Pertumbuhan Pendapatan dan ROA Tidak Signifikan Mempengaruhi Kapitalisasi Pasar Perusahaan Keuangan

Ilustrasi by AI

Jakarta — Pertumbuhan pendapatan dan tingkat pengembalian aset atau Return on Assets (ROA) ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap kapitalisasi pasar perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2025. Temuan tersebut disampaikan Louis Yosen Primsa Tarigan dari Universitas Pelita Harapan dalam artikel yang diterbitkan pada 2026 di International Journal of Economic, Finance and Business Statistics (IJEFBS). Hasil ini menunjukkan bahwa investor tidak selalu menjadikan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas aset sebagai faktor utama dalam menilai nilai pasar perusahaan keuangan.

Kapitalisasi Pasar Tidak Hanya Ditentukan Kinerja Keuangan

Kapitalisasi pasar merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat bagaimana pasar menilai nilai ekuitas sebuah perusahaan. Nilainya diperoleh dari jumlah saham yang beredar dikalikan dengan harga saham perusahaan di pasar.

Berbeda dengan nilai buku yang tercatat dalam laporan keuangan, kapitalisasi pasar mencerminkan bagaimana investor menilai perusahaan berdasarkan kondisi pasar dan ekspektasi terhadap manfaat ekonomi di masa depan. Karena itu, perubahan harga saham dapat mencerminkan perubahan persepsi investor terhadap nilai sebuah perusahaan.

Bagi investor, laporan keuangan menjadi salah satu sumber informasi penting untuk menilai kinerja perusahaan. Dua indikator yang sering diperhatikan adalah pertumbuhan pendapatan dan ROA.

Pertumbuhan pendapatan menunjukkan perubahan pendapatan perusahaan dari satu periode ke periode berikutnya. Sementara itu, ROA menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan memanfaatkan aset yang dimilikinya. Secara teori, pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang lebih baik seharusnya dapat menjadi sinyal positif bagi investor.

Namun, hasil penelitian Louis Yosen Primsa Tarigan menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak selalu terjadi pada perusahaan keuangan yang terdaftar di BEI.

Penelitian Mengamati 10 Perusahaan Selama 2021–2025

Tarigan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Dari 107 perusahaan keuangan yang tercatat di BEI, peneliti memilih 10 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Perusahaan tersebut harus terdaftar di BEI dan memiliki laporan keuangan yang tersedia secara konsisten selama periode 2021–2025. Dengan periode pengamatan selama empat tahun, penelitian menghasilkan 40 observasi perusahaan-tahun.

Data terutama diperoleh dari Refinitiv Eikon, basis data yang dikembangkan oleh London Stock Exchange Group (LSEG), serta laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di BEI. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 25.

Dalam analisis tersebut, kapitalisasi pasar menjadi variabel yang dijelaskan, sedangkan pertumbuhan pendapatan dan ROA menjadi dua faktor yang diuji pengaruhnya.

Pertumbuhan Pendapatan Tidak Berpengaruh Signifikan

Hasil uji parsial menunjukkan pertumbuhan pendapatan memiliki nilai t sebesar 1,400 dengan tingkat signifikansi 0,170. Angka tersebut berada di atas batas signifikansi 0,05.

Dengan demikian, pertumbuhan pendapatan tidak terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kapitalisasi pasar perusahaan keuangan yang diamati. Hipotesis pertama penelitian ditolak.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan perusahaan tidak secara otomatis membuat nilai pasar perusahaan meningkat. Salah satu penjelasan yang diberikan Tarigan adalah bahwa kenaikan pendapatan dapat disertai peningkatan biaya. Jika kenaikan biaya lebih besar daripada tambahan pendapatan, peningkatan pendapatan belum tentu menghasilkan peningkatan laba operasi yang menarik bagi investor.

Data penelitian juga memperlihatkan variasi pertumbuhan pendapatan yang cukup besar. Nilai terendah tercatat -3,2523 pada PT Bank Neo Commerce Tbk pada 2022, sedangkan nilai tertinggi sebesar 0,1683 terjadi pada perusahaan yang sama pada 2025.

ROA Juga Tidak Menentukan Kapitalisasi Pasar

ROA juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kapitalisasi pasar.

Hasil uji parsial menghasilkan nilai t sebesar -1,140 dan tingkat signifikansi 0,262. Karena nilai signifikansi lebih tinggi dari 0,05, hipotesis kedua penelitian ditolak.

