Dinamika Transportasi dan Jenis Mata Pencaharian Tentukan Pendapatan Masyarakat Pulau Karampuang

Ilustrasi by AI

Antara April hingga Juli 2026, tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Mamuju yang terdiri atas Matriadi, Yati Heryati, dan Ratna melakukan investigasi mendalam mengenai faktor penentu pendapatan rumah tangga di Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Penelitian ini sangat penting karena mengupas hambatan geografis dan ketergantungan mutlak warga terhadap transportasi laut yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir.

Wilayah kepulauan kecil sering kali menghadapi kendala ekonomi serius akibat isolasi geografis dan tingginya biaya logistik. Ketergantungan penuh pada perahu motor kayu sebagai satu-satunya sarana penghubung ke daratan utama membuat warga menanggung beban operasional rutin yang menggerus daya beli dan memperlebar kesenjangan pendapatan.

Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 80 kepala rumah tangga aktif secara ekonomi yang dipilih melalui metode sampel berstrata proporsional. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan pengukuran moneter aktual, lalu dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik.

Analisis statistik membuktikan bahwa variasi pendapatan masyarakat dipengaruhi secara bersama-sama oleh biaya transportasi, aksesibilitas, dan struktur mata pencaharian. Temuan utama penelitian ini mencakup:

  • Sebanyak 71,3% variasi pendapatan masyarakat dapat dijelaskan oleh model regresi yang diuji ($R^2 = 0,713$, $F = 46,620$, $p < 0,001$).
  • Rumah tangga pedagang memperoleh pendapatan bersih bulanan yang jauh lebih tinggi, yakni meningkat sebesar Rp747.600 dibandingkan kelompok petani atau nelayan.
  • Buruh harian mengalami defisit pendapatan yang signifikan, yakni lebih rendah Rp442.300 dibandingkan kelompok dasar pertanian.
  • Biaya penyeberangan bulanan rata-rata mencapai Rp263.188 per rumah tangga atau setara dengan 9,41% dari rata-rata pendapatan total.

Matriadi dan rekan-rekan penelitinya dari Universitas Muhammadiyah Mamuju menegaskan bahwa disparitas mata pencaharian menjadi penentu paling dominan dalam ketimpangan ekonomi lokal. Implikasi kebijakan dari studi ini menyarankan pemerintah daerah agar segera menerapkan subsidi bahan bakar terpadu bagi perahu motor, meningkatkan infrastruktur dermaga pelabuhan, serta membentuk koperasi pemasaran pesisir untuk menekan biaya logistik dan mengangkat kesejahteraan warga pulau.

Profil Penulis

  • Matriadi – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Mamuju, Indonesia.
  • Yati Heryati – Dosen di Departemen Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Mamuju, Indonesia.
  • Ratna – Dosen di Departemen Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Mamuju, Indonesia.

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel: The Impact of Transportation Costs, Accessibility, and Livelihood Types on Community Income in Karampuang Island, Mamuju Regency
  • Nama Jurnal: International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST)
  • Tahun Publikasi: Agustus 2026
  • DOI: https://doi.org/10.59890/ijist.v4i8.41

Posting Komentar

0 Komentar