Konstruksi Citra Wali Kota di Ruang Digital: Analisis Komentar Netizen di Video Evaluasi Proyek Gorong-gorong Eri Cahyadi di Instagram

Gambar Ilustrasi AI

Kolom Komentar Instagram Wali Kota Surabaya Menjadi Ruang Audit Publik dan Negosiasi Citra Politik

SURABAYA, FORMOSA NEWS — Kolom komentar di media sosial bukan sekadar tempat menyampaikan pendapat singkat, melainkan wahana audit sosial yang menguji akuntabilitas seorang pejabat publik. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Tyo Buge Sangkuriang, Zulaikha, dan Didik Sugeng Widiarto dari Universitas Dr. Soetomo mengungkapkan bahwa citra politik Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, tidak terbentuk dari konten visual yang diunggahnya semata, melainkan dari interaksi dan tanggapan publik di kolom komentar. Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Contemporary Sciences edisi Juli 2026 ini menemukan bahwa warganet memanfaatkan unggahan evaluasi proyek gorong-gorong untuk menilai kinerja birokrasi, menuntut perbaikan infrastruktur, hingga menyuarakan kritik kepemimpinan secara langsung.

Laporan ini menyoroti bagaimana platform media sosial visual seperti Instagram telah menggeser pembentukan citra politik dari kendali penuh elit menjadi ruang interaktif yang melibatkan warga secara langsung. Temuan ini menjadi penting karena menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi pemerintah daerah di era digital sangat bergantung pada sejauh mana respon publik dikelola sebagai masukan kebijakan nyata, bukan sekadar pelengkap unggahan hiasan.

Latar Belakang dan Realita Digital

Di era komunikasi digital, kepala daerah kerap memanfaatkan media sosial untuk memperlihatkan responsivitas dan kinerja lapangan guna membangun ikatan emosional dengan warga. Akun Instagram Eri Cahyadi, yang dilengkapi dengan tagar pelayanan “#LaporCakEri”, menjadi salah satu saluran komunikasi publik utama Pemkot Surabaya. Namun, ketika mengunggah video evaluasi proyek gorong-gorong, ruang percakapan publik berkembang pesat hingga mencatatkan 2.708 komentar, 292 kirim ulang (repost), dan 625 bagikan video (share).

Fenomena ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kepemimpinan daerah sangat dipengaruhi oleh isu-isu konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti jalan berlubang, lampu penerangan yang mati, dan kualitas saluran drainase.

Metodologi Penelitian Sederhana

Untuk menguraikan pola interaksi dalam percakapan digital tersebut, tim peneliti dari Universitas Dr. Soetomo menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi tematik. Data penelitian bersumber dari 213 komentar yang berhasil diekstraksi dari unggahan video evaluasi proyek gorong-gorong Wali Kota Surabaya menggunakan perangkat ESUIT.

Analisis dilakukan melalui pembacaan berulang, pengodean awal, dan pengelompokan tema secara induktif untuk melihat bagaimana makna citra pemimpin dibangun oleh warganet. Peneliti memprioritaskan pembacaan manual guna memahami konteks emosional, sindiran, dan dinamika percakapan publik secara akurat.

Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis tematik terhadap 213 komentar sampel mengidentifikasi empat pola utama yang membentuk citra Wali Kota Surabaya di ruang digital:

  1. Permintaan Perbaikan Infrastruktur (49 Komentar): Isu yang paling mendominasi percakapan publik adalah keluhan konkret mengenai jalan bergelombang, aspal rusak, pemasangan box culvert yang tidak rata, dan lampu jalan yang padam. Hal ini membuktikan bahwa warga menilai kepemimpinan lokal berdasarkan hasil fisik yang dirasakan sehari-hari.
  2. Kritik Tata Kelola dan Pengawasan (26 Komentar): Warganet tidak hanya menyoroti kerusakan fisik, tetapi juga mengevaluasi kinerja dinas, kontraktor, dan ketiadaan pengawasan birokrasi yang ketat. Proyek infrastruktur dipandang sebagai cermin dari kapasitas organisasi pemerintah daerah secara keseluruhan.
  3. Dukungan dan Apresiasi Emosional (26 Komentar): Sebagian warganet memberikan doa, dorongan semangat, dan pujian atas langkah cepat wali kota dalam merespon keluhan warga. Dukungan ini memperkuat citra kepemimpinan yang responsif dan dekat dengan rakyat (parasocial bonding).
  4. Sindiran dan Kemarahan Publik (17 Komentar): Terdapat komentar bersuara keras, nada frustrasi, tuduhan keterlibatan buzzer, hingga desakan untuk mengganti kepemimpinan. Hal ini menunjukkan bahwa kolom komentar juga menjadi arena kontestasi makna dan delegitimasi politik.

Implikasi dan Dampak Kebijakan

Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis dan strategis bagi tata kelola pemerintahan kota serta komunikasi politik daerah:

  • Bagi Pemerintah Kota: Kolom komentar media sosial harus diperlakukan sebagai mekanisme audit sosial yang cepat dan efisien. Pemkot Surabaya disarankan menjadikan masukan warganet sebagai sistem peringatan dini untuk membenahi pelayanan publik dan kinerja kontraktor di lapangan.
  • Bagi Komunikasi Publik: Strategi komunikasi pejabat daerah tidak bisa lagi hanya mengandalkan pencitraan visual searah. Pengelola media sosial pemerintah perlu merespon kritik tata kelola secara transparan guna menjaga kepercayaan dan akuntabilitas publik.
  • Bagi Pembentukan Citra Politik: Citra seorang pemimpin daerah di ruang digital bersifat dinamis dan kontestatif. Citra positif yang dibangun melalui kehadiran visual akan runtuh jika tidak diimbangi dengan hasil pembangunan nyata yang memenuhi ekspektasi masyarakat.

Profil Penulis

  1. Tyo Buge Sangkuriang, M.I.Kom. — Peneliti dan Dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. Spesialisasi penelitiannya mencakup komunikasi politik digital, media sosial, dan dinamika opini publik.
  2. Zulaikha, M.I.Kom. — Peneliti dan Akademisi di Universitas Dr. Soetomo yang berfokus pada studi komunikasi publik, tata kelola media, dan analisis teks media sosial.
  3. Didik Sugeng Widiarto, Dr., M.Si. — Dosen Senior dan Peneliti di Universitas Dr. Soetomo dengan kepakaran dalam bidang komunikasi pemerintahan, kebijakan publik, dan strategi branding politik.

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel: Construction of the Mayor's Image in the Digital Space: Analysis of Netizen Comments on Eri Cahyadi's Culvert Project Evaluation Video on Instagram
  • Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS)
  • Rincian Publikasi: Vol. 4, No. 8, hlm. 2091–2106
  • Tahun Publikasi: 2026
  • DOI Resmi: https://doi.org/10.55927/y5ayx650
  • URL Jurnal: https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

Posting Komentar

0 Komentar