Memberdayakan Jemaat Gereja Melalui Pendidikan Pengolahan Makanan Sehat dan Demonstrasi Memasak untuk Mendorong Perilaku Hidup Sehat di Jemaat GKJW Manukan, Surabaya

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Surabaya - Edukasi Olahan Pangan Sehat Akademi Sages Tingkatkan Literasi Gizi Jemaat GKJW Manukan Surabaya. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Bawa Mulyono Hadi, Ivy Dian Puspitasari Prabowo, Patricia Christie Wen dari Akademi Sages Surabaya dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 8 Tahun 2026 menyoroti bahwa data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan Indonesia masih menghadapi beban ganda masalah gizi, yakni tingginya angka kurang gizi yang berdampingan dengan lonjakan kasus kelebihan berat badan serta penyakit degeneratif.

Latar Belakang dan Urgensi Program
Meskipun informasi mengenai pola makan sehat kini sangat mudah diakses melalui media digital, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari kerap menemui kendala praktis. Banyak keluarga sudah memahami pentingnya gizi seimbang, namun masih kurang terampil dalam memilih bahan makanan segar, menguasai teknik memasak yang menjaga kandungan nutrisi, hingga menyusun menu harian yang hemat namun tetap bergizi. Peningkatan pengetahuan semata terbukti kurang efektif jika tidak disertai pengalaman praktis secara langsung. Oleh karena itu, pendekatan food literacy yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan teknis, dan pengambilan keputusan pangan menjadi strategi kunci dalam membangun budaya makan sehat di lingkungan keluarga.

Pendekatan Metodologi Edukasi Interaktif
Tim peneliti menerapkan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan metode Participatory Learning and Action (PLA). Pendekatan ini menempatkan warga gereja bukan sekadar penerima informasi, melainkan sebagai mitra aktif dalam mengidentifikasi masalah, berlatih, hingga mengevaluasi program. Tahapan kegiatan diawali dengan pengukuran pengetahuan awal (pre-test), dilanjutkan dengan penyuluhan prinsip gizi seimbang dan keamanan pangan rumah tangga. Setelah itu, tim peneliti memberikan demonstrasi memasak interaktif yang diikuti langsung oleh peserta melalui praktik kelompok (hands-on practice). Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui ujian akhir (post-test), pengamatan keterampilan memasak, serta pengisian kuesioner kepuasan.

Temuan Utama dan Hasil Evaluasi
Program edukasi dan pelatihan memasak ini mencatatkan sejumlah capaian positif di tengah jemaat:
  • Peningkatan Pengetahuan Gizi: Hasil evaluasi menunjukkan tren kenaikan pemahaman peserta secara signifikan terkait konsep gizi seimbang, pembatasan konsumsi gula-garam-lemak, serta pemilihan bahan pangan lokal.
  • Peningkatan Keterampilan Memasak Sehat: Peserta berhasil menguasai dan mempraktikkan teknik memasak rendah minyak seperti mengukus, rebus, memanggang, dan menumis cepat (stir-frying).
  • Penerapan Sanitasi Pangan: Peserta mampu menerapkan prinsip dasar kebersihan dan sanitasi bahan makanan serta alat masak secara benar selama sesi praktik.
  • Keberlanjutan Program: Disusunnya media edukasi berupa buklet resep sehat berformat cetak dan digital yang dapat digunakan secara mandiri oleh jemaat di rumah.
Implikasi dan Dampak Bagi Masyarakat
Penelitian ini membuktikan bahwa gereja dan lembaga keagamaan memiliki peran strategis sebagai pusat pemberdayaan kesehatan masyarakat. Lingkungan gereja menghadirkan rasa nyaman dan kepercayaan sosial yang tinggi, sehingga mempermudah terjadinya perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan melalui dukungan antaranggota komunitas. Edukasi yang menggabungkan teori dan praktik langsung ini memudahkan para pengelola konsumsi keluarga seperti ibu rumah tangga dan pasangan muda untuk menyajikan hidangan sehat, lezat, dan ekonomis. Model pemberdayaan ini amat potensial untuk direplikasi di berbagai komunitas keagamaan maupun organisasi kemasyarakatan lainnya guna mendukung program pemerintah dalam menekan prevalensi penyakit tidak menular.

Profil Penulis
Bawa Mulyono Hadi, M.Pd. Akademi Sages Surabaya. Bidang Keahlian: Seni Kuliner, Manajemen Pelayanan Makanan, dan Edukasi Gizi Komunitas.
Ivy Dian Puspitasari Prabowo, M.P. Akademi Sages Surabaya. Bidang Keahlian: Teknologi Pangan, Keamanan Pangan, dan Pengolahan Makanan Sehat.
Patricia Christie Wen, S.Tr.Par. Akademi Sages Surabaya. Bidang Keahlian: Tata Boga, Pengembangan Kuliner Nusantara, dan Operasional Layanan Pangan.

Sumber Penelitian
Bawa Mulyono Hadi, Ivy Dian Puspitasari Prabowo, Patricia Christie Wen. Empowering Church Congregation Members Through Healthy Food Processing Education and Cooking Demonstrations to Promote Healthy Living Behavior at GKJW Manukan Congregation, Surabaya. Asian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5, No. 8 (2026), hal. 607–622
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i8.59
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar