Transisi Perempuan dari Dunia Kerja ke Domestic Menimbulkan Disorientasi Peran
Keputusan perempuan untuk berhenti bekerja dan beralih sepenuhnya ke peran domestik menimbulkan guncangan psikologis mendalam yang memicu disorientasi peran
Tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja sering kali mengalami penurunan drastis setelah menikah dan memiliki anak akibat tingginya konflik peran ganda
Untuk memahami pengalaman subjektif tersebut secara mendalam, tim peneliti dari Universitas Islam Indonesia menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis
Penelitian ini memetakan bagaimana perubahan di ranah profesional berdampak pada dinamika kehidupan harian perempuan
- Pergeseran Identitas dan Kemandirian: Hilangnya pendapatan mandiri memicu pergeseran dari sosok yang independen menjadi bergantung pada pasangan, yang berdampak pada turunnya rasa percaya diri dan daya pemberdayaan (empowerment)
. Muncul rasa canggung akibat ketidaksesuaian antara nilai kemandirian yang dianut dengan realitas ketergantungan baru . - Disorganisasi Struktur Waktu: Alokasi waktu 24 jam yang sebelumnya terstruktur ketat oleh jam kerja berubah menjadi tidak bertepi di rumah
. Tanpa batasan rutinitas kantor, waktu harian terasa kurang terorganisir dan rentan terbuang tanpa arah . - Penyempitan Variasi Aktivitas: Aktivitas kerja yang padat dan dinamis berganti menjadi rutinitas domestik yang terbatas serta berulang
. Hilangnya keberagaman tugas membuat perempuan kehilangan makna kesibukan produktif yang sebelumnya mereka jalani . - Pengalaman Disorientasi Peran: Akumulasi dari perubahan identitas, waktu, dan aktivitas melahirkan disorientasi yang bermanifestasi sebagai perasaan asing, kebingungan menentukan tindakan harian, serta rasa hampa (emptiness) seolah ada bagian penting yang hilang dari hidup mereka
.
Temuan ini membawa implikasi penting bagi masyarakat, praktisi psikologi, serta pembuat kebijakan kesejahteraan keluarga
Menanggapi fenomena psikologis ini, tim peneliti dari Universitas Islam Indonesia menekankan bahwa fenomena berhenti bekerja membutuhkan perhatian yang lebih empati dari lingkungan sekitar
Profil Penulis
- Irma Tiana Cahyaningrum, S.E.: Peneliti utama dan alumni Magister Manajemen Universitas Islam Indonesia, dengan fokus keahlian pada Perilaku Organisasi, Sumber Daya Manusia, dan Studi Gender
. - Jaya Addin Linando, S.E., M.B.A., Ph.D.: Dosen dan peneliti di Jurusan Manajemen Universitas Islam Indonesia, berkeahlian pada bidang Perilaku Organisasi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Keseimbangan Kerja-Kehidupan (Work-Life Balance), dan Metodologi Penelitian Kualitatif
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: From Professional to Domestic: The Narrative Role Disorientation Experienced by Women Leaving the Workforce
- Jurnal: Indonesian Journal of Economic & Management Sciences (IJEMS), Vol. 4, No. 3, 2026, Halaman 1675–1692
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI:
https://doi.org/10.55927/ijems.v4i3.60 - URL Resmi:
https://journalijems.my.id/index.php/ijems/index

0 Komentar