina, Hafiz Rafa Naufaldy, Selviana Monika,
Ratna Kartika Dewi, Sindi Nurazizah, Muhammad Isa Setya
Nugraha, Ayu Widarsih, Vanya Salsabila,
Billal Ramadhani, Muhammad Alwan Amrullah, Abdul
Karim, Tiara Amanda Putri, Fikrie Harjono, Salman Alfarizi,
Najwa Sabila. Revitalization of Community Reading Gardens as an Effort to Increase Community Reading and Literacy Interest in Bothanan Village. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 9, Tahun 2026, hlm. 733-742.
DOI Resmi: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i9.75
URL :

0 Komentar