Job Hopping Hambat Karier Gen Z di Padang Kecuali Didukung Keterikatan Kerja Tinggi

Ilustrasi by AI

PADANG — Fenomena sering berpindah pekerjaan atau job hopping pada karyawan Generasi Z terbukti menghambat pengembangan karier dan menurunkan keterikatan kerja di Kota Padang. Temuan mendalam ini diungkapkan dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh Sri Rahma Lisya dan Muhammad Oceano Fauzan dari Program Magister Manajemen Universitas Negeri Padang. Hasil studi menunjukkan bahwa strategi berpindah tempat kerja dalam waktu singkat tanpa perencanaan matang justru merugikan masa depan profesional pekerja muda.

Dinamika dunia kerja modern di Kota Padang memperlihatkan peningkatan populasi usia produktif Generasi Z yang cukup signifikan. Namun, kondisi tersebut diwarnai kecemasan terkait kejelasan jalur karier, keterbatasan program pelatihan, serta tingginya ekspektasi terhadap akselerasi karier. Banyak pekerja muda terdorong mengambil keputusan impulsif untuk berpindah perusahaan saat merasa kurang diapresiasi atau menghadapi pekerjaan yang monoton.

Untuk menguji fenomena tersebut, para peneliti menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 130 karyawan Generasi Z di Kota Padang dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling atau PLS-SEM dengan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Metode ini digunakan untuk mengukur hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel penelitian.

Hasil analisis statistik mencatat beberapa temuan utama terkait perilaku kerja Generasi Z:

Job hopping berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengembangan karier, yang menandakan bahwa semakin tinggi kecenderungan berpindah tempat kerja, semakin rendah capaian karier yang diperoleh. Perilaku sering berpindah perusahaan juga terbukti menurunkan tingkat keterikatan kerja, antusiasme, dan dedikasi karyawan terhadap pekerjaan mereka saat ini.

Sebaliknya, adaptabilitas karier berpotensi meningkatkan pengembangan karier secara signifikan, menunjukkan bahwa kesiapan dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja membantu mempercepat kemajuan karier. Keterikatan kerja juga terbukti memberikan dampak positif yang kuat terhadap pengembangan karier, karena karyawan yang memiliki keterikatan emosional dan antusiasme tinggi cenderung lebih proaktif meningkatkan keterampilan.

Selain itu, keterikatan kerja terbukti mampu menjadi variabel pemediasi yang mengubah dampak job hopping. Perpindahan pekerjaan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan karier Generasi Z apabila didukung oleh keterikatan kerja yang tinggi. Keterikatan emosional tersebut memungkinkan fleksibilitas perpindahan kerja dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas jaringan dan menguasai berbagai keterampilan baru.

Implikasi dari penelitian ini sangat penting bagi para praktisi manajemen sumber daya manusia, pimpinan perusahaan, dan pembuat kebijakan. Perusahaan diimbau tidak hanya berfokus pada kompensasi finansial, melainkan juga membangun lingkungan kerja yang mendukung keterikatan emosional karyawan serta menyediakan jalur pengembangan karier dan pelatihan yang terstruktur. Bagi pekerja Generasi Z, penguatan komitmen kerja dan kemampuan adaptasi menjadi kunci utama untuk mencapai keberhasilan karier jangka panjang.

Profil Penulis:

Sri Rahma Lisya, Universitas Negeri Padang

Muhammad Oceano Fauzan, Universitas Negeri Padang

Sumber Penelitian: 

Judul Artikel: The Influence of Job Hopping and Career Adaptability on Generation Z's Career Development with Work Engagement as a Mediating Variable in Padang City

Nama Jurnal: East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) 

Tahun Publikasi: 2026 

DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i8.265 

URL: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr

Posting Komentar

0 Komentar