CREATION (Kolaborasi Realitas dan Suara Instruksional): Inovasi Generator Pedagogi Live-Action dengan Metode Rekayasa Balik Konten PPT sebagai Pemutus Rantai Teknologi yang Salah Sasaran di Kelas Awal Sekolah Dasar

Gambar Ilustrasi AI

Inovasi KREASI Mengubah Slide PowerPoint Menjadi Pembelajaran Interaktif di Kelas Sekolah Dasar

BERASTAGI, Formosa News — Tim peneliti dari Universitas Quality Berastagi merancang inovasi teknologi pendidikan bernama KREASI (Collaboration of Reality and Instructional Sound) untuk mengatasi masalah dominasi materi presentasi di kelas SD. Penelitian yang dipublikasikan pada 31 Agustus 2026 ini disusun oleh Yosefo Gule, Oratna Ndepa Sari Br Barus, Ardhyasnsyah Milala, Dewantara Ginting, Ioana Jesenia Br Tarigan, Sri Wahyu Elisabeth Br Depari, dan Yuni Kartika Br Tarigan. Temuan ini menjadi sangat penting karena memberikan solusi atas fenomena "salah sasaran" teknologi pendidikan, di mana guru sering kali terjebak hanya membaca slide PowerPoint dibanding berinteraksi langsung dengan siswa.

Konteks dan Masalah: Saat Guru Lebih Banyak Membaca Slide

Integrasi teknologi digital di sekolah dasar berkembang pesat, ditandai dengan penggunaan komputer, proyektor, dan aplikasi presentasi seperti PowerPoint. Namun, keberadaan media digital ini sering kali menggeser fokus utama pembelajaran. Guru cenderung menjadikan PowerPoint sebagai alat penyampai informasi satu arah. Akibatnya, guru menghabiskan banyak waktu membaca slide, sementara siswa hanya menerima informasi secara pasif.

Kondisi ini bertentangan dengan kebutuhan tumbuh kembang anak usia sekolah dasar. Berdasarkan teori perkembangan anak, siswa SD membutuhkan pengalaman belajar konkret, bermain, berinteraksi sosial, dan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Mayoritas aplikasi edukasi yang ada saat ini dirancang untuk digunakan langsung oleh siswa, sehingga belum menjawab kebutuhan utama guru dalam mengelola kelas agar tetap interaktif saat menggunakan media digital.

Metodologi Penelitian: Pendekatan Design-Based Research

Untuk memecahkan masalah tersebut, tim peneliti menggunakan pendekatan Design-Based Research (DBR). Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Quality Berastagi. Pengembangan konsep dilakukan melalui empat tahapan utama:

  • Identifikasi Masalah: Menganalisis praktik penggunaan PowerPoint di kelas SD melalui studi literatur dan observasi.
  • Perancangan Inovasi: Merancang konsep KREASI sebagai teaching co-pilot berbasis metode PowerPoint Content Reverse-Engineering.
  • Pengembangan Desain Konseptual: Menyusun alur kerja sistem yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membaca isi slide dan merekomendasikan aktivitas belajar.
  • Evaluasi Konseptual: Menguji kesesuaian sistem dengan teori belajar konstruktivisme dan prinsip pembelajaran aktif.

Temuan Utama: Cara Kerja dan Komponen Utama KREASI

Sistem KREASI bekerja sebagai asisten guru (co-pilot) yang mengubah teks atau gambar pada slide PowerPoint menjadi aktivitas nyata di dalam kelas secara real-time. Guru tidak perlu mengubah file PowerPoint yang sudah ada, karena sistem akan menganalisis kontennya secara otomatis.

KREASI terdiri dari lima komponen utama yang saling mendukung:

  • Reverse-Engineering Content Engine: Mesin yang menganalisis konsep utama pada slide PowerPoint dan mengolahnya menjadi ide aktivitas.
  • Live Prompt Generator: Menghasilkan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu dan berpikir kritis siswa.
  • Reality Connector: Menghubungkan materi pelajaran dengan benda-benda riil di sekitar kelas.
  • Instruction Voice Assistant: Memberikan panduan suara kepada guru mengenai langkah interaksi yang perlu dilakukan.
  • Reflection Assistant: Membantu guru melakukan evaluasi di akhir pembelajaran.

