Keterlibatan Gereja dalam Pelayanan Masyarakat: Pemikiran, Ide, dan Solusi Melalui Kunjungan ke Rumah Sakit di Muara Enim

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Bandung - Kombinasi Doa dan Bantuan Pangan Efektif Redam Beban Psikososial Pendamping Pasien Rumah Sakit. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Maria Augustina Bangun, Happy Daud Ndraha, Damaianti Tamba, Jhon Leonardo Samosir, dan Boy Swingli Freni Thobias dari Sekolah Tinggi Teologi (STT) Kharisma Bandung Tanah Papua dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 8 Tahun 2026 menyoroti bahwa integrasi antara dukungan spiritual berupa doa pemulihan dan bantuan fisik praktis seperti makanan siap saji secara signifikan mampu meredakan kecemasan, kelelahan fisik, serta beban psikososial keluarga pendamping pasien di rumah sakit.

Latar Belakang: Krisis Eksistensial dan Beban Ganda Pendamping Pasien

Lingkungan rumah sakit bukan hanya menjadi tempat perawatan fisik pasien, melainkan juga pusat terjadinya krisis psikologis dan eksistensial bagi keluarga yang mendampingi. Keluarga pendamping sering menghadapi caregiver burden atau beban pengasuhan ganda, yang mencakup kelelahan fisik akibat jam jaga yang tidak menentu, stres finansial, hingga ketidakpastian kondisi medis anggota keluarga mereka. Kondisi ini makin memburuk di area perawatan intensif seperti Intensive Care Unit (ICU). Pembatasan akses kunjungan demi sterilisasi medis kerap memaksa keluarga menunggu berhari-hari di koridor yang dingin tanpa sistem pendukung emosional yang memadai. Di sisi lain, lembaga keagamaan kerap kali terjebak dalam aktivitas internal dan kurang hadir secara langsung dalam fasilitas medis publik.

Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan metode riset aksi pastoral (pastoral action research). Data primer dikumpulkan melalui tiga teknik utama:

  • Observasi Partisipatif: Mengamati secara langsung kondisi fisik dan tingkat kelelahan mental penunggu pasien di koridor ICU dan bangsal perawatan kelas tiga.
  • Wawancara Klinis Pastoral: Menggunakan teknik active listening untuk membangun hubungan saling percaya dan mendengarkan keluhan subjektif subjek.
  • Catatan Lapangan Reflective: Mengatur intervensi yang mencakup pemetaan psikososial, doa pemulihan, pembagian paket makanan siap saji, serta penanganan jangka panjang.
Studi ini memfokuskan analisisnya pada tiga kluster kasus utama pasien dan keluarga penunggu di RSUD Dr. H. Mohamad Rabain Muara Enim.

Temuan Utama Penelitian
Penelitian mencatat tiga temuan penting berdasarkan intervensi langsung di lapangan:
  • Penurunan Gejala Psikosomatik pada Penunggu Pasien ICU: Pada kasus pendamping pasien ICU yang mengalami kecemasan akut hingga memicu kambuhnya penyakit fisik (seperti asam urat akibat stres kronis), pendekatan wawancara aktif dan doa bersama berhasil menurunkan ketegangan saraf emosional secara signifikan.
  • Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Pemutus Isolasi Sosial: Banyak keluarga pendamping pasien terpaksa mengabaikan asupan gizi karena enggan meninggalkan area ICU atau terkendala anggaran. Pemberian bantuan praktis berupa nasi bungkus siap saji yang disertai doa terbukti memberikan kehangatan emosional dan memutus rasa terisolasi.
  • Rekonstruksi Paradigma Spiritual dan Advokasi Sosial: Pada kasus pasien dengan beban multidimensi—seperti pasien rawat inap yang mengalami krisis kepercayaan karena harus merawat anak penyandang disabilitas—pendampingan pastoral berhasil mengubah cara pandang pasien. Tim peneliti juga melanjutkan bantuan dengan menghubungkan keluarga tersebut ke Dinas Sosial Kabupaten Muara Enim untuk mendapatkan program bantuan resmi.
Dampak dan Implikasi Bagi Masyarakat
Penelitian ini membawa dampak praktis bagi tata kelola pelayanan sosial keagamaan dan kemanusiaan. Integrasi antara bantuan spiritual dan materi terbukti mampu mengubah pelayanan yang bersifal sementara (charitative) menjadi pelayanan yang bertransformasi dan berdampak panjang. Bagi dunia medis dan masyarakat umum, model pendampingan holistic ini terbukti mengurangi beban kecemasan pendamping pasien yang pada akhirnya menciptakan lingkungan pemulihan yang lebih kondusif. Model ini juga memberikan panduan aplikatif bagi komunitas lokal untuk membangun tim kunjungan sosial yang terstruktur di fasilitas kesehatan publik.

Profil Penulis
Maria Augustina Bangun, S.Th. — Peneliti utama dan akademisi dari Sekolah Tinggi Teologi (STT) Kharisma Bandung dengan bidang keahlian Teologi Praktika dan Pelayanan Pastoral Klinis.
Happy Daud Ndraha, S.Th. — Peneliti dan akademisi STT Kharisma Bandung, fokus pada bidang Diakonia Publik dan Pengembangan Masyarakat.
Damaianti Tamba, S.Th. — Peneliti STT Kharisma Bandung dengan konsentrasi keahlian Pastoral Care dan Psikologi Agama.
Jhon Leonardo Samosir, S.Th. — Peneliti STT Kharisma Bandung yang menekuni bidang Kepemimpinan Teologis dan Kepedulian Sosial.
Boy Swingli Freni Thobias, S.Th. — Peneliti STT Kharisma Bandung dengan fokus kajian Aksosial Pastoral dan Etika Publik.

Sumber Penelitian
Maria Augustina Bangun, Happy Daud Ndraha, Damaianti Tamba, Jhon Leonardo Samosir, Boy Swingli Freni Thobias. Church Involvement in Community Service: thoughts, Ideas, and Solutions through Hospital Visits in Muara Enim. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 8, hlm. 633–644
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i8.65
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar