Bekerja Sama dengan Ibu Hamil untuk Mengidentifikasi Faktor Risiko Kehamilan

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Kupang - Kemitraan Bidan dan Ibu Hamil Melalui Kartu Skor Poedji Rochjati Efektif Deteksi Dini Risiko Kehamilan. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Melinda Rosita Wariyaka bersama Mariana Ngundju Awang, Linda Risyati, dan Namsyah Baso dari Poltekkes Kemenkes Kupang dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 8 Tahun 2026 menyoroti bahwa Program ini menjadi langkah krusial dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) di daerah yang masih menghadapi tantangan ketimpangan akses dan kualitas layanan kesehatan.

Kematian ibu melahirkan masih menjadi tantangan kesehatan global dan nasional yang memprihatinkan, terutama di wilayah berkembang. Sebagian besar komplikasi kehamilan sebenarnya dapat dicegah apabila faktor risiko terdeteksi lebih awal. Kendati demikian, penerapan alat skrining seperti KSPR di tingkat fasilitas kesehatan primer sering kali belum optimal. Penyebab utamanya adalah rendahnya pemahaman ibu hamil, keterbatasan pengetahuan keluarga, serta minimnya komunikasi dua arah antara bidan dan pasien. Oleh karena itu, diperlukan strategi sosialisasi berbasis kemitraan sejajar yang menempatkan ibu hamil sebagai subjek aktif dalam menjaga kesehatannya sendiri.

Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini mengombinasikan penyuluhan langsung, pengisian kuesioner pengetahuan (pre-test dan post-test), serta praktik demonstrasi penggunaan KSPR secara mandiri. Sebanyak 20 ibu hamil di Pustu Penfui Timur berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan ini. Para peserta diajarkan cara menilai kondisi diri sendiri, memberikan skor pada item pertanyaan risiko pada kartu, serta memahami kapan harus melakukan konfirmasi medis atau rujukan ke fasilitas kesehatan.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pasca-edukasi. Sebelum penyuluhan, persentase peserta dengan tingkat pengetahuan baik hanya mencapai 65%, sementara kategori cukup sebesar 30%, dan kategori kurang sebesar 5%. Setelah sesi penyuluhan dan demonstrasi, seluruh peserta yang berada di kategori kurang berhasil naik ke kategori cukup, dan mayoritas peserta di kategori cukup meningkat ke kategori baik. Secara keseluruhan, tingkat pengetahuan peserta melonjak drastis dengan dominasi pada kategori baik.

Berdasarkan hasil skrining risiko kehamilan menggunakan instrumen KSPR pada kelompok ibu hamil tersebut, ditemukan sebaran kategori risiko sebagai berikut:

  • Kelompok Risiko Rendah (KRR): 55 persen (11 orang).
  • Kelompok Risiko Tinggi (KRT): 40 persen (8 orang).
  • Kelompok Risiko Sangat Tinggi (KRST): 5 persen (1 orang).
Temuan ini menegaskan bahwa meski sebagian besar ibu berada pada kategori risiko rendah, proporsi ibu hamil dengan risiko tinggi dan sangat tinggi masih sangat signifikan (total 45 persen). Faktor risiko ini dapat berkaitan dengan usia reproduksi, jumlah persalinan (paritas), jarak kehamilan, riwayat obstetri buruk, maupun kondisi medis yang belum terpantau. Data tersebut membuktikan betapa pentingnya alat deteksi dini agar tenaga kesehatan dapat segera merencanakan pemantauan intensif, edukasi terfokus, serta tindakan rujukan yang tepat waktu.

Penerapan KSPR berbasis kemitraan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan primer. Bagi ibu hamil dan keluarga, pendekatan ini meningkatkan literasi kesehatan, keberanian mengambil keputusan medis, dan kepatuhan dalam melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) secara teratur. Bagi tenaga kesehatan seperti bidan, instrumen ini mempermudah pemetaan tingkat risiko populasi, pengambilan keputusan klinis yang cepat, serta penguatan sistem rujukan berjenjang guna mencegah penanganan komplikasi yang terlambat.

Profil Penulis
Melinda Rosita Wariyaka, S.ST., M.Keb., beserta Mariana Ngundju Awang, Linda Risyati, dan Namsyah Baso merupakan akademisi dan praktisi kesehatan dari Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang. Kemitraan tim peneliti ini berfokus pada bidang keahlian asuhan kebidanan, kesehatan reproduksi, promosi kesehatan ibu dan anak, serta pemberdayaan masyarakat berbasis pelayanan kebidanan.

Sumber Penelitian
Melinda Rosita Wariyaka, Mariana Ngundju Awang, Linda Risyati, dan Namsyah Baso. Partnering with Expectant Mothers to Identify Pregnancy Risk Factors. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 8, Halaman 591-598
DOI : https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i8.56
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar