Peran Guru dan Orang Tua Menentukan Dampak Media Digital bagi Anak Usia Dini

Created by AI

FORMOSA NEWS - Penggunaan media digital pada anak usia dini semakin luas, tetapi dampaknya tidak hanya ditentukan oleh berapa lama anak berada di depan layar. Kajian sistematis yang dilakukan Hasmawaty dan Abriadi Muhara dari Universitas Negeri Makassar pada 2026 menunjukkan bahwa cara guru dan orang tua mendampingi anak saat menggunakan teknologi menjadi faktor penting dalam membentuk pengalaman belajar, literasi digital, perkembangan, dan perilaku anak.

Temuan tersebut berasal dari artikel berjudul “Teacher and Parental Mediation of Digital Media Use in Early Childhood Education: A Systematic Literature Review of Empirical Evidence on Children’s Learning, Digital Literacy, and Identity Development” yang diterbitkan dalam International Journal of Education and Psychological Science (IJEPS) Volume 4 Nomor 5 Tahun 2026. Kajian ini penting karena media digital kini hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari televisi, smartphone, tablet, aplikasi pendidikan, video pembelajaran, hingga permainan digital dan teknologi seperti augmented reality serta virtual reality.

Media digital tidak selalu berdampak sama

Perkembangan teknologi membuat anak semakin mudah berinteraksi dengan perangkat digital, baik di rumah maupun di lingkungan pendidikan. Media digital dapat menjadi sarana belajar, bermain, berkomunikasi, dan memperoleh informasi. Namun, penggunaan yang pasif, berlebihan, atau tanpa pendampingan juga dapat menimbulkan berbagai persoalan.

Hasmawaty dan Abriadi Muhara menemukan bahwa pembahasan mengenai media digital pada anak usia dini selama ini sangat beragam. Sebagian penelitian berfokus pada durasi penggunaan layar, sementara penelitian lainnya melihat teknologi sebagai alat untuk mendukung literasi, pembelajaran, permainan, dan perkembangan anak.

Karena itu, menurut hasil kajian tersebut, pertanyaan pentingnya bukan sekadar apakah anak boleh menggunakan media digital, tetapi bagaimana media tersebut digunakan dan siapa yang mendampingi anak selama proses tersebut.

Mengkaji 33 penelitian dari basis data Scopus

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh, Hasmawaty dan Muhara melakukan systematic literature review dengan mengikuti kerangka PRISMA 2020. Penelusuran dilakukan melalui basis data Scopus menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini, media digital, mediasi orang tua dan guru, literasi, pembelajaran, serta perkembangan anak.

Dari 112 rekaman artikel yang ditemukan, proses penyaringan dan pemeriksaan kelayakan menghasilkan 33 studi yang akhirnya dimasukkan dalam kajian. Studi-studi tersebut berasal dari periode publikasi 2023 hingga 2026 dan menggunakan berbagai pendekatan, termasuk penelitian kuantitatif, kualitatif, mixed methods, survei, observasi, longitudinal, hingga penelitian berbasis desain.

Para peneliti kemudian mengelompokkan temuan berdasarkan tiga aspek utama, yaitu bentuk penggunaan media digital, cara orang tua dan guru mendampingi anak, serta dampak yang dilaporkan terhadap pembelajaran, literasi, perkembangan, dan aspek identitas.

Layar dan aplikasi pendidikan paling banyak diteliti

Hasil kajian menunjukkan bahwa media berbasis layar menjadi salah satu bentuk penggunaan digital yang paling sering diteliti. Media tersebut mencakup televisi, smartphone, tablet, komputer, dan perangkat elektronik lainnya.

Selain itu, penelitian yang ditinjau juga membahas aplikasi pendidikan, buku elektronik, platform pembelajaran digital, video daring, digital storytelling, permainan digital, gamifikasi, augmented reality, virtual reality, serta aktivitas literasi digital dan media.

Namun, kajian tersebut menemukan adanya perbedaan perhatian dalam penelitian. Dampak terhadap pembelajaran dan perkembangan anak relatif banyak diteliti, sedangkan literasi digital, literasi media, serta perkembangan identitas anak masih jauh lebih sedikit dikaji.

Peran orang tua dan guru berbeda tetapi saling melengkapi

Di lingkungan rumah, orang tua lebih banyak berperan dalam mengatur waktu penggunaan perangkat, memilih konten, mengawasi aktivitas anak, membatasi akses, dan menemani anak menggunakan media digital.

