Tantangan Gaya Hidup Modern dan Pergeseran Jam Biologis
Gaya hidup masyarakat modern semakin menjauhkan manusia dari siklus alami siang dan malam
Sintesis Bukti Ilmiah dan Jalur Mikroba
Untuk memetakan dampak gangguan jam biologis terhadap organ dalam secara komprehensif, Mufida dan Sugihartono menganalisis 18 artikel penelitian primer dan artikel ulasan bereputasi yang terindeks di PubMed, Scopus, dan Google Scholar dari periode 2020 hingga 2025
Temuan Utama: Rantai Reaksi dari Usus ke Hati
Tinjauan ilmiah ini mengungkapkan rantai reaksi biologis bertahap yang menghubungkan kebiasaan hidup tidak teratur dengan kerusakan fungsi hati
- Perubahan Fungsi Mikrobioma Usus: Pergeseran jam tidur dan bangun terbukti mengubah profil fungsional serta jaringan interaksi bakteri usus bahkan sebelum terjadi perubahan jumlah populasi bakteri secara drastis
. - Hilangnya Ritme Mikroba Oscilator: Makanan yang dikonsumsi pada waktu yang salah atau terbiasa makan di malam hari merusak populasi bakteri usus fungsional (microbial oscillators) yang membutuhkan siklus puasa-makan teratur untuk menghasilkan senyawa metabolik penting
. - Kerusakan Dinding Usus (Leaky Gut): Gangguan irama sirkadian melemahkan integritas membran usus
. Penurunan daya tahan membran ini menyebabkan kebocoran racun bakteri, seperti lipopolysaccharides (LPS), yang kemudian mengalir langsung menuju hati melalui pembuluh darah vena porta . - Disrupsi Sinyal Asam Empedu dan SCFA: Jam biologis yang tidak terkoordinasi menurunkan produksi asam lemak rantai pendek (Short-Chain Fatty Acids/SCFA) dan mengganggu transformasi asam empedu, sehingga mengurangi kontrol alami tubuh terhadap metabolisme glukosa dan lemak
. - Peradangan Hati dan Penumpukan Lemak: Racun dan mediator inflamasi yang sampai ke hati mengaktifkan respon imun berlebih, memicu peradangan kronis tingkat rendah, stres oksidatif, dan mempercepat penumpukan lemak (lipid accumulation) pada sel-sel hati
.
Hasil penelitian ini memberikan panduan praktis yang sangat berharga bagi kesehatan masyarakat, kebijakan tempat kerja, dan praktik kedokteran klinis
Profil Penulis
Annisa Zahra Mufida, S.Ked., M.Sc. – Peneliti dan akademisi di Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia. Memiliki kepakaran di bidang biokimia kedokteran, kesehatan metabolik, dan fisiologi gastrointestinal
dr. Titong Sugihartono, Sp.PD, K-GEH – Peneliti klinis dan dosen staf pengajar di Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga / RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia. Berkeahlian spesialis dalam bidang ilmu penyakit dalam, gastroenterologi, dan hepatologi
Sumber Penelitian
Annisa Zahra Mufida, Titong Sugihartono. Circadian Disruption and the Gut-Liver Axis: Linking Modern Lifestyle, Microbiome Dysbiosis, and Metabolic Liver Health. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Vol. 5, No. 8, hal. 1851–1868)
DOI:

0 Komentar