Dalam model regresi, ROA memiliki koefisien sebesar -9,618. Namun, koefisien tersebut tidak dapat diartikan sebagai pengaruh yang terbukti secara statistik karena hasil pengujian menunjukkan hubungan tersebut tidak signifikan.

Tarigan menjelaskan bahwa perubahan ROA tidak selalu mencerminkan peningkatan efisiensi operasional yang secara langsung dipandang investor sebagai sinyal positif. Struktur aset perusahaan juga memiliki peran dalam menentukan bagaimana aset digunakan untuk mendukung kegiatan bisnis.

Kedua Faktor Hanya Menjelaskan 2,1 Persen

Ketika pertumbuhan pendapatan dan ROA diuji secara bersama-sama, keduanya juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kapitalisasi pasar.

Uji simultan menghasilkan nilai F sebesar 1,419 dengan tingkat signifikansi 0,255, lebih tinggi dari batas 0,05. Artinya, kedua variabel tersebut secara bersama-sama tidak terbukti mempengaruhi kapitalisasi pasar perusahaan keuangan dalam sampel penelitian.

Hal yang lebih penting terlihat dari nilai Adjusted R² sebesar 0,021 atau 2,1 persen. Artinya, pertumbuhan pendapatan dan ROA hanya mampu menjelaskan sekitar 2,1 persen variasi kapitalisasi pasar dalam model penelitian. Sementara itu, sekitar 97,9 persen dipengaruhi faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian tersebut.

Temuan ini memperkuat gambaran bahwa penilaian pasar terhadap perusahaan keuangan jauh lebih kompleks daripada sekadar melihat pertumbuhan pendapatan dan tingkat pengembalian aset.

Implikasi bagi Investor dan Perusahaan

Bagi investor, hasil penelitian Louis Yosen Primsa Tarigan dari Universitas Pelita Harapan memberikan pengingat bahwa pertumbuhan pendapatan dan ROA sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menilai nilai pasar perusahaan keuangan.

Investor perlu mempertimbangkan faktor lain yang berpotensi mempengaruhi kapitalisasi pasar. Penelitian ini sendiri merekomendasikan agar kajian berikutnya memasukkan variabel lain yang belum diamati sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai faktor pembentuk kapitalisasi pasar.

Bagi perusahaan keuangan, hasil tersebut juga menunjukkan pentingnya memahami bagaimana pasar menilai kinerja perusahaan. Peningkatan pendapatan maupun profitabilitas perlu dilihat bersama kondisi bisnis, strategi perusahaan, struktur aset, dan faktor pasar lainnya.

Dengan kata lain, perusahaan yang mencatat pertumbuhan pendapatan atau ROA lebih tinggi belum tentu otomatis memiliki kapitalisasi pasar yang lebih tinggi. Nilai pasar terbentuk melalui penilaian investor yang dipengaruhi banyak informasi dan ekspektasi.

Catatan Penting dari Penelitian

Penelitian ini juga memiliki keterbatasan yang perlu diperhatikan ketika membaca hasilnya. Sampel hanya mencakup 10 perusahaan keuangan dengan total 40 observasi. Selain itu, model penelitian hanya memasukkan dua variabel utama, sementara hasil Adjusted R² menunjukkan sebagian besar variasi kapitalisasi pasar berasal dari faktor lain.

Penelitian juga menemukan adanya autokorelasi positif berdasarkan nilai Durbin-Watson sebesar 0,292, yang lebih rendah dari batas bawah yang digunakan dalam pengujian. Kondisi ini perlu menjadi perhatian dalam menafsirkan hasil regresi dan dapat menjadi pertimbangan untuk penelitian lanjutan.

Profil Penulis

Louis Yosen Primsa Tarigan merupakan akademisi dan peneliti yang berafiliasi dengan Universitas Pelita Harapan. Bidang kajian dalam artikel ini berkaitan dengan keuangan perusahaan, pasar modal, pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan kapitalisasi pasar. Artikel mencantumkan Louis Yosen Primsa Tarigan sebagai penulis sekaligus corresponding author.

Sumber Penelitian

Judul: The Influence of Revenues Growth and Return on Assets on Market Capitalization of Financial Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange
Penulis: Louis Yosen Primsa Tarigan
Afiliasi: Universitas Pelita Harapan
Jurnal: International Journal of Economic, Finance and Business Statistics (IJEFBS)
Volume: 4, Nomor 4, 2026, halaman 611–624
Tahun publikasi: 2026
DOI: 10.59890/ijefbs.v4i4.33
URL resmi jurnal: http://journalijefbs.my.id/index.php/ijefbs

Posting Komentar

0 Komentar