BRMP Mektan merupakan unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Pertanian yang menjalankan kegiatan terkait penelitian, pengembangan, perakitan, serta modernisasi mesin dan peralatan pertanian. Tugas tersebut membutuhkan koordinasi antarpersonel, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai target.
Namun, pengamatan awal yang dilakukan peneliti menemukan sejumlah persoalan dalam kinerja pegawai. Beberapa pegawai masih mengalami kesulitan memenuhi target pekerjaan. Koordinasi antarrekan kerja juga belum selalu berjalan efektif. Selain itu, terdapat pegawai yang cenderung menunggu instruksi atasan sebelum mengambil tindakan dalam menyelesaikan pekerjaan.
Masalah Kerja Sama dan Inisiatif Pegawai
Survei awal terhadap 40 pegawai memberikan gambaran mengenai kondisi tersebut. Pada aspek kinerja, kemampuan menyesuaikan diri dengan tuntutan pekerjaan hanya memperoleh persentase jawaban “ya” sebesar 50 persen. Sementara itu, kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai target berada pada 52,5 persen.
Pada variabel kerja sama tim, kepercayaan antaranggota tim tercatat 47,5 persen dan kekompakan tim hanya 45 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat ruang untuk memperkuat hubungan dan koordinasi antarpegawai.
Etos kerja juga memperlihatkan persoalan serupa. Indikator inisiatif menjadi salah satu aspek dengan persentase terendah, yakni 47,5 persen. Artinya, sebagian pegawai masih belum secara konsisten mengambil inisiatif untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa menunggu instruksi atasan.
Menurut Vini Nadia Insyaffiana dan Sam Cay dari Universitas Pamulang, kondisi tersebut menjadi konteks penting untuk melihat hubungan antara kerja sama tim, etos kerja, dan kinerja pegawai. Kerja sama yang kuat memungkinkan pegawai saling membantu, berbagi tanggung jawab, membangun kepercayaan, dan bekerja menuju sasaran yang sama. Sementara itu, etos kerja tercermin melalui tanggung jawab, kedisiplinan, komitmen, semangat, dan inisiatif dalam menjalankan tugas.
Melibatkan 85 Pegawai
Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data dari 85 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan kemudian dianalisis menggunakan sejumlah pengujian statistik dengan bantuan SPSS.
Peneliti terlebih dahulu memastikan bahwa instrumen yang digunakan mampu mengukur variabel penelitian secara layak dan konsisten. Seluruh item pada variabel kerja sama tim, etos kerja, dan kinerja pegawai dinyatakan valid karena nilai korelasinya melampaui batas yang ditetapkan.
Uji reliabilitas juga menunjukkan hasil yang memenuhi standar. Nilai Cronbach's Alpha mencapai 0,812 untuk kerja sama tim, 0,767 untuk etos kerja, dan 0,678 untuk kinerja pegawai.
Pengujian asumsi model juga tidak menunjukkan masalah berarti. Uji normalitas menghasilkan nilai signifikansi 0,200, sementara nilai tolerance sebesar 0,945 dan VIF sebesar 1,059 menunjukkan tidak terdapat persoalan multikolinearitas antara variabel kerja sama tim dan etos kerja.
Kerja Sama Tim Berhubungan dengan Kinerja
Hasil analisis menunjukkan bahwa kerja sama tim memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Dalam pengujian secara parsial, nilai t mencapai 8,582, lebih tinggi daripada nilai t tabel sekitar 1,989, dengan tingkat signifikansi 0,000.
Model regresi sederhana menghasilkan persamaan Y = 19,540 + 0,504X₁. Koefisien korelasi mencapai 0,686, sedangkan koefisien determinasi sebesar 47 persen.
Angka tersebut berarti kerja sama tim dalam model sederhana berkaitan dengan 47 persen variasi kinerja pegawai, sementara bagian lainnya berkaitan dengan faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model parsial tersebut.
