Rancangan Pusat Komunitas Kreatif yang Terintegrasi dengan Pembangunan Berorientasi Transportasi Umum di Setiabudi, Jakarta Selatan

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jakarta - Integrasi Konsep TOD dan Hub Komunitas Kreatif Solusi Cerdas Atasi Kelangkaan Ruang Publik Produktif Jakarta. Penelitian yang dilakukan oleh Yohana Fransiska Aulia Putri, Margareta Maria Sudarwani, dan Stepanus Andi S. dari Universitas Kristen Indonesia dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 8 Tahun 2026 menyoroti bahwa solusi atas tingginya mobilitas harian masyarakat di titik transit utama yang belum diimbangi oleh ketersediaan fasilitas publik kreatif, kolaboratif, dan inklusif.

Kawasan Setiabudi–Dukuh Atas merupakan salah satu simpul transportasi massa paling sibuk di Jakarta yang menghubungkan LRT, MRT, KRL Commuter Line, hingga TransJakarta
. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingginya volume pengguna moda transportasi publik di area ini. Meski begitu, pembangunan di radius TOD Setiabudi masih didominasi oleh gedung perkantoran tinggi dan fungsi komersial vertikal. Ruang publik terintegrasi yang mewadahi aktivitas ekonomi kreatif, pameran seni, maupun ruang kerja bersama (co-working space) masih sangat terbatas. Selain itu, fasilitas pejalan kaki di area pemicu transit tersebut belum sepenuhnya terlindungi dari cuaca tropis serta belum ramah bagi seluruh kalangan.

Metodologi penelitian ini mengoperasikan pendekatan kualitatif deskriptif
. Peneliti menggabungkan studi literatur, analisis data sekunder dari Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) DKI Jakarta 2022, analisis tapak, serta studi preseden dari berbagai proyek luar dan dalam negeri seperti M Bloc Space, Lokananta Bloc, Huashan 1914 Creative Park di Taipei, dan SCAPE Singapore. Observasi lapangan langsung dilakukan pada 24 Februari 2026 untuk mengidentifikasi pola sirkulasi, batas fisik, tingkat kebisingan, serta kebutuhan pejalan kaki di lahan seluas kurang lebih 3,5 hektar di Setiabudi.

Hasil penelitian memetakan rancangan kawasan terpadu berbasis fungsi campuran (mixed-use) yang mengintegrasikan berbagai fasilitas umum
. Temuan dan strategi desain utama meliputi:
  • Zonasi Hirarki Vertikal dan Horisontal: Gedung utama membagi fungsi secara bertingkat. Lantai bawah difungsikan untuk galeri seni, area retail, serta kuliner yang mudah diakses publik. Lantai menengah menampung studio lokakarya kreatif dan perpustakaan, sementara lantai atas disediakan untuk co-working space serta area kantor pengelola.
  • Fasilitas Pendukung Lengkap: Perancangan menyediakan pusat informasi, galeri pameran seni, studio kerja komunitas, perpustakaan kreatif, area olahraga (lapangan padel dan gym), serta hub khusus fasilitas pendukung transit dan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda.
  • Aksesibilitas Pejalan Kaki (Walkability): Menghubungkan jalur pejalan kaki langsung menuju Stasiun LRT Dukuh Atas dan Halte TransJakarta melalui koridor beratap (sheltered pathways) dan jembatan penyeberangan (skybridge) untuk menjamin kenyamanan fisik pejalan kaki di segala cuaca.
  • Pendekatan Massa Bangunan Low-Rise: Menggunakan tipologi podium berlantai rendah yang ramah lanskap kota. Pendekatan ini menciptakan plaza terbuka berbentuk lingkaran di bagian tengah sebagai tempat berinteraksi warga, tanpa bersaing secara visual dengan pencakar langit perkantoran di sekitarnya.
  • Desain Ramah Lingkungan dan Inklusif: Menerapkan struktur bentang lebar, pencahayaan dan ventilasi alami pada fasilitas tertentu, serta aksesibilitas universal yang aman bagi lansia maupun penyandang disabilitas.
Implikasi dari riset ini memberikan gambaran konkret bagi pemerintah daerah, pengembang perkotaan, dan pelaku industri kreatif mengenai cara mengoptimalkan lahan transit. Kehadiran hub kreatif terpadu ini mampu memicu pertumbuhan ekonomi kreatif lokal, memperkuat daya tarik kawasan, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, serta menyediakan ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan bagi warga Jakarta.

Profil Penulis
Yohana Fransiska Aulia Putri, S.Ars. – Peneliti utama dan alumni Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen Indonesia. Berfokus pada keahlian perancangan arsitektur perkotaan dan desain ruang publik.
Margareta Maria Sudarwani, S.T., M.T. – Dosen dan peneliti di Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen Indonesia. Menguasai bidang keahlian teori arsitektur, pemukiman perkotaan, dan desain inklusif.
Stepanus Andi S., S.T., M.T. – Dosen dan peneliti di Program Studi Arsitektur, Universitas Kristen Indonesia. Berkeahlian dalam bidang perancangan struktur bangunan, sistem tata kota, dan pembangunan berkelanjutan.

Sumber Penelitian:

Putri, Y. F. A., Sudarwani, M. M., & Andi S., S. (2026). Design of a Creative Community Hub Integrated with Transit-Oriented Development in Setiabudi, South Jakarta. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), 5(8), 1697-1712
.
DOIhttps://doi.org/10.55927/fjas.v5i8.95
URL: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar