Penelitian terbaru dari peneliti Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara mengungkapkan bahwa kepemimpinan yang berempati dan motivasi intrinsik memiliki peran jauh lebih dominan dalam meningkatkan komitmen afektif karyawan dibandingkan sekadar komunikasi organisasi
Industri pakan ternak memegang peranan krusial dalam mendukung ketahanan pangan nasional
Untuk menguji dinamika keterikatan kerja tersebut, tim peneliti melakukan survei kuantitatif terhadap para pekerja di PT Charoen Pokphand Jaya Farm wilayah Jawa Tengah
Berdasarkan analisis statistik yang dipublikasikan pada Agustus 2026, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan utama
- Empati Pemimpin Berdampak Positif dan Signifikan: Pemimpin yang menunjukkan sikap peduli, mau mendengarkan, serta memahami sudut pandang dan kondisi bawahan secara nyata meningkatkan komitmen afektif karyawan ($p = 0,049$)
. - Motivasi Intrinsik Mendorong Loyalitas: Dorongan dari dalam diri karyawan—seperti rasa menikmati pekerjaan, merasa pekerjaan itu bermakna, dan adanya kepuasan pribadi—memiliki pengaruh paling kuat terhadap komitmen afektif ($p = 0,001$)
. - Empati Meningkatkan Motivasi Kerja: Empati seorang manajer atau pengawas secara langsung mampu memicu dan memperkuat motivasi intrinsik karyawan dalam menjalankan tugasnya ($p = 0,023$)
. - Komunikasi Pemimpin Tidak Berdampak Signifikan: Kuis dan analisis data menunjukkan bahwa komunikasi kepemimpinan secara mandiri tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen afektif ($p = 0,114$) maupun motivasi intrinsik ($p = 0,829$)
. Komunikasi yang sebatas penyampaian informasi tanpa diimbangi kepedulian interpersonal dianggap kurang ampuh membangun ikatan emosional . - Tidak Ada Peran Mediasi Motivasi Intrinsik: Motivasi intrinsik terbukti tidak memediasi hubungan antara empati pemimpin maupun komunikasi kepemimpinan terhadap komitmen afektif
. Hal ini mengindikasikan bahwa empati pemimpin bekerja secara langsung dalam membangun ikatan emosional karyawan .
Hasil riset ini memberikan implikasi strategis bagi manajemen sumber daya manusia di dunia usaha, khususnya manufaktur dan peternakan
Sebagaimana dijelaskan oleh para peneliti dari STIE Malangkucecwara, pendekatan kepemimpinan yang berorientasi pada empati memenuhi kebutuhan psikologis dasar karyawan akan rasa dihargai dan memiliki
Profil Penulis
Eko Dwi Santoso:
Peneliti di STIE Malangkucecwara Malang. Berfokus pada bidang manajemen sumber daya manusia, perilaku organisasi, dan dinamika kepemimpinan di sektor industri . - Kadarusman, Ph.D. (Penulis Korespondensi) Dosen dan peneliti di STIE Malangkucecwara Malang
. Memiliki keahlian di bidang manajemen kepemimpinan, perilaku organisasi, dan manajemen strategis sumber daya manusia . Kontak: kadarusman@stie-mce.ac.id .
Sumber Penelitian
Judul Artikel: How Empathy and Leadership Communication Foster Employees' Affective Commitment: The Mediating Role of Intrinsic MotivationNama Jurnal: International Journal of Asian Business and Management (IJABM)
Volume & Nomor: Vol. 5, No. 4, Halaman 293–308
Tahun Publikasi: 2026
DOI:
0 Komentar