Pengaruh Penggunaan Video Assistant Referee (VAR) pada Keputusan Wasit di Liga 1 Indonesia

Gambar Ilustrasi AI

Penerapan VAR di Liga 1 Indonesia Terbukti Meningkatkan Disiplin Pemain dan Memperpanjang Waktu Pertandingan

YOGYAKARTA, Formosa News — Penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1 Indonesia tidak hanya meningkatkan keakuratan keputusan wasit, tetapi juga berhasil mengubah perilaku pemain menjadi lebih disiplin dan mengontrol tingkat pelanggaran di lapangan. Temuan ini diungkapkan oleh peneliti dari Universitas Negeri Yogyakarta, Ghiffary Haslan Purwanto, Tomoliyus, Endang Rini Sukamti, dan Abdul Alim, melalui studi komparatif yang diterbitkan pada Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research (MODERN) volume 5 nomor 4 tahun 2026. Penelitian yang membandingkan 612 pertandingan Liga 1 ini memberikan bukti empiris mengenai dampak transformasi teknologi digital terhadap dinamika sepak bola nasional.

Penggunaan teknologi pembantu wasit telah menjadi standar global untuk menjaga integritas dan keadilan kompetisi sepak bola profesional. Di Indonesia, keputusan PSSI dan pengelola liga untuk menerapkan VAR pada musim 2024/2025 menjadi babak baru dalam modernisasi sepak bola tanah air. Mengingat Liga 1 dikenal memiliki atmosfer pertandingan yang relatif keras, rivalitas tinggi, serta tekanan penonton yang besar, integrasi VAR sempat memicu pertanyaan publik mengenai sejauh mana teknologi ini efektif menekan kontroversi dan memengaruhi jalannya permainan di lapangan.

Untuk menguji dampaknya secara obyektif, tim peneliti dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Yogyakarta menganalisis data statistik resmi dari operator liga PT Liga Indonesia Baru dan siaran pertandingan Vidio. Penelitian kuantitatif ini membandingkan 306 pertandingan pada musim 2023/2024 (sebelum ada VAR) dengan 306 pertandingan pada musim 2024/2025 (setelah menggunakan VAR). Variabel yang diukur meliputi waktu tambahan babak pertama dan kedua, jumlah gol, tendangan sudut, kartu kuning, serta kartu merah. Data diuji menggunakan analisis statistik non-parametrik Mann-Whitney U dan diperkuat dengan Generalized Linear Model (GLM) untuk memastikan konsistensi hasil.

Hasil analisis statistik mengungkapkan empat perubahan signifikan dalam dinamika pertandingan Liga 1 setelah penerapan VAR:

  • Durasi Tambahan Waktu Meningkat: Waktu tambahan (extra time) mengalami kenaikan signifikan pada babak pertama (sebelum VAR rata-rata 135,49 detik vs sesudah VAR 190,59 detik) dan babak kedua (sebelum VAR 277,45 detik vs sesudah VAR 356,08 detik).
  • Jumlah Kartu Kuning Menurun: Terdapat penurunan jumlah kartu kuning secara signifikan dari rata-rata 4,97 kartu per pertandingan menjadi 4,34 kartu.
  • Jumlah Gol Berkurang: Rata-rata gol per pertandingan mengalami penurunan dari 2,88 gol menjadi 2,61 gol akibat proses verifikasi pelanggaran dan offside yang lebih ketat.
  • Tendangan Sudut Tidak Terpengaruh: Jumlah tendangan sudut tidak mengalami perubahan berarti (rata-rata 9,86 vs 9,65), menunjukkan bahwa aspek teknis eksekusi strategi tim tidak terpengaruh oleh intervensi VAR.

Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa VAR di Indonesia menjalankan peran ganda yang sangat positif: sebagai alat koreksi keputusan wasit sekaligus instrumen psikologis pencegah tindakan agresif pemain. Kesadaran bahwa setiap tindakan terpantau kamera membuat pemain bermain lebih sportif dan berhati-hati. Penambahan waktu pertandingan yang tergolong tinggi juga memberi masukan penting bagi PT Liga Indonesia Baru dan komite wasit untuk terus meningkatkan efisiensi komunikasi antarpetugas agar tempo permainan tetap terjaga tanpa mengorbankan keadilan keputusan.

"Penerapan VAR di Liga 1 Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat koreksi keputusan wasit, tetapi juga terbukti membentuk perilaku pemain agar lebih berhati-hati dan disiplin di lapangan," ungkap Ghiffary Haslan Purwanto dan tim peneliti Universitas Negeri Yogyakarta dalam laporan ilmiahnya. "Teknologi ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan profesionalisme, transparansi, serta rasa keadilan dalam kompetisi sepak bola nasional."

Profil Penulis

  1. Ghiffary Haslan Purwanto, S.Pd. Afiliasi: Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Bidang Keahlian: Kepelatihan Olahraga, Analisis Kinerja Sepak Bola, dan Teknologi Olahraga
  2. Prof. Dr. Tomoliyus, M.S. Afiliasi: Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Bidang Keahlian: Kepelatihan Olahraga dan Metodologi Latihan
  3. Prof. Dr. Endang Rini Sukamti, MS. Afiliasi: Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Bidang Keahlian: Pembinaan Fisik dan Olahraga Prestasi
  4. Dr. Abdul Alim, S.Pd., C.O.R., M.Or. Afiliasi: Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, Bidang Keahlian: Tes dan Pengukuran Olahraga

Sumber Penelitian

Posting Komentar

0 Komentar