Fenomena aksi protes pasif atau quiet quitting di kalangan pekerja Generasi Z terbukti menurunkan produktivitas kerja dan merusak iklim budaya organisasi pada sektor swasta di Kota Banjarmasin
Penelitian yang dipimpin oleh tim peneliti Marezza Putri Anggreani, Neti Rosiana Fadilah, Julia Anggraeni, dan Asmi Citra Nusantara menunjukkan bahwa sikap membatasi pekerjaan hanya sebatas rincian tugas formal (job description) bukan sekadar tren media sosial, melainkan bentuk protes tersembunyi yang mengancam ketahanan perusahaan secara sistemik
Protes Pasif di Tengah Budaya Ewuh Pakewuh
Masuknya Generasi Z ke dalam dunia kerja membawa pergeseran nilai yang berfokus pada keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) dan kesehatan mental
Di Banjarmasin, dinamika ini memiliki keunikan tersendiri
Metode Penelitian dan Analisis Statistik
Studi kuantitatif asosiatif kausal ini melibatkan 120 responden karyawan Generasi Z di sektor swasta Banjarmasin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling
Pengumpulan data dilakukan pada April hingga Mei 2026 melalui kuesioner skala Likert 5 poin yang dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana dan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA)
Temuan Utama Penelitian
Hasil pengolahan data statistik mencatat sejumlah temuan krusial:
- Tingkat Quiet Quitting Tinggi: Variabel quiet quitting berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 3,68 (74%)
. Indikator penolakan lembur/tugas ekstra mencatat skor tertinggi sebesar 3,79 (76%), disusul oleh pembatasan peran kerja formal sebesar 3,75 (75%) . - Dampak Negatif terhadap Produktivitas Kerja: Secara parsial, quiet quitting berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produktivitas kerja ($t = -6,842$; $p = 0,000$)
. Setiap peningkatan satu unit perilaku quiet quitting menurunkan produktivitas kerja sebesar 0,430 unit . - Erosi Budaya Organisasi: Perilaku ini juga berdampak negatif dan signifikan terhadap budaya organisasi ($t = -5,915$; $p = 0,000$)
, di mana setiap kenaikan satu unit quiet quitting mengurangi kualitas budaya organisasi sebesar 0,380 unit . - Ancaman Komprehensif secara Simultan: Uji MANOVA membuktikan bahwa quiet quitting berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap kombinasi produktivitas dan budaya organisasi (Wilks' Lambda = 0,688; $F = 26,524$; $p = 0,000$)
.
Implikasi dan Dampak Bagi Dunia Usaha
Secara teoritis, penelitian ini memperkuat Social Exchange Theory dan Psychological Contract Theory
Penarikan keterlibatan ini berakibat fatal pada efisiensi penggunaan sumber daya dan ketepatan waktu operasional perusahaan
Para peneliti menegaskan pentingnya praktisi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di Banjarmasin untuk segera mengambil langkah strategis
Profil Penulis Penelitian
- Marezza Putri Anggreani: Peneliti utama di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perilaku Organisasi, berfokus pada dinamika tenaga kerja Generasi Z dan kinerja perusahaan swasta
. (Email: marezzamab@gmail.com) - Neti Rosiana Fadilah: Peneliti di bidang Manajemen Operasional dan Budaya Kerja Organisasi
. - Julia Anggraeni: Peneliti di bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Psikologi Industri
. - Asmi Citra Nusantara: Peneliti di bidang Manajemen Strategis dan Perilaku Bisnis Sektor Swasta
.
Sumber Referensi Penelitian
- Judul Artikel: The Impact of Quiet Quitting on Work Productivity and Organizational Culture Among Gen Z Employees in the Private Sector in Banjarmasin
- Nama Jurnal: International Journal of Global Sustainable Research (IJGSR), Vol. 4 No. 8, Halaman 941–956
- Tahun Publikasi: 2026
- Penerbit: Kateca Publisher / SLA Multitech Publisher
- DOI:
https://doi.org/10.59890/ijgsr.v4i8.318 - URL Resmi:
https://slamultitechpublisher.my.id/index.php/ijgsr/index
0 Komentar