Sementara itu, guru lebih banyak berperan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Guru dapat memilih media yang sesuai, memberikan arahan, menjelaskan penggunaan teknologi, serta membantu anak memahami materi yang diperoleh melalui perangkat digital.

Dalam pembelajaran dari rumah, kedua peran tersebut dapat bertemu. Guru memberikan arahan pembelajaran, sedangkan orang tua membantu anak menjalankan aktivitas digital di rumah.

Kajian Hasmawaty dan Muhara menunjukkan bahwa pendampingan orang dewasa tidak hanya berbentuk pembatasan. Pendampingan juga dapat berupa penggunaan media secara bersama-sama, percakapan mengenai isi media, pemberian penjelasan, pengawasan, serta pengaitan aktivitas digital dengan pengalaman belajar anak sehari-hari.

Penggunaan yang terarah lebih sering dikaitkan dengan hasil positif

Salah satu temuan penting dalam kajian ini adalah bahwa penggunaan media digital yang terstruktur, interaktif, memiliki tujuan pembelajaran, dan mendapat pendampingan orang dewasa lebih sering dikaitkan dengan hasil yang positif.

Dampak yang dilaporkan dalam berbagai penelitian mencakup peningkatan keterlibatan dan motivasi belajar, kesiapan sekolah, kemampuan bahasa, literasi awal, kemampuan kognitif, perkembangan sosial-emosional, serta partisipasi aktif anak.

Sebaliknya, penggunaan media yang pasif, berlebihan, atau tidak mendapatkan pendampingan lebih sering dikaitkan dengan hasil yang beragam atau kurang menguntungkan, khususnya dalam aspek perhatian, fungsi eksekutif, dan regulasi perilaku.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa durasi penggunaan layar saja belum cukup untuk menggambarkan dampak media digital. Jenis konten, tujuan penggunaan, kualitas interaksi, konteks penggunaan, serta kualitas pendampingan orang dewasa juga perlu diperhatikan.

Orang tua perlu bergerak dari sekadar membatasi

Bagi orang tua, hasil kajian ini memberikan gambaran bahwa pendampingan anak di era digital tidak berhenti pada aturan mengenai durasi penggunaan perangkat. Orang tua juga dapat terlibat secara aktif dengan menemani anak, berdiskusi mengenai konten yang ditonton atau dimainkan, memilih materi yang sesuai usia, serta menghubungkan aktivitas digital dengan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.

Bagi guru pendidikan anak usia dini, media digital dapat ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran, bukan sebagai pengganti permainan langsung, interaksi sosial, dan aktivitas konkret. Teknologi dapat digunakan ketika memang memberikan nilai tambah terhadap pengalaman belajar anak.

Hasmawaty dan Muhara juga menekankan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai literasi digital, literasi media, dan perkembangan identitas anak. Ketiga aspek tersebut masih relatif kurang mendapatkan perhatian dibandingkan hasil belajar dan perkembangan umum.

Profil Penulis

Hasmawaty merupakan penulis dari Universitas Negeri Makassar, Makassar, Indonesia. Dalam artikel ini, bidang kajiannya berkaitan dengan pendidikan anak usia dini, penggunaan media digital, mediasi orang tua dan guru, serta perkembangan literasi dan pembelajaran anak.

Abriadi Muhara merupakan penulis dari Universitas Negeri Makassar, Makassar, Indonesia. Kontribusinya dalam artikel berfokus pada kajian penggunaan media digital dalam pendidikan anak usia dini, termasuk peran pendampingan orang dewasa dan dampaknya terhadap pembelajaran serta perkembangan anak.

Artikel tidak mencantumkan gelar akademik penulis dalam informasi publikasi yang tersedia.

Sumber Penelitian

Judul: Teacher and Parental Mediation of Digital Media Use in Early Childhood Education: A Systematic Literature Review of Empirical Evidence on Children’s Learning, Digital Literacy, and Identity Development

Penulis: Hasmawaty dan Abriadi Muhara
Afiliasi: Makassar State University, Makassar, Indonesia
Jurnal: International Journal of Education and Psychological Science (IJEPS)
Volume: 4, Nomor 5
Tahun: 2026
Halaman: 627–642

Secara keseluruhan, kajian ini menunjukkan bahwa teknologi digital tidak dapat dipandang hanya sebagai sesuatu yang harus dibatasi atau sebagai solusi pembelajaran. Pengaruhnya terhadap anak usia dini sangat berkaitan dengan bagaimana teknologi tersebut digunakan, kualitas kontennya, tujuan penggunaannya, serta keterlibatan guru dan orang tua dalam mendampingi anak.

Posting Komentar

0 Komentar