CIMAHI — Ketidakseimbangan antara urusan pekerjaan dengan kehidupan pribadi serta tingginya kecemasan akan kelangsungan status kerja terbukti menjadi pemicu utama meningkatnya tingkat stres pada buruh perempuan di industri garmen. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Eka Agung Wahyudi dan R.M Juddy Prabowo dari Universitas Jenderal Achmad Yani mengungkapkan bahwa perbaikan keseimbangan kehidupan kerja dan penekanan tingkat rasa tidak aman dalam bekerja berpengaruh signifikan terhadap penurunan stres kerja buruh perempuan bagian pengepakan. Kajian empiris yang mengambil lokasi di salah satu pabrik garmen Kota Cimahi ini memberikan arah strategis bagi manajemen industri manufaktur dalam menjaga kesejahteraan psikologis pekerja sekaligus mempertahankan produktivitas perusahaan.
Latar belakang penelitian ini berfokus pada dinamika sektor industri tekstil dan pakaian jadi yang menyerap jutaan tenaga kerja di Indonesia, di mana mayoritas pekerja operasionalnya adalah perempuan. Tekanan efisiensi, target produksi yang tinggi, serta ketatnya persaingan industri kerap berdampak langsung pada kondisi mental para buruh. Beban kerja fisik yang berat di divisi pengepakan yang dikombinasikan dengan beban domestik di rumah serta ketidakpastian status kontrak kerja menciptakan tekanan ganda yang memicu gejala stres, seperti sulit berkonsentrasi dan merasa terbebani oleh tugas harian.
Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggabungkan analisis deskriptif dan asosiatif. Sampel penelitian mencakup 66 buruh perempuan berstatus kontrak di bagian pengepakan pabrik garmen di Kota Cimahi yang dipilih secara acak dari total populasi 193 pekerja. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala diferensial semantik dan selanjutnya diolah menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25 untuk menguji pengaruh parsial maupun simultan melalui regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, keseimbangan kehidupan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stres kerja. Artinya, semakin buruk atau tidak seimbangnya alokasi waktu dan energi pekerja antara dunia profesional dan kehidupan pribadi, semakin tinggi tingkat stres yang dialami. Sebaliknya, variabel rasa tidak aman dalam bekerja atau kecemasan kehilangan pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja. Semakin tinggi kekhawatiran buruh akan pemutusan hubungan kerja atau perubahan status kontrak, semakin meningkat pula tekanan psikologis yang mereka rasakan saat bekerja.
Secara simultan, keseimbangan kehidupan kerja dan rasa tidak aman dalam bekerja terbukti berpengaruh nyata terhadap stres kerja buruh perempuan. Kedua variabel ini berkontribusi menjelaskan variasi tingkat stres kerja sebesar 13 persen, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa masalah alokasi waktu luang dan kepastian masa depan karier merupakan dua fondasi kritis yang menentukan stabil atau tidaknya emosi serta fokus kerja para buruh di lini produksi.
Implikasi dari penelitian ini sangat penting bagi tata kelola manajemen sumber daya manusia di industri manufaktur dan pembuat kebijakan ketenagakerjaan. Perusahaan disarankan untuk meninjau kembali pembagian volume kerja agar tidak memaksa buruh melakukan lembur berlebihan, sekaligus menerapkan batasan jam kerja yang tegas. Selain itu, guna menekan kecemasan terkait keberlangsungan kerja, manajemen dapat memberikan pelatihan perencanaan keuangan, fasilitas koperasi, jaminan kesehatan yang memadai, serta papan evaluasi kinerja yang transparan guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan suportif bagi pekerja perempuan.
Profil Penulis
Eka Agung Wahyudi, Universitas Jenderal Achmad Yani
R.M Juddy Prabowo, Universitas Jenderal Achmad Yani
Sumber Penelitian
Judul Artikel: The Effect of Work-Life Balance and Job Insecurity on the Work Stress of Female Contract Workers in the Packing Section at One of the Garment Factories in Cimahi City
Nama Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR)
Tahun Publikasi: 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i9.152
URL Resmi: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr
0 Komentar