Temuan ini sejalan dengan kondisi awal di BRMP Mektan. Ketika kepercayaan dan kekompakan dalam tim masih rendah, koordinasi dan pembagian pekerjaan dapat menjadi lebih sulit. Sebaliknya, kerja sama yang lebih baik dapat membantu pegawai menyelesaikan pekerjaan secara lebih terkoordinasi.
Etos Kerja Juga Berpengaruh
Etos kerja menunjukkan pola yang serupa. Pengujian secara parsial menghasilkan nilai t sebesar 8,788 dengan signifikansi 0,000. Nilai tersebut melampaui t tabel sekitar 1,989 sehingga hubungan positif dan signifikan antara etos kerja dan kinerja pegawai didukung oleh hasil statistik.
Persamaan regresi sederhananya adalah Y = 18,092 + 0,540X₂, dengan koefisien korelasi sebesar 0,694 dan koefisien determinasi 48,2 persen.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa etos kerja merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan kinerja pegawai. Aspek seperti inisiatif, kemampuan membangun hubungan kerja, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai target menjadi bagian penting dari etos kerja yang dikaji.
Dua Faktor Menjelaskan 77,1 Persen Variasi Kinerja
Ketika kerja sama tim dan etos kerja dianalisis secara bersamaan, keduanya menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Persamaan regresi berganda yang diperoleh adalah Y = 6,705 + 0,406X₁ + 0,439X₂.
Nilai F mencapai 137,989 dengan signifikansi 0,000. Sementara itu, koefisien determinasi mencapai 77,1 persen. Dengan demikian, kerja sama tim dan etos kerja secara bersama-sama menjelaskan 77,1 persen variasi kinerja pegawai dalam model penelitian, sedangkan 22,9 persen lainnya berkaitan dengan faktor di luar model.
Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa peningkatan kinerja tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu menyelesaikan tugas. Lingkungan kerja yang mendorong kolaborasi serta sikap pegawai terhadap pekerjaan juga menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian target organisasi.
Implikasi bagi Pengelolaan Pegawai
Hasil penelitian Vini Nadia Insyaffiana dan Sam Cay dapat menjadi masukan bagi pengelola organisasi dalam memperkuat kinerja pegawai melalui dua sisi sekaligus. Dari sisi kerja sama, organisasi dapat memperhatikan pembangunan kepercayaan, kekompakan, komunikasi, dan pembagian tanggung jawab antaranggota tim.
Sementara dari sisi etos kerja, penguatan inisiatif, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja secara mandiri dapat menjadi perhatian. Temuan survei awal mengenai rendahnya inisiatif menunjukkan bahwa pegawai masih membutuhkan lingkungan kerja yang mendorong pengambilan tindakan secara bertanggung jawab, bukan sekadar menunggu instruksi.
Secara lebih luas, penelitian ini memperlihatkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia di lembaga pemerintahan juga membutuhkan perhatian terhadap hubungan kerja dan perilaku pegawai. Bagi institusi yang menjalankan tugas teknis seperti BRMP Mektan, kolaborasi dan etos kerja dapat menjadi bagian dari upaya menjaga efektivitas pelaksanaan program.
Profil Penulis
Vini Nadia Insyaffiana merupakan penulis dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang. Bidang kajian dalam artikel ini berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia, khususnya kerja sama tim, etos kerja, dan kinerja pegawai.
Sam Cay merupakan penulis dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang. Artikel yang ditulis bersama Vini Nadia Insyaffiana ini membahas pengelolaan sumber daya manusia dalam konteks organisasi pemerintahan, dengan fokus pada hubungan kerja sama tim dan etos kerja terhadap kinerja pegawai.
Sumber Penelitian
Judul: The Influence of Teamwork and Work Ethic on Employee Performance at the Agricultural Mechanization Assembly and Modernization Center (BRMP Mektan) in Tangerang Regency
Penulis: Vini Nadia Insyaffiana & Sam Cay
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS)
Volume: 4, Nomor 9, 2026, halaman 1089–1104
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i9.51
URL Jurnal: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas
0 Komentar