Layanan publik di pelabuhan penyeberangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lalu Lintas Angkutan Laut dan Penyeberangan (LLA) Sebatik, Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan, dinilai telah berjalan dengan baik, meski masih terkendala oleh keterbatasan sarana dan prasarana penunjang
Penelitian tersebut disusun oleh Zainal Abidinsyah bersama pembimbingnya, Mujahid dan Rosnaini Daga dari Universitas Fajar Makassar, serta dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Global Sustainable Research (IJGSR)
Latar Belakang dan Konteks Wilayah Perbatasan
Wilayah kerja UPT LLA Sebatik mencakup lima kecamatan, yaitu Sebatik Induk, Sebatik Timur, Sebatik Tengah, Sebatik Utara, dan Sebatik Barat
Kendati memiliki fungsi strategis, operasional UPT LLA Sebatik masih dihadapkan pada keterbatasan sumber daya internal
Metodologi Penelitian
Untuk memetakan kondisi layanan secara komprehensif, para peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif
Informan kunci yang diwawancarai meliputi Kepala UPT LLA Sebatik Anton Purnomo, sejumlah petugas pelayanan (Khairul Jabbar, Rusli, Adi, dan Irwansyah Samuel), hingga para pengguna jasa pelabuhan (Saipul, Taslim, Hidayat, Amiruddin, dan Ardiansyah)
Temuan Utama
Hasil analisis berdasarkan lima dimensi SERVQUAL menunjukkan gambaran berikut
- Keandalan dan Ketanggapan Petugas (Reliability & Responsiveness): Petugas pelabuhan dinilai telah bekerja sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP)
. Mereka bersikap tanggap dalam membantu penumpang serta menyampaikan informasi jadwal dan prosedur pelayaran secara transparan . - Jaminan dan Empati (Assurance & Empathy): Petugas mampu memberikan rasa aman, kepastian tarif, dan kenyamanan
. Komunikasi dilakukan secara ramah, sopan, serta terbuka terhadap masukan dari masyarakat . - Keterbatasan Bukti Fisik (Tangibles): Fasilitas penunjang masih minim
. Beberapa dermaga, seperti Pos Dermaga Lalesalo, belum memiliki ruang tunggu penumpang . - Kapasitas Parkir dan Sanitasi: Area parkir kendaraan masih sempit dan sarana sanitasi umum belum memadai
. - Frekuensi Penyeberangan: Jumlah keberangkatan kapal feri yang terbatas menyebabkan waktu tunggu penumpang menjadi lebih panjang
.
Implikasi dan Dampak Kebijakan
Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan mutu layanan publik di kawasan terdepan Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM)
Pengembangan area parkir, pembangunan ruang tunggu yang nyaman, peremajaan fasilitas operasional, serta penambahan frekuensi keberangkatan feri menjadi prioritas mendesak agar efisiensi konektivitas di Pulau Sebatik dapat terwujud secara optimal
Profil Penulis
- Zainal Abidinsyah: Peneliti bidang administrasi dan pelayanan publik, Universitas Fajar Makassar
. - Mujahid, S.E., M.Si.: Dosen dan peneliti di Universitas Fajar Makassar dengan keahlian manajemen dan pelayanan publik
. - Rosnaini Daga, S.E., M.M.: Dosen senior dan peneliti di Universitas Fajar Makassar yang berfokus pada manajemen pemasaran, kualitas layanan, dan perilaku konsumen
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Analysis of Public Service Quality at the Ferry Port in the Traffic and Transportation UPT Sebatik, Nunukan Regency Transportation Office
- Jurnal: International Journal of Global Sustainable Research (IJGSR), Vol. 4, No. 8, Tahun 2026, Halaman 1001–1022
- DOI:
https://doi.org/10.59890/ijgsr.v4i8.317 - URL Resmi:
https://slamultitechpublisher.my.id/index.php/ijgsr/index
0 Komentar