Pemetaan Digital Daerah Rawan Longsor Perkuat Inisiatif Desa Tangguh Bencana di Banjarnegara

Ilustrasi by AI

Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang dipimpin oleh Selamet Eko Budi Santoso bersama tim KKN melaksanakan pemetaan digital daerah rawan longsor di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, pada Juli hingga Agustus 2026. Inisiatif ini sangat penting untuk mendukung penguatan program Desa Tangguh Bencana (Destana) serta membantu pemerintah desa dan masyarakat mengenali wilayah rawan secara lebih sistematis guna meningkatkan kesiapsiagaan.

Desa Bantar memiliki topografi perbukitan dengan riwayat kejadian tanah longsor berulang pada tahun 2018, 2020, 2022, 2024, dan 2026 yang sempat memutus akses jalan utama dan berdampak pada warga. Sebelum kegiatan ini, informasi wilayah rawan di desa tersebut hanya tersedia dalam bentuk gambar tangan manual yang kurang efektif untuk mitigasi jangka panjang.

Program ini dijalankan melalui koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, penyusunan kerangka Destana, survei lapangan, serta wawancara dengan perangkat desa. Tim mengumpulkan data spasial pendukung dan data elevasi DEMNAS, lalu mengolahnya menggunakan perangkat lunak ArcGIS dan QGIS.

  • Teridentifikasi enam titik ancaman longsor di Desa Bantar, yang terdiri atas tiga titik berisiko sedang dan tiga titik berisiko tinggi.
  • Persebaran titik ancaman tersebut mencakup tiga wilayah dusun, yaitu Dusun Bantar, Dusun Pramen, dan Dusun Sikenong.
  • Survei lapangan mendapati jalan utama penghubung antar-dusun terputus total di wilayah Dusun Pramen serta berdampak pada sebagian lahan perkebunan warga.
  • Peta digital yang dicetak dalam bentuk baner turut menyajikan informasi titik kumpul evakuasi atas permintaan khusus Pemerintah Desa Bantar.

Transformasi data dari peta manual menjadi peta digital berformat spasial ini memudahkan aparat desa dan warga dalam memahami titik-titik krusial yang memerlukan perhatian khusus. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis ini menjadi landasan strategis dalam memperkuat kapasitas mitigasi bencana dan mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh di tingkat lokal.

Profil Penulis: Selamet Eko Budi Santoso, Akhmad Darmawan, Dafa Hanif Riyanto, Fitriana, Jauza Khairifaldi, Seftiana Abimanyu, Anggita Aulia Davina, Afifah Isti Dwina Nuzulis, Ryan Adi Nugroho, Nabila Alya Tsabita, Alya Lidyasari, Guntur Anggoro Pandu Adi Wijaya, dan Salsabilla Julimilano Wicaksono dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang aktif dalam bidang mitigasi bencana dan pemberdayaan masyarakat.

Sumber Penelitian:

Posting Komentar

0 Komentar