Latar Belakang dan Kontekstual Masalah
Sektor konstruksi modern beroperasi dalam lingkungan yang sangat dinamis, kompleks, dan penuh ketidakpastian
Ringkasan Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori untuk mengukur pengaruh integrasi AI dan kapabilitas pengambilan keputusan manusia terhadap efektivitas manajemen risiko
- Responden Penelitian: Data primer dikumpulkan melalui survei terhadap 100 praktisi konstruksi yang berpengalaman dalam manajemen risiko, meliputi project manager (18%), construction manager (20%), site engineer (32%), supervisor (20%), dan quantity surveyor (10%)
. para responden menangani berbagai jenis proyek seperti gedung, infrastruktur jalan dan jembatan, serta proyek industri . - Instrumen Pengukuran: Kuesioner tertutup dengan skala Likert 1–5 digunakan untuk mengukur tiga variabel utama: Integrasi Artificial Intelligence (X1), Kapabilitas Pengambilan Keputusan Manusia (X2), dan Efektivitas Manajemen Risiko (Y)
. - Teknik Analisis: Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui IBM SPSS Statistics, dilengkapi dengan uji validitas (Pearson Product Moment), uji reliabilitas (Cronbach's Alpha), uji t (parsial), uji F (simultan), serta koefisien determinasi ($R^2$)
.
Hasil analisis statistik mengonfirmasi bahwa penggabungan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dan keputusan manusia memberikan dampak positif yang nyata terhadap efektivitas pengelolaan risiko proyek
- Peran Manusia Tetap Dominan: Kapabilitas Pengambilan Keputusan Manusia memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas manajemen risiko dengan koefisien regresi sebesar $\beta = 0,421$ ($p < 0,05$)
. Nilai ini menunjukkan bahwa keahlian, pengalaman profesional, dan pemahaman situasi dari praktisi manusia merupakan faktor penggerak paling kuat dalam menentukan kualitas keputusan risiko . - Kontribusi AI dalam Efektivitas Risiko: Integrasi AI terbukti secara signifikan meningkatkan efektivitas manajemen risiko dengan koefisien regresi sebesar $\beta = 0,356$ ($p < 0,05$)
. Penggunaan AI mempercepat proses identifikasi, analisis pola, dan prediksi keterlambatan atau potensi kegagalan proyek secara akurat . - Pengaruh Simultan yang Kuat: Secara bersama-sama, kombinasi AI dan keputusan manusia berpengaruh signifikan terhadap efektivitas manajemen risiko ($F = 48,621$, $p < 0,001$)
. Model penelitian ini mampu menjelaskan 50,1% variasi efektivitas manajemen risiko konstruksi ($R^2 = 0,501$) .
Temuan penelitian ini menegaskan bahwa strategi transformasi digital di perusahaan konstruksi tidak boleh berfokus pada penggantian peran manusia dengan sistem otomatis
Profil Penulis
Amrin Farikhi, M.T. Universitas Dian Nusantara. Bidang Keahlian: Manajemen Konstruksi, Teknik Sipil, Manajemen Risiko Proyek, dan Integrasi Teknologi Sistem Informasi Infrastruktur
Sumber Penelitian
Amrin Farikhi. Integrating Artificial Intelligence and Human Decision-Making to Enhance Risk Management Effectiveness in Construction Projects. Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR). Vol. 5, No. 8, Halaman 649–662
DOI :
URL: https://journalfjsr.my.id/index.php/fjsr

0 Komentar