Produk, Lokasi, dan Harga Terbukti Mendorong Loyalitas Konsumen Annisa Donat di Pontianak

Ilustrasi by AI

Pontianak - Kualitas produk, kemudahan lokasi, dan kesesuaian harga menjadi tiga faktor yang terbukti berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Annisa Donat di Kota Pontianak. Temuan ini diperoleh Imelani Putri dan Sukardi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Pontianak, melalui penelitian kuantitatif yang menggunakan data konsumen dan pengolahan statistik pada 2026. Artikel mereka diterbitkan dalam International Journal of Economic, Finance and Business Statistics (IJEFBS) Volume 4 Nomor 4 tahun 2026, halaman 515–530. Hasil penelitian penting bagi usaha kuliner karena menunjukkan bahwa mempertahankan pelanggan tidak cukup hanya dengan menyediakan produk yang disukai, tetapi juga membutuhkan lokasi yang nyaman dan harga yang dianggap sepadan.

Persaingan bisnis donat di Pontianak, khususnya wilayah Pontianak Barat, membuat loyalitas konsumen menjadi semakin penting. Data yang digunakan dalam artikel mencatat terdapat 31 usaha donat di wilayah tersebut pada 2026, mulai dari penjual rumahan hingga toko roti dan produsen donat dengan skala usaha berbeda.

Dalam kondisi seperti ini, konsumen memiliki banyak pilihan. Pelaku usaha tidak hanya perlu menarik pembeli baru, tetapi juga membuat pelanggan memiliki alasan untuk kembali membeli. Loyalitas konsumen tercermin melalui pembelian berulang, kesediaan merekomendasikan produk kepada orang lain, keinginan untuk tidak berpindah ke pesaing, serta komunikasi positif mengenai produk.

Annisa Donat menjadi salah satu usaha yang menghadapi dinamika tersebut. Toko ini menjual berbagai produk seperti roti, donat, bomboloni, dan pizza. Harga produknya berkisar Rp1.000 hingga Rp15.000, tergantung jenis, ukuran, bahan, dan varian produk.

Data penjualan juga menunjukkan perubahan yang cukup besar. Penjualan Annisa Donat mencapai Rp339,738 juta pada 2023, kemudian turun 18,08 persen menjadi Rp278,338 juta pada 2024. Pada 2025, penjualan kembali meningkat menjadi Rp364,965 juta atau naik 31,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan pada 2024 terjadi ketika Annisa Donat berpindah dari Jalan Tabrani Ahmad ke Jalan Karet. Perpindahan tersebut diikuti berkurangnya sebagian konsumen yang sebelumnya terbiasa berbelanja di lokasi lama. Kondisi ini membuat faktor lokasi menjadi perhatian penting dalam memahami perilaku pelanggan.

100 Konsumen Menjadi Responden

Putri dan Sukardi menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif untuk melihat hubungan antara produk, lokasi, harga, dan loyalitas konsumen. Data utama diperoleh melalui kuesioner kepada konsumen Annisa Donat, sedangkan data pendukung berasal dari informasi mengenai pesaing usaha donat, jenis dan harga produk, serta data penjualan.

Sebanyak 100 konsumen menjadi responden melalui teknik purposive sampling. Responden harus berdomisili di Kota Pontianak dan setidaknya sudah membeli produk Annisa Donat sebanyak dua kali.

Data kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing faktor dan pengaruh ketiganya secara bersamaan terhadap loyalitas konsumen.

Hasil pengujian instrumen menunjukkan bahwa seluruh indikator kuesioner memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis juga menunjukkan tidak terdapat masalah multikolinearitas dalam model penelitian.

Lokasi Menjadi Faktor Paling Kuat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk, lokasi, dan harga semuanya memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen.

Produk memiliki koefisien pengaruh sebesar 0,180 dengan tingkat signifikansi 0,012. Artinya, semakin baik pengalaman konsumen terhadap produk, semakin tinggi kecenderungan mereka untuk tetap memilih Annisa Donat.

Konsumen mempertimbangkan kualitas, rasa, tampilan, variasi, serta kesesuaian produk dengan harapan mereka. Konsistensi dalam memberikan pengalaman produk yang baik dapat mendorong pembelian berulang.

