Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Desa Soriar Melalui Integrasi Hukum Positif dan Kearifan Lokal


Ilustrasi by AI

Tim pengabdian dari Universitas Cenderawasih yang dipimpin oleh Beatus Tambaip bersama rekan-rekan melaksanakan sosialisasi tata kelola pemerintahan di Kampung Soriar, Distrik Biak Timur, pada 18 Mei 2026. Kegiatan ini penting untuk menjembatani pemahaman aparat desa antara regulasi formal negara dan nilai-nilai kearifan lokal demi mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Tantangan Administrasi dan Kearifan Lokal

Pemerintahan tingkat desa memegang peran strategis sebagai fondasi pembangunan nasional. Namun, di Kampung Soriar, administrasi desa sebelumnya berjalan secara apa adanya tanpa acuan kerangka kerja terstruktur, di mana aparat lebih memahami birokrasi formal sementara dimensi kearifan lokal, adat, serta nilai agama kurang terakomodasi dalam pengambilan keputusan.

Metode Pendekatan Partisipatif

Program sosialisasi ini menggunakan metode ceramah materi, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab yang melibatkan 19 peserta dari berbagai elemen penting, meliputi aparat desa, tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Pilar Utama dan Temuan Sosialisasi

Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendalami beberapa poin krusial:

  • Pemahaman komprehensif mengenai dimensi formal berupa hukum positif dan dimensi informal berupa adat serta nilai agama.
  • Pengenalan lima pilar administrasi penting yang meliputi kewenangan, regulasi, tugas dan fungsi, hierarki, serta manajemen sumber daya.
  • Perumusan mekanisme integrasi antara kearifan lokal dan peraturan negara melalui musyawarah mufakat yang menjunjung tinggi rasa hormat antarpihak.

Implikasi bagi Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Masyarakat

Menurut tim pengabdian Universitas Cenderawasih, keberhasilan tata kelola di bawah kerangka Otonomi Khusus sangat ditentukan oleh sinergi kepemimpinan lokal. Kepala desa berperan sebagai pemimpin transformasional, tokoh adat memperkuat legitimasi kultural, dan tokoh agama menanamkan nilai moral. Integrasi ini memastikan program pembangunan desa benar-benar mencerminkan identitas dan kebutuhan riil masyarakat Soriar.

Profil Penulis

Kegiatan pengabdian ini disusun oleh tim peneliti dari Universitas Cenderawasih yang beranggotakan Beatus Tambaip, Vince Tebay, Yosephina Ohoiwutun, Agustina Ivonne Poli, dan M. Zaenul Muttaqin.

Sumber Penelitian

Artikel jurnal asli berjudul "Governance Socialization in Soriar Village, East Biak District" diterbitkan dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Volume 5, Nomor 8, Agustus 2026, halaman 709-716, dengan DOI: https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i8.61.

Posting Komentar

0 Komentar