Kualitas Layanan Pelabuhan Penyeberangan Sebatik Dinilai Positif, Namun Terkendala Fasilitas dan Frekuensi Kapal

Ilustrasi by AI

Layanan publik di pelabuhan penyeberangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lalu Lintas Angkutan Laut dan Penyeberangan (LLA) Sebatik, Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan, dinilai telah berjalan dengan baik, meski masih terkendala oleh keterbatasan sarana dan prasarana penunjang. Temuan ini diungkapkan dalam penelitian ilmiah yang dilakukan oleh tim peneliti Universitas Fajar Makassar.

Penelitian tersebut disusun oleh Zainal Abidinsyah bersama pembimbingnya, Mujahid dan Rosnaini Daga dari Universitas Fajar Makassar, serta dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Global Sustainable Research (IJGSR). Kajian ini menyoroti pentingnya keandalan moda transportasi air sebagai urat nadi mobilitas masyarakat dan arus barang di wilayah perbatasan Indonesia.

Latar Belakang dan Konteks Wilayah Perbatasan

Wilayah kerja UPT LLA Sebatik mencakup lima kecamatan, yaitu Sebatik Induk, Sebatik Timur, Sebatik Tengah, Sebatik Utara, dan Sebatik Barat. Sebagai pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, mobilitas masyarakat Sebatik sangat bergantung pada transportasi laut dan penyeberangan feri. Operasional pelabuhan ini tidak hanya memfasilitasi kebutuhan harian masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nunukan.

Kendati memiliki fungsi strategis, operasional UPT LLA Sebatik masih dihadapkan pada keterbatasan sumber daya internal. Dengan jumlah personel sebanyak 41 orang, kantor unit ini harus berbagi peralatan kerja yang minim, seperti tiga unit komputer dan printer untuk empat kelompok kerja. Bahkan, gedung kantor utama dalam kondisi rusak berat sehingga aktivitas pelayanan sementara dialihkan ke bangunan sewaan.

Metodologi Penelitian

Untuk memetakan kondisi layanan secara komprehensif, para peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan selama periode Juni hingga Juli 2026 melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi.

Informan kunci yang diwawancarai meliputi Kepala UPT LLA Sebatik Anton Purnomo, sejumlah petugas pelayanan (Khairul Jabbar, Rusli, Adi, dan Irwansyah Samuel), hingga para pengguna jasa pelabuhan (Saipul, Taslim, Hidayat, Amiruddin, dan Ardiansyah). Analisis evaluasi mengacu pada lima dimensi kualitas layanan (SERVQUAL) karya Parasuraman, Zeithaml, dan Berry, yaitu tangibles (bukti fisik), reliability (keandalan), responsiveness (ketanggapan), assurance (jaminan), dan empathy (empati).

Temuan Utama

Hasil analisis berdasarkan lima dimensi SERVQUAL menunjukkan gambaran berikut:

  • Keandalan dan Ketanggapan Petugas (Reliability & Responsiveness): Petugas pelabuhan dinilai telah bekerja sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP). Mereka bersikap tanggap dalam membantu penumpang serta menyampaikan informasi jadwal dan prosedur pelayaran secara transparan.
  • Jaminan dan Empati (Assurance & Empathy): Petugas mampu memberikan rasa aman, kepastian tarif, dan kenyamanan. Komunikasi dilakukan secara ramah, sopan, serta terbuka terhadap masukan dari masyarakat.
  • Keterbatasan Bukti Fisik (Tangibles): Fasilitas penunjang masih minim. Beberapa dermaga, seperti Pos Dermaga Lalesalo, belum memiliki ruang tunggu penumpang.
  • Kapasitas Parkir dan Sanitasi: Area parkir kendaraan masih sempit dan sarana sanitasi umum belum memadai.
  • Frekuensi Penyeberangan: Jumlah keberangkatan kapal feri yang terbatas menyebabkan waktu tunggu penumpang menjadi lebih panjang.

Implikasi dan Dampak Kebijakan

Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan mutu layanan publik di kawasan terdepan Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM). Pemerintah daerah dan Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan perlu memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk perbaikan infrastruktur pelabuhan.

Pengembangan area parkir, pembangunan ruang tunggu yang nyaman, peremajaan fasilitas operasional, serta penambahan frekuensi keberangkatan feri menjadi prioritas mendesak agar efisiensi konektivitas di Pulau Sebatik dapat terwujud secara optimal.

Profil Penulis

  • Zainal Abidinsyah: Peneliti bidang administrasi dan pelayanan publik, Universitas Fajar Makassar.
  • Mujahid, S.E., M.Si.: Dosen dan peneliti di Universitas Fajar Makassar dengan keahlian manajemen dan pelayanan publik.
  • Rosnaini Daga, S.E., M.M.: Dosen senior dan peneliti di Universitas Fajar Makassar yang berfokus pada manajemen pemasaran, kualitas layanan, dan perilaku konsumen.

Sumber Penelitian

Posting Komentar

0 Komentar