Program Pelatihan Universitas Pamulang Tingkatkan Literasi Digital dan Etika Media Sosial Siswa SMA di Tangerang Selatan


Ilustrasi by AI 

Sebuah program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh akademisi Universitas Pamulang berfokus pada penguatan literasi digital, etika bermedia sosial, dan keamanan siber dasar bagi pelajar tingkat menengah. Kegiatan yang dipimpin oleh Nani bersama tim dosen Erlita Kurniawaty dan Anah Furyanah ini berlangsung pada 1–3 April 2026 di SMA Islam Cikal Harapan 1, BSD City, Tangerang Selatan. Program interaktif ini dirancang untuk membekali generasi muda agar tidak hanya piawai mengoperasikan teknologi digital, melainkan juga tangguh dalam menyaring informasi, berkomunikasi secara etis, serta melindungi data pribadi dari risiko kejahatan siber.

Penggunaan media sosial seperti YouTube, Instagram, TikTok, WhatsApp, dan mesin pencari Google telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas harian siswa untuk belajar maupun berinteraksi. Namun, tingginya frekuensi penggunaan platform digital ini belum diimbangi dengan pemahaman yang memadai terkait risiko siber, seperti penyebaran hoaks, perundungan siber (cyberbullying), pelanggaran privasi, hingga penipuan daring. Observasi awal menunjukkan bahwa siswa sering kali merasa ragu dalam memverifikasi kebenaran informasi dan belum terbiasa menerapkan proteksi akun yang aman. Oleh karena itu, edukasi terstruktur di lingkungan sekolah menjadi kebutuhan mendesak guna menjembatani kesenjangan antara akses teknologi dan kemampuan kritis pelajar.

Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, tim pengabdi merancang intervensi tiga hari menggunakan pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, analisis studi kasus, tanya jawab, serta simulasi praktik keamanan akun. Pelatihan ini menargetkan siswa Kelas X dengan fokus materi yang dibagi ke dalam lima unit utama:

  • Peta Partisipasi Digital: Mengidentifikasi penggunaan platform secara produktif untuk pembelajaran dan kreativitas.
  • Verifikasi Informasi: Melatih siswa memeriksa sumber, bukti, tanggal, dan tujuan pesan sebelum membagikannya.
  • Etika Komunikasi: Mengkritisi dampak komentar, perundungan siber, dan pentingnya menjaga privasi orang lain.
  • Keamanan Akun dan Data: Mempraktikkan pembuatan kata sandi yang kuat, aktivasi verifikasi dua langkah, serta mengenali tautan mencurigakan.
  • Rencana Aksi Pribadi: Mendorong siswa menetapkan kebiasaan digital yang aman dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil evaluasi kualitatif menunjukkan peningkatan kesadaran siswa yang signifikan. Peserta yang awalnya cenderung langsung mempercayai atau meneruskan pesan di media sosial mulai menerapkan sikap skeptis yang sehat dengan memeriksa kebenaran informasi terlebih dahulu. Dari segi etika, siswa semakin memahami bahwa interaksi di dunia maya memiliki konsekuensi sosial dan hukum yang nyata, sehingga mendorong mereka untuk berkomunikasi secara lebih sopan. Sementara pada aspek keamanan, simulasi praktis berhasil membantu siswa mengidentifikasi ciri-ciri penipuan daring dan memperkuat setelan privasi akun pribadi mereka.

Program ini memberikan dampak positif bagi ekosistem pendidikan sekolah. Sebagai bentuk keberlanjutan, tim Universitas Pamulang menyerahkan modul pembelajaran dan materi presentasi yang dapat digunakan kembali oleh pihak sekolah untuk kegiatan orientasi maupun bimbingan konseling. Langkah ini memungkinkan guru untuk terus mengingatkan pentingnya etika digital secara berkala tanpa bergantung pada kegiatan insidental. Selain itu, kolaborasi ini mendorong peran aktif orang tua dan pihak sekolah dalam mendampingi anak melalui dialog terbuka mengenai kebiasaan bernavigasi di internet.

Menggarisbawahi pentingnya edukasi ini, tim pengabdi menyatakan: "Literasi digital tidak sekadar kemampuan teknis dalam menggunakan perangkat, tetapi mencakup kapasitas untuk mengakses, mengevaluasi, dan membagikan informasi secara kritis, bertanggung jawab, serta aman".

Profil Penulis

  • Nani, S.E., M.M. — Dosen dan peneliti di Universitas Pamulang, Banten, Indonesia. Berperan sebagai ketua tim program pengabdian masyarakat dengan keahlian di bidang manajemen, pendidikan literasi digital, dan pengembangan masyarakat.
  • Erlita Kurniawaty, S.E., M.M. — Dosen Universitas Pamulang yang aktif dalam kegiatan narasumber dan edukasi etika media sosial serta pemanfaatan teknologi bagi pelajar.
  • Anah Furyanah, S.E., M.M. — Dosen Universitas Pamulang dengan fokus perhatian pada penguatan kapasitas digital, keamanan informasi dasar, dan pengabdian berbasis sekolah.

Sumber Penelitian

Judul Artikel Jurnal: Digital Literacy and Social Media Ethics Education for High School Students
Nama Jurnal: Indonesian Journal of Society Development (IJSD)
Tahun Publikasi: 2026
Volume & Nomor: Vol. 5, No. 4, hal. 393–404
DOI: https://doi.org/10.55927/ijsd.v5i4.40

Posting Komentar

0 Komentar