Ubur-Ubur Berpotensi Menjadi Sumber Pangan dan Bahan Baku Industri Berkelanjutan Masa Depan
Potensi ubur-ubur sebagai sumber daya laut yang kaya nutrisi dan senyawa aktif berharga berhasil diungkap melalui kajian ilmiah komprehensif
Latar Belakang dan Urgensi Sumber Daya Laut
Fenomena ledakan populasi ubur-ubur (jellyfish blooms) di kawasan pesisir sering kali dianggap sebagai ancaman ekologis yang merugikan sektor perikanan tangkap, pariwisata, dan infrastruktur pantai
Di sisi lain, kebutuhan global akan sumber pangan alternatif dan bahan baku industri hayati terus meningkat seiring berkembangnya konsep ekonomi biru (blue economy)
Ringkasan Metodologi Penelitian
Tim peneliti menerapkan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada panduan standar Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA)
Dari 25 artikel ilmiah yang teridentifikasi di awal, proses penyaringan ketat menghasilkan 7 artikel penelitian utama yang memenuhi kriteria inklusi
Temuan Utama Penelitian
Kajian ini mengungkapkan profil nutrisi dan potensi aplikasi ubur-ubur yang sangat dinamis
- Kandungan Protein dan Kolagen Tinggi: Spesies ubur-ubur segar Aurelia aurita mencatatkan kadar protein sebesar 35,63% (basis kering) dan taurin 2,68%
. Sementara itu, spesies ubur-ubur merah (Crambione mastigophora) kaya akan kolagen (2,1–10,3 mg/g) yang sangat berpotensi sebagai bahan baku kosmetik . - Senyawa Bioaktif dan Antibakteri: Ekstrak alkaloid dari spesies Bougainvillia sp. terbukti memiliki aktivitas bakterisida terhadap bakteri patogen Vibrio pada ikan
. - Potensi Pakan Budidaya (Aquafeed): Kandungan asam arakidonat (ARA) dan asam amino pemikat pada kelas Scyphozoa menjadikan ubur-ubur kandidat kuat pengganti tepung ikan
. - Keamanan Konsumsi: Ubur-ubur jenis Lychnorhiza malayensis tercatat memiliki kadar protein 24,28 g/100 g dan tidak menunjukkan aktivitas hemolitik (uji toksisitas aman)
. - Pengaruh Pengeringan Terhadap Nutrisi: Kadar air ubur-ubur segar sangat tinggi (91,1%–98,0%)
. Pengeringan tanpa garam terkontrol (seperti freeze-drying) mampu mempertahankan kadar protein (mencapai 46,30% pada Rhizostoma pulmo) . Sebaliknya, penggaraman (salt-drying) meningkatkan kadar abu secara signifikan hingga 52,89%–62,93% akibat akumulasi mineral garam .
Implikasi dan Dampak bagi Industri dan Masyarakat
Temuan riset ini memberikan arah baru bagi pemanfaatan sumber daya hayati laut secara berkelanjutan
Di sektor akuakultur, pemanfaatan ubur-ubur sebagai campuran pakan ikan dapat menekan ketergantungan pada pakan konvensional berbasis tepung ikan
Sebagaimana dinyatakan oleh Lady Ayu Sri Wijayanti dari Universitas Padjadjaran bersama tim peneliti, ubur-ubur tidak lagi sekadar organisme pengganggu ekosistem, melainkan biomass berkelanjutan yang sangat potensial untuk mendukung industri pangan, kosmetik, bioteknologi, dan perikanan budidaya masa depan
Profil Singkat Penulis
- Lady Ayu Sri Wijayanti, S.Pi., M.Si. – Dosen dan peneliti di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran, dengan keahlian di bidang pengolahan hasil perikanan dan pemanfaatan sumber daya hayati laut
. - Gilar Budi Pratama, S.Pi., M.Si. – Akademisi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran, yang berfokus pada teknologi hasil perikanan dan keanekaragaman hayati laut
. - Tito A Nugraha, S.Pi., M.Si. – Dosen di Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, ahli dalam bidang pengelolaan sumber daya perairan
. - Mukhlisnah Djalil, S.Pi., M.Si. – Dosen di Fakultas Ilmu Kelautan, Perikanan, dan Kehutanan, Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo, berfokus pada pemanfaatan dan konservasi sumber daya pesisir
. - Mochamad Ramdhan Firdaus, S.Pi., M.Si. – Peneliti di Pusat Riset Biota Sistem, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ahli di bidang biologi kelautan dan bioteknologi biota laut
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Proximate Composition and Utilization Potential of Jellyfish as a Sustainable Marine Resource: A Systematic Literature Review
- Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS)
- Tahun Publikasi: 2026
- Volume & Halaman: Vol. 4, No. 7, Halaman 1981–1994
- DOI / URL:
/https://doi.org/10.55927/tgvq2028 https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

0 Komentar