Lokasi menunjukkan pengaruh relatif paling kuat dibandingkan dua faktor lainnya. Koefisien regresinya mencapai 0,270, sedangkan nilai standardized beta sebesar 0,282 dengan tingkat signifikansi 0,004.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kemudahan konsumen mencapai toko, visibilitas lokasi, ketersediaan tempat parkir, serta kenyamanan secara umum ikut menentukan keputusan konsumen untuk kembali membeli.

Harga juga berpengaruh positif dan signifikan, dengan koefisien 0,269 dan tingkat signifikansi 0,005. Konsumen tidak semata-mata menilai apakah harga murah, tetapi apakah harga tersebut dianggap wajar jika dibandingkan dengan kualitas dan manfaat yang diperoleh.

Dengan kata lain, harga yang terjangkau, kompetitif, dan sesuai dengan produk dapat memperkuat alasan konsumen untuk tetap memilih suatu usaha dibandingkan pesaing.

Secara bersama-sama, ketiga faktor tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen. Uji simultan menghasilkan nilai F sebesar 15,402 dengan signifikansi 0,000.

Model penelitian memiliki nilai R Square sebesar 0,325. Artinya, produk, lokasi, dan harga secara bersama-sama menjelaskan 32,5 persen variasi loyalitas konsumen Annisa Donat. Sementara itu, 67,5 persen sisanya berkaitan dengan faktor lain yang tidak diteliti dalam model tersebut.

Implikasi bagi Bisnis Kuliner

Temuan Putri dan Sukardi memberikan gambaran praktis bagi pelaku usaha kuliner bahwa loyalitas pelanggan terbentuk dari pengalaman yang menyeluruh.

Annisa Donat disarankan mempertahankan kualitas, rasa, tampilan, dan variasi produknya. Pada saat yang sama, aspek lokasi seperti aksesibilitas, visibilitas, dan terutama fasilitas parkir perlu diperhatikan karena lokasi menjadi faktor dengan pengaruh relatif paling kuat dalam penelitian ini.

Strategi harga juga perlu dijaga. Harga yang terlalu tinggi dapat membuat konsumen mempertimbangkan alternatif lain, tetapi harga yang sesuai dengan kualitas dan manfaat produk dapat membantu mempertahankan pelanggan.

“Loyalitas konsumen” dalam konteks penelitian ini tidak hanya berarti konsumen kembali membeli. Loyalitas juga berkaitan dengan komitmen, rekomendasi kepada orang lain, keinginan untuk tidak berpindah, serta komunikasi positif mengenai bisnis.

Bagi usaha mikro, kecil, dan menengah di sektor makanan, hasil tersebut menunjukkan bahwa mempertahankan pelanggan membutuhkan kombinasi antara produk yang memuaskan, lokasi yang nyaman, dan harga yang dianggap adil. Ketiganya perlu dikelola secara bersamaan, bukan hanya mengandalkan salah satu aspek.

Putri dan Sukardi juga menekankan bahwa masih terdapat faktor lain yang dapat menjelaskan loyalitas konsumen. Penelitian berikutnya dapat mempertimbangkan kualitas pelayanan, kepuasan konsumen, promosi, citra merek, kepercayaan, suasana toko, pengalaman konsumen, dan kemudahan transaksi.

Profil Penulis

Imelani Putri
Afiliasi: Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Bidang kajian dalam artikel: pemasaran, perilaku konsumen, dan loyalitas konsumen.

Sukardi
Afiliasi: Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Bidang kajian dalam artikel: pemasaran, perilaku konsumen, dan manajemen bisnis.

Catatan: artikel jurnal yang menjadi sumber tidak mencantumkan gelar akademik kedua penulis, sehingga gelar tidak ditambahkan untuk menjaga akurasi informasi.

Sumber Penelitian

Judul: The Effect of Product, Location, And Price on Consumer Loyalty at Annisa Donat Shop in Pontianak City
Penulis: Imelani Putri dan Sukardi
Jurnal: International Journal of Economic, Finance and Business Statistics (IJEFBS)
Volume: 4, Nomor 4
Tahun: 2026
Halaman: 515–530
DOI: https://doi.org/10.59890/ijefbs.v4i4.25
URL: http://journalijefbs.my.id/index.php/ijefbs
Status: Open access, ©2026 Putri dan Sukardi. 

Posting Komentar

0 Komentar