Kanker Paru Langka Menyerupai Tuberkulosis pada Pemuda 22 Tahun Picu Peringatan Klinis

Ilustrasi by AI

Peneliti Doby Indrawan dan Muhammad Ramadhani Aurino Disastranegara dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, mempublikasikan studi penting pada Agustus 2026 yang menginvestigasi kasus karsinoma sel kecil paru (small cell lung cancer / SCLC) pada pasien muda berusia 22 tahun. Riset ini sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan klinis di wilayah endemik tuberkulosis, di mana gejala kanker paru sering kali disalahartikan sebagai TBC sehingga berisiko menunda penanganan onkologis yang krusial.

Kasus tuberkulosis paru tetap menjadi beban kesehatan utama di berbagai negara dengan gejala umum seperti batuk kronis, demam, dan penurunan berat badan yang sangat mirip dengan manifestasi klinis kanker paru. Karena kanker paru umumnya menyerang perokok lanjut usia, tenaga medis sering kali mengabaikan kemungkinan keganasan pada pasien muda, yang akhirnya berujung pada pemberian terapi obat anti-tuberkulosis empiris tanpa konfirmasi mikrobiologis yang memadai.

Penelitian ini menganalisis laporan kasus mendalam dari seorang pemuda 22 tahun yang awalnya mengalami batuk persisten, demam intermiten, dan penurunan berat badan drastis, sehingga didiagnosis menderita tuberkulosis paru dan menerima pengobatan intensif. Ketika kondisi fisiknya tidak kunjung membaik dan muncul pembengkakan kelenjar getah bening serta anggota gerak, tim medis melakukan biopsi jaringan dan pemindaian tomografi komputer (computed tomography / CT scan) dada.

Hasil investigasi klinis mengungkapkan beberapa temuan utama berikut:

  • Terapi obat anti-tuberkulosis tidak memberikan perbaikan berarti pada berat badan dan kondisi umum pasien, kecuali sedikit penurunan frekuensi batuk.
  • Munculnya tanda bahaya klinis baru berupa pembengkakan kelenjar getah bening leher unilateral serta pembengkakan pada wajah dan ekstremitas mengindikasikan proses penyakit sistemik yang progresif.
  • Biopsi kelenjar getah bening dan pemindaian CT scan dada berhasil mengonfirmasi adanya massa di paru kanan yang didiagnosis sebagai kanker sel kecil (small cell lung cancer / SCLC) stadium lanjut dengan komplikasi efusi pleura ganas dan gagal napas.

Temuan ini memberikan implikasi besar bagi dunia kesehatan dan kebijakan penanganan medis di fasilitas pelayanan primer maupun rujukan. Menurut Doby Indrawan dan Muhammad Ramadhani Aurino Disastranegara dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, ketiadaan respons positif terhadap pengobatan TBC harus segera memicu evaluasi ulang diagnostik secara komprehensif, termasuk pemanfaatan biopsi jaringan, guna menghindari keterlambatan penanganan kanker yang berakibat fatal.

Profil Singkat Penulis

  • Doby Indrawan: Dosen dan peneliti di Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan keahlian di bidang kesehatan masyarakat dan kedokteran klinis.
  • Muhammad Ramadhani Aurino Disastranegara: Peneliti di Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan fokus pada kajian kesehatan masyarakat.

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel: Small Cell Lung Cancer Mimicking Pulmonary Tuberculosis in a 22-Year-Old Man: A Diagnostic Challenge in a Tuberculosis-Endemic Setting
  • Nama Jurnal: International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST)
  • Tahun Publikasi: Agustus 2026
  • DOI: https://doi.org/10.59890/ijist.v4i8.33

Posting Komentar

0 Komentar