Ideologi Pancasila Jadi Benteng Utama Redam Radikalisme dan Polarisasi Politik di Era Digital
BANJARMASIN, Indonesia — Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan fondasi vital filosofi bangsa yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah ancaman radikalisme, polarisasi politik, dan gempuran ideologi asing. Penelitian akademis terbaru yang dilakukan oleh H. Abdul Hakim dan Abdul Sani dari Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin menegaskan pentingnya penguatan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi terbuka yang transformatif. Dipublikasikan dalam International Journal of Contemporary Sciences (IJCS) Volume 4 Nomor 7 Tahun 2026, riset ini menyoroti bagaimana aktualisasi Pancasila efektif meredam konflik horisontal maupun vertikal serta memperkuat ketahanan nasional di era globalisasi
Latar Belakang dan Urgensi Penyelamatan Ideologi
Pasca-reformasi, pemahaman dan praktik Pancasila sempat mengalami penurunan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara
Di sisi lain, era digital dan globalisasi ekonomi maupun budaya membawa tantangan baru yang makin kompleks
Metodologi Riset Kualitatif dan Pendekatan Konseptual
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-filosofis
Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi literatur yang kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis serta analisis isi (content analysis)
Temuan Utama Penelitian
Hasil kajian akademis menunjukkan sejumlah temuan krusial mengenai peran transformatif filsafat Pancasila
- Filter dan Pemersatu Bangsa: Nilai-nilai universal dalam lima sila Pancasila terbukti secara efektif berfungsi sebagai penyaring budaya asing sekaligus perekat yang meredam potensi konflik horisontal dan vertikal di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya
. - Peran Strategis Pendidikan Tinggi: Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di perguruan tinggi menjadi sarana vital untuk menanamkan nilai toleransi, gotong royong, dan kesadaran kritis pada mahasiswa, sehingga mencegah mereka terpengaruh narasi radikalisme dan intoleransi
. - Karakter Bangsa Berbasis Pancasila: Mahasiswa dan generasi muda yang memahami Pancasila secara mendalam mampu menjiwai nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial dalam tindakan nyata sehari-hari
. - Relevansi Gerakan Integral: Gagasan Mosi Integral yang pernah diusung oleh tokoh nasional Muhammad Natsir memperkuat bukti sejarah bahwa konsolidasi nasional, reformasi pendidikan karakter, dan pemerataan ekonomi adalah fondasi utama dalam menjaga keutuhan NKRI
.
Implikasi dan Dampak Kebijakan Publik
Riset ini menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila secara konsisten bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh lapisan masyarakat, khususnya institusi pendidikan dan dunia usaha
Dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi, diimbau untuk tidak menyajikan Pancasila sebatas wacana hafalan atau seremoni formal semata
Para peneliti menegaskan pentingnya langkah konkrit ini:
"Strengthening ideological literacy and consistently implementing Pancasila values by the government and society is the main key to maintaining Indonesia's sovereignty in the era of globalization," tulis H. Abdul Hakim dan Abdul Sani dalam laporan penelitian mereka
Profil Singkat Penulis
- Dr. H. Abdul Hakim, M.Ag. — Dosen dan peneliti di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH), Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Berkeahlian di bidang filsafat Islam, pemikiran politik Islam, dan studi ideologi negara
. - Abdul Sani, M.Ag. — Dosen dan peneliti di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH), Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Berfokus pada kajian filsafat Pancasila, kebangsaan, dan kewarganegaraan
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel Jurnal: Pancasila Philosophy: State Ideology in the Context of Transformative Integration of the Unitary State of The Republic of Indonesia
- Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS)
- Volume & Nomor: Vol. 4, No. 7, Tahun 2026, Halaman 1973-1980
- DOI:
https://doi.org/10.55927/y6tmex07 - URL Resmi:
https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

0 Komentar