Limbah Kulit Ikan Tuna Berhasil Diolah Menjadi Minyak Pijat Berkualitas dan Stabil
Pemanfaatan limbah kulit ikan tuna (Thunnus sp.) yang diperkaya ekstrak serai dan kayu bajakah berhasil menghasilkan minyak pijat bernilai tambah tinggi dengan kualitas organoleptik yang disukai dan stabilitas kimia yang baik
Latar Belakang dan Urgensi Pengolahan Limbah Perikanan
Industri pengolahan ikan tuna di Indonesia berkembang pesat melalui pembuatan berbagai produk olahan seperti nugget, bakso, dan sosis
Di sisi lain, kulit ikan tuna mengandung fraksi lemak dan senyawa kaya kolagen yang berpotensi dimanfaatkan kembali
Ringkasan Metodologi Penelitian
Penelitian laboratorium ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif
Minyak kulit tuna murni tersebut kemudian diformulasikan dengan ekstrak serai dan ekstrak kayu bajakah pada formulasi rasio 70:15:15
Temuan Utama Penelitian
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa minyak pijat formulasi kulit tuna, serai, dan kayu bajakah memiliki mutu organoleptik dan kimia yang memuaskan
- Diterima Baik oleh Panelis: Uji organoleptik menghasilkan skor rata-rata warna sebesar 3,90 (kategori netral), aroma sebesar 4,15 (kategori suka), dan tekstur sebesar 4,10 (kategori suka)
. Skor aroma yang tinggi membuktikan bahwa ekstrak serai efektif menutupi bau amis khas minyak ikan . - Kadar Asam Lemak Bebas Rendah: Rata-rata kadar FFA tercatat sebesar 1,14% (atau setara dengan angka asam sekitar 2,27 mg KOH/g), yang mengindikasikan bahwa proses pemurnian berhasil menekan kerusakan hidrolitik pada minyak
. - Tingkat Oksidasi Rendah: Rata-rata bilangan peroksida berada pada angka 3,24 mEq O₂/kg
. Angka ini menunjukkan bahwa minyak belum mengalami tingkat oksidasi primer yang berat sehingga terhindar dari ketengikan saat diuji . - Tingkat Kejenuhan Lemak: Bilangan iod tercatat rata-rata sebesar 33,03 g I₂/100 g
. Nilai yang relatif rendah untuk minyak ikan ini menunjukkan tingkat ketidakjenuhan yang sedang, yang justru menguntungkan produk minyak pijat karena lebih stabil terhadap risiko oksidasi selama penyimpanan .
Implikasi dan Dampak bagi Industri dan Masyarakat
Inovasi dari peneliti Politani Pangkep ini membuka peluang baru bagi penerapan ekonomi sirkular (circular economy) di sektor kelautan dan perikanan
Bagi dunia usaha skala UMKM maupun industri kosmetik herbal, formulasi ini menawarkan alternatif produk minyak pijat berbasis bahan alam lokal yang aman dan nyaman digunakan
Sebagaimana ditekankan oleh Mursida dan tim peneliti dari Politani Pangkep, pemanfaatan limbah kulit ikan tuna yang dipadukan dengan bahan alam lokal seperti serai dan bajakah mampu menghasilkan produk minyak pijat bernilai ekonomis tinggi dengan stabilitas kimia dan penerimaan konsumen yang sangat baik
Profil Singkat Penulis
- Lisnawati, S.St.Pi. – Peneliti dari Program Studi Pengolahan dan Penyimpanan Hasil Perikanan, Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Politani Pangkep)
. - Syahriati, S.T., M.Si. – Dosen dan staf pengajar di Jurusan Teknologi Pertanian, Politani Pangkep, ahli dalam bidang teknologi pengolahan hasil pertanian dan perikanan
. - Adilham, S.Pi., M.Si. – Dosen di Jurusan Teknologi Pertanian, Politani Pangkep, berfokus pada pengembangan dan rekayasa produk perikanan
. - Mursida, S.Pi., M.Si. – Dosen dan peneliti di Program Studi Pengolahan dan Penyimpanan Hasil Perikanan, Politani Pangkep, dengan keahlian di bidang biokimia perikanan dan pemanfaatan produk sampingan laut
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Quality Characteristics of Massage Oil Produced from Tuna Skin Waste (Thunnus sp.) Enriched with Lemongrass and Bajakah Wood
- Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS)
- Tahun Publikasi: 2026
- Volume & Halaman: Vol. 4, No. 7, Halaman 2027–2042
- DOI / URL:
/https://doi.org/10.55927/ksaped11 https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

0 Komentar