Kerangka Kepemimpinan Berkelanjutan Terintegrasi untuk Perusahaan Asuransi Pasca-Merger di Indonesia

Ilustrasi by AI

Chusnul Chotimah dan Hapzi Ali dari Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya mengkaji peran kepemimpinan strategis dalam mendorong transformasi keberlanjutan serta merumuskan Integrated Sustainability Leadership Framework (ISLF) untuk industri asuransi umum di Indonesia. Penelitian yang menyoroti dinamika periode 2021 hingga semester pertama 2026 dengan studi kasus PT Asuransi Bhakti Bhayangkara ini sangat penting di tengah gelombang konsolidasi, digitalisasi, dan penerapan keuangan berkelanjutan di sektor jasa keuangan.

Industri perasuransian nasional saat ini menghadapi perubahan lanskap yang menuntut pemenuhan modal minimum berdasarkan POJK Nomor 23 Tahun 2023, yang memicu aksi korporasi berupa merger dan restrukturisasi organisasi. Namun, literatur sebelumnya kerap membahas kepemimpinan strategis dan keberlanjutan secara terpisah, sehingga belum mampu menjelaskan secara komprehensif bagaimana kepemimpinan mengorkestrasi transformasi organisasi menuju bisnis yang berkelanjutan.

Pendekatan penelitian ini menggunakan studi literatur integratif dan pembangunan teori yang diperkuat dengan bukti empiris kontekstual dari industri asuransi umum di Indonesia.

  • Kepemimpinan strategis terbukti bertindak sebagai kapabilitas dinamis yang mengintegrasikan orientasi keberlanjutan ke dalam tata kelola, kapabilitas organisasi, inovasi, manajemen pemangku kepentingan, dan transformasi perusahaan.
  • Penelitian ini berhasil merumuskan konsep Integrated Sustainability Leadership (ISL) serta model kerangka kerja ISLF yang menghubungkan kepemimpinan strategis, tata kelola, kesiapsiagaan merger, integrasi ESG (Environmental, Social, and Governance), kapabilitas dinamis, ketahanan organisasi, dan keunggulan kompetitif berkelanjutan.

Menurut Chusnul Chotimah dan Hapzi Ali dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, kerangka kerja ini tidak hanya memperkaya literatur manajemen strategis, tetapi juga berfungsi sebagai referensi praktis bagi para pemimpin perusahaan asuransi dalam merancang transformasi organisasi pasca-merger yang adaptif, tangguh, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Profil Penulis:

  • Chusnul Chotimah: Peneliti dan mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.
  • Hapzi Ali: Profesor dan akademisi dari Program Doktor Ilmu Ekonomi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Sumber Penelitian:

Posting Komentar

0 Komentar