Mental Health Box Berbasis Healthpreneurship Dikaitkan dengan Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Lansia

Created by AI

FORMOSA NEWS - Kesejahteraan psikologis lansia menjadi perhatian penting seiring bertambahnya usia dan perubahan peran sosial. Studi yang dilakukan Fiktina Vifri Ismiriyam, Wulansari, dan Imron Rosidi dari Universitas Ngudi Waluyo pada 2026 menemukan adanya peningkatan skor kesejahteraan psikologis setelah lansia mengikuti program Mental Health Box berbasis healthpreneurship. Temuan ini penting karena pendekatan tersebut tidak hanya memberikan aktivitas relaksasi, tetapi juga mengajak lansia melakukan kegiatan produktif yang menghasilkan produk kesehatan sederhana.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam International Journal of Education and Psychological Science (IJEPS) Volume 4 Nomor 5 Tahun 2026, halaman 615–626. Program yang dikaji menggabungkan edukasi kesehatan mental, aktivitas stimulasi kognitif dan sensorik, serta kegiatan kewirausahaan kesehatan berskala mikro.

Lansia Tidak Hanya Menjadi Penerima Perawatan

Memasuki usia lanjut, seseorang dapat menghadapi berbagai perubahan, mulai dari penurunan kemampuan fisik dan sensorik hingga pensiun, berkurangnya peran sosial, serta risiko isolasi sosial. Perubahan tersebut dapat berpengaruh terhadap cara seseorang memandang dirinya, hubungan dengan orang lain, serta tujuan hidup sehari-hari.

Dalam banyak layanan kesehatan lansia, kegiatan yang diberikan masih berfokus pada pemeriksaan kesehatan, konseling, atau edukasi satu arah. Pendekatan seperti itu menempatkan lansia terutama sebagai penerima layanan.

Ismiriyam, Wulansari, dan Rosidi menawarkan pendekatan yang berbeda melalui Mental Health Box. Media tersebut dirancang sebagai paket kegiatan yang memungkinkan lansia tetap aktif dan menghasilkan sesuatu. Di dalamnya terdapat lembar jurnal dengan tulisan berukuran besar, kartu afirmasi, bahan teh herbal, bahan aromaterapi, serta perlengkapan sederhana untuk pengemasan produk.

Konsep healthpreneurship dalam program ini menggabungkan kesehatan, aktivitas kreatif, dan kewirausahaan mikro. Lansia tidak hanya diajak mengikuti kegiatan untuk relaksasi, tetapi juga membuat produk sederhana yang dapat dipamerkan atau diperkenalkan dalam kegiatan komunitas.

Melibatkan 40 Lansia Selama Empat Minggu

Penelitian melibatkan 40 lansia yang menjadi responden melalui teknik total sampling. Para peserta mengikuti intervensi berbasis Mental Health Box dalam kegiatan kelompok selama empat minggu.

Sebelum program dimulai, tingkat kesejahteraan psikologis peserta diukur melalui kuesioner. Pengukuran kembali dilakukan setelah intervensi selesai. Peneliti kemudian membandingkan skor sebelum dan sesudah program.

Kesejahteraan psikologis dalam penelitian ini berkaitan dengan sejumlah aspek kehidupan, termasuk kemandirian, kemampuan mengelola lingkungan, perkembangan diri, hubungan positif dengan orang lain, tujuan hidup, dan penerimaan terhadap diri sendiri.

Dari 40 peserta, sebanyak 26 orang atau 65 persen merupakan perempuan dan 14 orang atau 35 persen laki-laki. Kelompok usia terbesar berada pada rentang 60–64 tahun, yaitu 15 orang atau 37,5 persen.

Skor Kesejahteraan Psikologis Meningkat 14,50 Poin

Perubahan skor terlihat cukup jelas setelah program diberikan. Sebelum mengikuti intervensi, rata-rata skor kesejahteraan psikologis peserta berada pada angka 62,40. Setelah empat minggu mengikuti program, rata-rata skor meningkat menjadi 76,90.

Dengan demikian, terdapat peningkatan rata-rata sebesar 14,50 poin.

Analisis statistik menggunakan Paired Samples t-test menghasilkan nilai t sebesar 15,53 dengan nilai p kurang dari 0,001. Dalam konteks analisis penelitian tersebut, hasil ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi.

Peneliti juga melaporkan nilai Cohen's dz sebesar 4,94 dengan interval kepercayaan 95 persen sebesar 13,61–15,49. Namun, hasil tersebut perlu dibaca sesuai desain penelitian karena studi ini tidak menggunakan kelompok kontrol.

Ismiriyam, Wulansari, dan Rosidi menjelaskan bahwa perubahan tersebut kemungkinan berkaitan dengan kombinasi aktivitas psikologis dan produktif dalam Mental Health Box. Peserta melakukan jurnal mindfulness, membaca afirmasi positif, menyiapkan teh herbal, membuat produk aromaterapi, melakukan pengemasan, serta mengikuti kegiatan pameran atau pengenalan produk.

Dari Relaksasi hingga Rasa Memiliki Tujuan

Program tersebut dirancang untuk memberikan beberapa jenis stimulasi secara bersamaan. Aktivitas membaca petunjuk, menulis jurnal, dan mengikuti tahapan pembuatan produk memberikan stimulasi kognitif. Sementara itu, penggunaan aroma, bahan herbal, dan aktivitas tangan memberikan pengalaman sensorik serta motorik.

Kegiatan membuat dan mengemas produk juga memberikan pengalaman menyelesaikan tugas. Bagi lansia, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses membangun rasa percaya diri dalam melakukan aktivitas produktif.

Aspek sosial juga menjadi bagian penting. Produk yang dibuat dapat diperlihatkan atau diperkenalkan dalam lingkungan komunitas. Pengakuan dari lingkungan tersebut berpotensi memberikan pengalaman bahwa lansia masih dapat berkontribusi dan menghasilkan sesuatu yang bernilai.

Menurut Fiktina Vifri Ismiriyam, Wulansari, dan Imron Rosidi dari Universitas Ngudi Waluyo, integrasi edukasi kesehatan mental dengan aktivitas kewirausahaan kesehatan mikro dapat menjadi pendekatan pemberdayaan yang mendukung keterlibatan aktif lansia.

Pendekatan tersebut sejalan dengan gagasan active aging dan productive aging, yang memandang proses menua tidak hanya dari sisi kesehatan fisik, tetapi juga dari keterlibatan sosial, aktivitas bermakna, dan kemampuan mempertahankan peran dalam kehidupan sehari-hari.

Berpotensi Diterapkan di Posyandu Lansia

Temuan ini membuka peluang pemanfaatan Mental Health Box sebagai salah satu bentuk kegiatan nonfarmakologis di Posyandu Lansia maupun panti sosial atau lembaga perawatan lansia.

Dalam praktiknya, program dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan peserta. Aktivitas dapat berupa jurnal sederhana, afirmasi positif, pembuatan teh herbal, aromaterapi, pengemasan produk, hingga kegiatan pameran pada tingkat komunitas.

Bagi tenaga kesehatan dan pendamping lansia, pendekatan semacam ini dapat menjadi alternatif kegiatan yang menggabungkan aspek psikososial dengan aktivitas produktif. Sementara bagi komunitas, kegiatan tersebut dapat membuka ruang bagi lansia untuk tetap berinteraksi, belajar, dan berkontribusi.

Meski demikian, hasil penelitian belum dapat digunakan untuk menyatakan bahwa peningkatan kesejahteraan psikologis sepenuhnya disebabkan oleh Mental Health Box. Penelitian menggunakan desain one-group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Karena itu, perubahan skor juga mungkin dipengaruhi faktor lain, seperti interaksi sosial selama kegiatan, perhatian yang diterima peserta, atau dukungan keluarga.

Peneliti merekomendasikan penelitian berikutnya menggunakan desain yang lebih kuat, seperti randomized controlled trial atau penelitian kuasi-eksperimental dengan kelompok pembanding. Penelitian lanjutan juga disarankan melibatkan jumlah peserta yang lebih besar, lokasi yang lebih beragam, serta pengukuran jangka panjang untuk mengetahui apakah peningkatan kesejahteraan psikologis dapat bertahan setelah program berakhir.

Profil Penulis

Fiktina Vifri Ismiriyam merupakan penulis korespondensi dalam artikel ini dan berafiliasi dengan Universitas Ngudi Waluyo. Penelitian ini juga ditulis bersama Wulansari dan Imron Rosidi, yang seluruhnya tercantum dengan afiliasi Universitas Ngudi Waluyo. Artikel ini berfokus pada pemberdayaan lansia, kesehatan mental, kesejahteraan psikologis, serta pendekatan healthpreneurship dalam konteks pelayanan lansia berbasis komunitas.

Sumber Penelitian

Judul: Empowerment of Older Adults Through a Healthpreneurship-Based Mental Health Box in Optimizing Psychological Well-Being Among the Elderly
Penulis: Fiktina Vifri Ismiriyam, Wulansari, Imron Rosidi
Afiliasi: Universitas Ngudi Waluyo
Jurnal: International Journal of Education and Psychological Science (IJEPS)
Volume: 4, Nomor 5, 2026, halaman 615–626

Posting Komentar

0 Komentar