Memberdayakan Ibu Rumah Tangga Melalui Peluang Usaha Perdagangan Canang dan Banten di Kota Denpasar

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Denpasar - Akademisi Universitas Warmadewa Dorong Ibu Rumah Tangga di Denpasar Modernisasi Usaha Canang Melalui Digitalisasi. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset A.A Ayu Erna Trisnadewi bersama A.A Sri Purnami dan Ni Made Rustini dari Universitas Warmadewa dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 8 Tahun 2026 menyoroti bahwa Langkah strategis akademisi Universitas Warmadewa ini terbukti efektif meningkatkan literasi keuangan informal serta memperluas jangkauan pasar produk keagamaan di kawasan perkotaan.

Menjawab Tantangan Perubahan Gaya Hidup Perkotaan

Dalam tradisi dan kebudayaan Hindu Bali, canang dan banten merupakan sarana persembahan harian yang bernilai spiritual, sosial, dan ekonomi tinggi. Bagi masyarakat urban di Kota Denpasar, tingkat kesibukan kerja yang tinggi menciptakan keterbatasan waktu untuk merangkai sarana upacara sendiri. Kondisi sosial-ekonomi ini melahirkan peluang bisnis yang berkelanjutan bagi para ibu rumah tangga penyedia canang dan banten siap pakai. Meskipun permintaan pasar relatif stabil dan meningkat drastis saat hari raya keagamaan, sebagian besar pelaku usaha mikro menghadapi kendala tata kelola bisnis internal. Pencatatan keuangan harian belum teratur, uang pribadi masih bercampur dengan kas modal usaha, penetapan harga jual belum menghitung Biaya Pokok Produksi (HPP), serta promosi produk masih bergantung pada kabar dari mulut ke mulut. Peningkatan literasi keuangan dan digitalisasi menjadi kunci penting agar usaha mikro yang dikelola kelompok perempuan Bali ini berdaya saing tinggi dan tahan terhadap fluktuasi ekonomi.

Metode Pendampingan Partisipatif Terintegrasi
Program pengabdian masyarakat dari Universitas Warmadewa menggunakan metode partisipatif yang menempatkan mitra pelaku usaha sebagai subjek utama kegiatan. Pelaksanaan pendampingan menyasar kelompok usaha "Canang Ayu" di Jalan Nangka No. 50, Dangin Puri, Denpasar, yang dipimpin oleh Gst Ketut Suciani beserta lima anggotanya. Tim pelaksana yang terdiri dari tiga dosen dan dua mahasiswa pendamping lapangan menjalankan program terstruktur dalam beberapa tahapan:

  • Sosialisasi dan Diskusi Partisipatif: Mengidentifikasi secara mendalam masalah prioritas pada aspek manajemen keuangan dan strategi pemasaran mitra.
  • Pelatihan Tata Kelola Keuangan: Mengajarkan pembuatan buku kas harian sederhana, pemisahan uang usaha dan uang rumah tangga, serta kalkulasi komponen bahan baku dan tenaga kerja.
  • Integrasi Teknologi Terapan: Pembuatan akun WhatsApp Business, penyusunan katalog produk di Instagram, serta penyediaan opsi pembayaran digital menggunakan kode QRIS.
  • Mentoring dan Evaluasi Rutin: Pendampingan teknis pencatatan transaksi harian dan evaluasi efektivitas promosi digital secara berkala.
Temuan Utama dan Peningkatan Kapasitas Usaha
Hasil evaluasi program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kebiasaan bisnis baru pada kelompok usaha "Canang Ayu":
  • Pemisahan Kas yang Disiplin: Anggota kelompok mulai rutin mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran harian serta berhasil memisahkan kas operasional usaha dari anggaran konsumsi keluarga.
  • Penetapan Harga Jual yang Logis: Mitra mampu menghitung akumulasi biaya modal dan menentukan harga jual yang memberikan margin keuntungan rasional.
  • Pemasaran Digital yang Rapi: Usaha ini kini memiliki media komunikasi visual melalui Instagram dan WhatsApp Business, mempermudah pemesanan dari pekerja kantoran dan pegawai pemerintahan di Denpasar.
  • Capaian Indikator Kinerja: Sebanyak 80 persen anggota mitra berhasil menguasai format pembukuan kas harian dan dasar-dasar pemanfaatan media sosial untuk promosi.
Dampak Nyata dan Implikasi Kebijakan Ekonomi Mikro

Program yang digagas para peneliti Universitas Warmadewa ini membuktikan bahwa intervensi teknologi sederhana dan pelatihan administrasi berdampak langsung pada ketahanan ekonomi keluarga. Bagi pemerintah daerah dan pemangku kebijakan UMKM, pendekatan pendampingan jarak dekat berbasis komunitas lokal ini dapat dijadikan acuan model pemberdayaan ibu rumah tangga di wilayah perkotaan. Penerapan pembayaran digital QRIS dan e-catalog tidak hanya memodernisasi perdagangan tradisi lokal, tetapi juga mempercepat inklusi keuangan digital di tingkat usaha mikro. Selain itu, pelibatan mahasiswa dalam program ini mendukung penguatan pembelajaran berbasis masyarakat dan penyerapan kearifan lokal dalam kurikulum perguruan tinggi.

Profil Penelitian
A.A Ayu Erna Trisnadewi, M.Si. adalah dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa. Ia memiliki keahlian di bidang akuntansi keuangan, tata kelola keuangan daerah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
A.A Sri Purnami, S.E., M.Si. merupakan dosen tetap pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa yang fokus pada bidang manajemen bisnis, sistem akuntansi mikro, dan pengembangan UMKM.
Ni Made Rustini, S.E., M.M. adalah pengajar dan akademisi di Universitas Warmadewa dengan bidang keahlian strategi pemasaran, manajemen sumber daya manusia, serta kewirausahaan sosial.

Sumber Penelitian
A.A Ayu Erna Trisnadewi, A.A Sri Purnami, Ni Made Rustini. Empowering Housewives through Canang and Banten Trading Business Opportunities in Denpasar City. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 8, Halaman 599–606.
DOI : https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i8.58
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar