Rehabilitasi Hutan Mangrove Berbasis Pelayanan Masyarakat dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Jakarta Utara


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Medan - Aksi Nyata Pemulihan Pesisir: Universitas Terbuka Perkuat Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat di Jakarta Utara. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Melisa Arisanty, Gunawan Wiradharma, Selly Anastassia Amellia Kharis, Mario Aditya Prasetyo, Sri Maulidia Permatasari, Moh. Muzammil, Sri Sukatmi dari Universitas Warmadewa dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 9 Tahun 2026 menyoroti bahwa memperkuat ketahanan lingkungan pesisir sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.

Wilayah pesisir perkotaan seperti Jakarta Utara mengalami tekanan pembangunan yang tinggi. Hilangnya vegetasi mangrove membuat kawasan ini semakin rentan terhadap bencana ekologis. Selama ini, pemerintah memang telah menggencarkan berbagai program penanaman pohon. Namun, evaluasi menunjukkan bahwa rehabilitasi fisik semata belum cukup tanpa dibarengi dengan pendekatan pemberdayaan, edukasi lingkungan, serta pendampingan masyarakat secara berkelanjutan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tim Universitas Terbuka merancang program terpadu yang melibatkan kolaborasi lintas pihak, termasuk mahasiswa dari Kabinet Inisiatif Sinergi Ormawa UT Jakarta. Metode yang digunakan memadukan aksi penanaman langsung dengan edukasi lingkungan secara menyeluruh. Pendekatan ini mengandalkan kearifan lokal dan tenaga manual yang ramah lingkungan—menggunakan alat tradisional seperti ajir dari bambu untuk menyangga bibit serta tugal atau cangkul untuk membuat lubang tanam di substrat lumpur yang padat. Metode tradisional ini dinilai berbiaya terjangkau, aman bagi ekosistem, serta mampu memperkuat rasa memiliki di tengah masyarakat.

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan tersebut, program ini menghasilkan sejumlah capaian penting di bidang ekologi, sosial, edukasi, dan kelembagaan:

  • Edukasi dan Kesadaran Publik: Peserta dan masyarakat setempat mendapatkan pemahaman mendalam mengenai fungsi strategis mangrove sebagai pelindung alami abrasi, penyerap karbon, serta habitat biota laut.
  • Aksi Rehabilitasi Nyata: Penanaman bibit mangrove dilakukan secara langsung di lokasi strategis bekerja sama dengan pengelola kawasan setempat guna memastikan tingkat keberhasilan tumbuh yang optimal.
  • Penguatan Jaringan Kolaborasi: Kegiatan ini membangun sinergi nyata antara universitas, mahasiswa, pengelola kawasan, dan masyarakat untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan global, khususnya penanganan perubahan iklim (SDGs 13), ekosistem laut (SDGs 14), dan ekosistem daratan (SDGs 15).
Dampak jangka panjang dari program ini sangat krusial bagi masyarakat pesisir. Selain memperkuat sabuk hijau pelindung pantai dari terjangan gelombang dan intrusi air laut, keterlibatan aktif masyarakat menumbuhkan komitmen jangka panjang dalam merawat ekosistem mangrove. Hal ini sejalan dengan pandangan akademis yang menekankan bahwa keberhasilan restorasi ekologis sangat bergantung pada keselarasan kondisi hidrologis dan keterlibatan aktif komunitas lokal sebagai aktor utama penjaga kelestarian lingkungan.

Profil Penulis
Melisa Arisanty, M.Sc. (Penulis Utama / Korespondensi) – Universitas Terbuka, Bidang Keahlian: Lingkungan dan Pengabdian Masyarakat.
Tim Peneliti & Pengabdian: Gunawan Wiradharma, Selly Anastassia Amellia Kharis, Mario Aditya Prasetyo, Sri Maulidia Permatasari, Moh. Muzammil, dan Sri Sukatmi – Universitas Terbuka.

Sumber Penelitian
Melisa Arisanty, Gunawan Wiradharma, Selly Anastassia Amellia Kharis, Mario Aditya Prasetyo, Sri Maulidia Permatasari, Moh. Muzammil, Sri Sukatmi. Community Service-Based Mangrove Rehabilitation in Supporting Sustainable Development in North Jakarta. Asian Journal of Community Services (AJCS).  Vol. 5, No. 9, Tahun 2026, hlm. 661-674
DOI : https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i9.72
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar