Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan dan Pengambilan Keputusan Manusia untuk Meningkatkan Efektivitas Manajemen Risiko dalam Proyek Konstruksi

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jakarta - Integrasi Kecerdasan Buatan dan Keputusan Manusia Terbukti Meningkatkan Efektivitas Manajemen Risiko Proyek Konstruksi. Penelitian yang dilakukan oleh Amrin Farikhi dari Universitas Dian Nusantara dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) edisi Vol. 5 No. 8 Tahun 2026 menyoroti bahwa kecerdasan buatan mampu mempercepat prediksi risiko, sementara pengalaman profesional manusia tetap menjadi faktor paling dominan dalam menentukan tindakan mitigasi yang tepat.

Latar Belakang dan Kontekstual Masalah

Sektor konstruksi modern beroperasi dalam lingkungan yang sangat dinamis, kompleks, dan penuh ketidakpastian. Proyek infrastruktur maupun gedung kerap melibatkan banyak pemangku kepentingan, alokasi sumber daya yang besar, serta rantai pasok yang rentan terhadap gangguan eksternal. Pendekatan manajemen risiko konvensional yang hanya mengandalkan evaluasi manual dan pengalaman individu sering kali kewalahan saat harus memprediksi serta merespons risiko secara cepat. Kehadiran teknologi Era Industri 4.0 seperti machine learning, natural language processing, dan analisis prediktif menawarkan cara baru untuk mengolah data proyek dalam jumlah besar dan mendeteksi potensi bahaya sejak dini. Namun, algoritma AI memiliki keterbatasan dalam memahami konteks lapangan yang tidak terstruktur, kondisi hubungan antar-aktor proyek, atau dinamika regulasi lokal. Oleh karena itu, pendekatan sosio-teknis yang memadukan keunggulan analisis data AI dengan pertimbangan kontekstual manusia menjadi krusial untuk menjaga kelancaran proyek.

Ringkasan Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori untuk mengukur pengaruh integrasi AI dan kapabilitas pengambilan keputusan manusia terhadap efektivitas manajemen risiko.

  • Responden Penelitian: Data primer dikumpulkan melalui survei terhadap 100 praktisi konstruksi yang berpengalaman dalam manajemen risiko, meliputi project manager (18%), construction manager (20%), site engineer (32%), supervisor (20%), dan quantity surveyor (10%). para responden menangani berbagai jenis proyek seperti gedung, infrastruktur jalan dan jembatan, serta proyek industri.
  • Instrumen Pengukuran: Kuesioner tertutup dengan skala Likert 1–5 digunakan untuk mengukur tiga variabel utama: Integrasi Artificial Intelligence (X1), Kapabilitas Pengambilan Keputusan Manusia (X2), dan Efektivitas Manajemen Risiko (Y).
  • Teknik Analisis: Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui IBM SPSS Statistics, dilengkapi dengan uji validitas (Pearson Product Moment), uji reliabilitas (Cronbach's Alpha), uji t (parsial), uji F (simultan), serta koefisien determinasi ($R^2$).
Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis statistik mengonfirmasi bahwa penggabungan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dan keputusan manusia memberikan dampak positif yang nyata terhadap efektivitas pengelolaan risiko proyek.
  • Peran Manusia Tetap Dominan: Kapabilitas Pengambilan Keputusan Manusia memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas manajemen risiko dengan koefisien regresi sebesar $\beta = 0,421$ ($p < 0,05$). Nilai ini menunjukkan bahwa keahlian, pengalaman profesional, dan pemahaman situasi dari praktisi manusia merupakan faktor penggerak paling kuat dalam menentukan kualitas keputusan risiko.
  • Kontribusi AI dalam Efektivitas Risiko: Integrasi AI terbukti secara signifikan meningkatkan efektivitas manajemen risiko dengan koefisien regresi sebesar $\beta = 0,356$ ($p < 0,05$). Penggunaan AI mempercepat proses identifikasi, analisis pola, dan prediksi keterlambatan atau potensi kegagalan proyek secara akurat.
  • Pengaruh Simultan yang Kuat: Secara bersama-sama, kombinasi AI dan keputusan manusia berpengaruh signifikan terhadap efektivitas manajemen risiko ($F = 48,621$, $p < 0,001$). Model penelitian ini mampu menjelaskan 50,1% variasi efektivitas manajemen risiko konstruksi ($R^2 = 0,501$).
Implikasi dan Dampak Nyata bagi Industri
Temuan penelitian ini menegaskan bahwa strategi transformasi digital di perusahaan konstruksi tidak boleh berfokus pada penggantian peran manusia dengan sistem otomatis. Sebaliknya, pengembang dan perusahaan kontraktor perlu menempatkan AI sebagai sistem pendukung keputusan (decision support system) yang memperkuat kapabilitas para profesional di lapangan. Penerapan pendekatan kolaboratif ini memungkinkan manajer proyek mendeteksi sinyal bahaya lebih cepat melalui data prediktif AI, lalu mengevaluasinya berdasarkan pertimbangan konteks teknis, anggaran, dan aspek legalitas. Bagi para pemangku kebijakan, akademisi, dan penyedia pelatihan vokasi, hasil penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan literasi digital dan pelatihan analisis data bagi tenaga ahli konstruksi agar mampu memanfaatkan keluaran analisis AI secara optimal.

Profil Penulis
Amrin Farikhi, M.T. Universitas Dian Nusantara. Bidang Keahlian: Manajemen Konstruksi, Teknik Sipil, Manajemen Risiko Proyek, dan Integrasi Teknologi Sistem Informasi Infrastruktur.

Sumber Penelitian
Amrin Farikhi. Integrating Artificial Intelligence and Human Decision-Making to Enhance Risk Management Effectiveness in Construction Projects. Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR). Vol. 5, No. 8, Halaman 649–662
DOI : https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i8.59
URL: https://journalfjsr.my.id/index.php/fjsr

Posting Komentar

0 Komentar