Pengaruh Kepercayaan terhadap Produk Ramah Lingkungan, Nilai yang Dipersepsikan terhadap Produk Ramah Lingkungan, dan Citra Merek Ramah Lingkungan terhadap Niat Membeli Kembali Produk Ramah Lingkungan untuk Mobil Daihatsu

Gambar Ilustrasi AI


FORMOSA NEWS - Yogyakarta - Nilai Ramah Lingkungan dan Citra Merek Kunci Utama Niat Pembelian Ulang Mobil Daihatsu. Penelitian yang dilakukan oleh Triyas Aulia Nurrahmah dan Ali Hanafiah dari Universitas Mercu Buana dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) edisi Vol. 5 No. 9 Tahun 2026 menyoroti bahwa persepsi nilai hijau dan citra merek ramah lingkungan memainkan peran krusial dalam mendorong loyalitas konsumen otomotif.

Dinamika Pasar Otomotif dan Perilaku Konsumen Modern
Industri otomotif dikenal sebagai salah satu penyumbang emisi karbon dan konsumsi bahan bakar fosil terbesar di dunia. Menanggapi tekanan global tersebut, perusahaan dituntut untuk tidak sekadar mengejar keuntungan, melainkan juga menunjukkan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Di Indonesia, PT Astra International Tbk mencatat penurunan total penjualan kendaraan dari 560.717 unit pada tahun 2023 menjadi 482.964 unit pada tahun 2024, yang merepresentasikan koreksi sebesar 13,86%. Data Gaikindo (2024) juga mengonfirmasi tren penurunan penjualan Daihatsu pada periode yang sama. Penurunan ini dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, inflasi, suku bunga, dan daya beli, serta faktor internal seperti persaingan pasar yang semakin ketat. Dalam situasi ini, evaluasi konsumen tidak lagi berhenti pada harga dan spesifikasi teknis semata, melainkan mulai memperhitungkan efisiensi energi, dampak lingkungan, serta citra keberlanjutan perusahaan. Oleh karena itu, memahami Green Repurchase Intention (niat pembelian ulang produk ramah lingkungan) menjadi sangat strategis bagi pabrikan otomotif.

Pendekatan Kuantitatif dengan Metode PLS-SEM
Untuk mengukur faktor-faktor yang memengaruhi niat beli ulang konsumen, penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dari bulan Maret hingga Agustus 2025 dengan melibatkan 126 responden. Target populasi dan sampel penelitian ini adalah konsumen berusia minimal 18 tahun yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta dan pernah membeli atau memiliki mobil Daihatsu. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling untuk memastikan responden memiliki pengalaman langsung dan pemahaman yang memadai terhadap produk. Instrumen kuesioner disebarkan secara daring melalui platform digital seperti Instagram dan WhatsApp menggunakan skala Likert tujuh poin. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0.

Temuan Utama: Citra Merek dan Nilai Hijau Jadi Penentu
Berdasarkan hasil analisis data pengujian hipotesis, ditemukan fakta menarik mengenai hubungan antara variabel-variabel hijau terhadap niat pembelian ulang mobil Daihatsu:
  • Green Trust (Kepercayaan Hijau): Memiliki nilai koefisien beta sebesar 0,098 dengan nilai t-statistik 1,089 (di bawah ambang batas 1,645) dan p-value 0,276. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen terhadap komitmen lingkungan Daihatsu berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap niat beli ulang. Kepercayaan saja belum cukup menjadi pendorong utama karena konsumen pertimbangan utamanya tetap melibatkan kualitas kendaraan, harga, fitur kenyamanan, dan layanan purnajual.
  • Green Perceived Value (Nilai Persepsi Hijau): Memiliki nilai koefisien beta sebesar 0,218 dengan t-statistik 2,903 dan p-value 0,004. Hasil ini membuktikan bahwa nilai persepsi hijau berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian ulang. Semakin tinggi manfaat lingkungan yang dirasakan konsumen dari produk Daihatsu, semakin besar pula keinginan mereka untuk melakukan pembelian ulang.
  • Green Brand Image (Citra Merek Hijau): Memiliki nilai koefisien beta sebesar 0,279 dengan t-statistik 3,122 dan p-value 0,002. Variabel ini mencatatkan pengaruh positif dan signifikan terkuat di antara variabel lainnya. Reputasi Daihatsu sebagai merek yang peduli lingkungan terbukti mampu memperkuat persepsi positif konsumen dan mendorong loyalitas untuk memilih kembali produk yang sama di masa depan.
Secara keseluruhan, model struktural penelitian ini mampu menjelaskan variasi niat pembelian ulang sebesar 19,5%, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.

Implikasi dan Kontribusi Nyata bagi Industri Otomotif
Hasil penelitian ini memberikan implikasi manajerial yang penting bagi pelaku industri otomotif, khususnya PT Astra Daihatsu Motor. Karena Green Brand Image dan Green Perceived Value terbukti memegang peranan vital, perusahaan disarankan untuk terus mempertahankan dan memperkuat komitmen lingkungannya. Langkah strategis yang dapat ditempuh meliputi pengembangan kendaraan yang hemat bahan bakar, penerapan teknologi rendah emisi, penguatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang lingkungan, serta komunikasi pemasaran yang transparan. Dengan menghadirkan produk berkualitas tinggi yang memberikan nilai tambah ramah lingkungan secara nyata, produsen otomotif dapat meningkatkan kepuasan, kepercayaan, serta mempertahankan loyalitas konsumen di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Profil Penulis
Triyas Aulia Nurrahmah – Peneliti utama dan mahasiswa pascasarjana di Program Studi Magister Manajemen, Universitas Mercu Buana.
Dr. Ali Hanafiah, S.E., M.M. – Dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana yang memiliki keahlian di bidang manajemen pemasaran dan perilaku konsumen.

Sumber Penelitian
Triyas Aulia Nurrahmah dan Ali Hanafiah. The Influence of Green Trust, Green Perceived Value, and Green Brand Image on Green Repurchase Intention for Daihatsu Cars. Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR), Volume 5, Nomor 9, tahun 2026, halaman 701-720
DOI : https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i9.61
URL : https://journalfjsr.my.id/index.php/fjsr

Posting Komentar

0 Komentar