Sebagai contoh, ketika slide menampilkan materi tentang "Hewan", sistem KREASI tidak meminta siswa melihat gambar di layar, melainkan memberi panduan seperti: "Cari benda di dalam kelas yang warnanya mirip dengan kulit harimau," atau "Sebutkan hewan yang bentuk telinganya mirip dengan gagang tasmu."

Dampak dan Implikasi Bagi Dunia Pendidikan

Penerapan konsep KREASI membawa dampak positif bagi efektivitas pembelajaran di sekolah dasar:

  • Penguatan Peran Guru: Teknologi tidak lagi menjadi pusat perhatian (learning center), melainkan berfungsi sebagai pendukung guru dalam memfasilitasi diskusi dan eksplorasi.
  • Pemanfaatan Lingkungan Sekitar: Mendorong siswa belajar dari benda-benda nyata di kelas, sesuai dengan tahap perkembangan operasional konkret anak SD.
  • Efisiensi Kerja Guru: Guru tidak perlu membuat media pembelajaran baru dari awal karena sistem secara otomatis mengolah bahan presentasi yang sudah dimiliki.
  • Peningkatan Keterampilan Abad ke-21: Melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas siswa sejak dini.
"Inovasi KREASI mengembalikan hakikat pembelajaran sekolah dasar yang menekankan pengalaman langsung (learning by doing), menjadikan teknologi sebagai alat bantu yang humanis tanpa menggeser peran utama guru," papar Yosefo Gule dari Universitas Quality Berastagi.

Profil Penulis

  1. Yosefo Gule, S.Pd., M.Pd. — Dosen dan peneliti di Program Studi PGSD, FKIP Universitas Quality Berastagi. Memiliki keahlian di bidang teknologi pendidikan, manajemen kelas, dan inovasi pembelajaran sekolah dasar.
  2. Oratna Ndepa Sari Br Barus, S.Pd., M.Pd. — Akademisi di FKIP Universitas Quality Berastagi dengan fokus keahlian pada pengembangan kurikulum dan pedagogi sekolah dasar.
  3. Ardhyasnsyah Milala, S.Pd., M.Pd. — Peneliti dan dosen di FKIP Universitas Quality Berastagi, menguasai bidang strategi pembelajaran dan media digital.
  4. Dewantara Ginting, S.Pd., M.Pd. — Dosen di FKIP Universitas Quality Berastagi yang berfokus pada pendidikan dasar dan evaluasi pembelajaran.
  5. Ioana Jesenia Br Tarigan, S.Pd., M.Pd. — Akademisi di FKIP Universitas Quality Berastagi dengan kepakaran dalam model pembelajaran berbasis konteks.
  6. Sri Wahyu Elisabeth Br Depari, S.Pd., M.Pd. — Peneliti dan dosen di FKIP Universitas Quality Berastagi yang menekuni bidang pendidikan matematika dan sains dasar.
  7. Yuni Kartika Br Tarigan, S.Pd., M.Pd. — Dosen di FKIP Universitas Quality Berastagi dengan keahlian di bidang literasi dan pendidikan anak usia dini/dasar.

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel: CREATION (Collaboration of Reality and Instructional Sound): Live-Action Pedagogy Generator Innovation with Reverse-Engineering Method of PPT Content as a Breaker of the Mis-Targeted Technology Chain in Early Elementary Classrooms
  • Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS)
  • Volume & Halaman: Vol. 4, No. 8, 2026: 2203–2214
  • Tahun Publikasi: 2026 (Diterima: 31 Agustus 2026)
  • DOI: https://doi.org/10.55927/khczap35
  • URL Resmi: https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

Posting Komentar

0 Komentar