Beban Kerja dan Stres Kerja Berkaitan dengan Produktivitas Karyawan di PT Nikato Visa Nusantara

Ilustrasi by AI

Jakarta - Produktivitas karyawan menjadi perhatian penting bagi perusahaan ketika target kerja menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut ditemukan di PT Nikato Visa Nusantara, Jakarta Selatan, yang menjadi lokasi penelitian Siti Nasya Damayanti dan Suroto dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang. Studi yang diterbitkan dalam International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS) Vol. 4 No. 9 Tahun 2026 menganalisis keterkaitan beban kerja dan stres kerja dengan produktivitas karyawan.

Data perusahaan yang diamati dalam penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas karyawan mengalami penurunan selama 2023–2025. Produktivitas tercatat sebesar 83,2 persen pada 2023, turun menjadi 81,2 persen pada 2024, kemudian kembali menurun menjadi 77,8 persen pada 2025.

Penurunan tersebut terlihat pada sejumlah indikator, terutama peningkatan hasil kerja dan semangat kerja. Meskipun tingkat produktivitas masih berada di atas 70 persen, pola penurunan selama tiga tahun menjadi perhatian karena dapat menunjukkan adanya faktor pekerjaan yang perlu ditangani oleh manajemen.

Beban kerja menjadi salah satu persoalan

Damayanti dan Suroto menemukan sejumlah indikasi tingginya beban kerja melalui survei awal. Beban kerja diamati melalui dimensi fisik, mental, dan waktu.

Pada dimensi fisik, skor survei mencapai 77 persen. Angka tersebut menggambarkan tingginya usaha yang diperlukan karyawan untuk menyelesaikan berbagai tugas. Sementara itu, dimensi mental memperoleh skor 70 persen, yang menunjukkan adanya tuntutan pekerjaan yang berpotensi menimbulkan kelelahan psikologis.

Dimensi waktu memperoleh skor 67 persen. Sebagian karyawan menilai waktu yang tersedia belum selalu mencukupi untuk menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan sesuai target.

Kondisi tersebut menjadi relevan dengan karakteristik pekerjaan di perusahaan yang menangani berbagai kebutuhan terkait aplikasi visa dan dokumen klien. Jumlah dokumen, revisi berkas, ketelitian, serta tuntutan penyelesaian pekerjaan dalam batas waktu tertentu dapat meningkatkan tuntutan yang dirasakan karyawan.

Stres kerja juga muncul dari berbagai sumber

Selain beban kerja, penelitian mengidentifikasi sejumlah sumber tekanan kerja berdasarkan survei awal terhadap 30 responden.

Beban pekerjaan memperoleh skor 73 persen. Tekanan tersebut antara lain berkaitan dengan jumlah aplikasi visa, revisi dokumen, dan kebutuhan menjaga ketelitian dalam menangani berkas klien.

Aspek sikap pimpinan memperoleh skor 80 persen. Tekanan dapat muncul ketika instruksi diberikan terlalu cepat, terjadi perubahan arahan secara tiba-tiba, atau penjelasan tugas dianggap belum cukup jelas.

Konflik kerja juga memperoleh skor 80 persen. Sementara itu, komunikasi mencapai 73 persen, yang menunjukkan adanya persepsi sebagian responden mengenai kurang jelasnya aliran informasi internal. Keterbatasan kewenangan dalam mengambil keputusan memperoleh skor 77 persen.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa stres kerja tidak hanya berkaitan dengan jumlah pekerjaan, tetapi juga dapat berhubungan dengan komunikasi, kepemimpinan, konflik, waktu kerja, dan kewenangan dalam menjalankan tugas.

Penelitian melibatkan 93 karyawan

Penelitian Damayanti dan Suroto menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Seluruh 93 karyawan PT Nikato Visa Nusantara dilibatkan sebagai responden melalui teknik sampel jenuh.

Data dianalisis menggunakan sejumlah pengujian statistik untuk melihat hubungan dan pengaruh antara beban kerja, stres kerja, serta produktivitas karyawan. Instrumen penelitian dinyatakan memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Nilai Cronbach's Alpha tercatat 0,647 untuk beban kerja, 0,644 untuk stres kerja, dan 0,634 untuk produktivitas.

Pengujian asumsi model juga menunjukkan bahwa data memenuhi sejumlah persyaratan analisis. Uji normalitas menghasilkan nilai signifikansi 0,099, sedangkan uji multikolinearitas menghasilkan nilai VIF 1,197. Uji Glejser juga tidak menunjukkan indikasi heteroskedastisitas.

Beban kerja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan produktivitas

Hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa beban kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan produktivitas karyawan. Nilai t sebesar 4,512 lebih tinggi dibandingkan nilai t-tabel 1,99, dengan signifikansi 0,000.

Dalam model regresi parsial, persamaan yang diperoleh adalah Y = 27,583 + 0,383X1. Nilai korelasi sebesar 0,428 menunjukkan hubungan pada kategori sedang, sedangkan koefisien determinasi sebesar 18,3 persen menunjukkan proporsi variasi produktivitas yang dijelaskan oleh beban kerja dalam model tersebut.

Stres kerja juga menunjukkan hasil signifikan ketika diuji secara parsial. Nilai t sebesar 2,601 dengan signifikansi 0,011 menunjukkan adanya hubungan statistik dengan produktivitas. Model parsial menghasilkan persamaan Y = 34,864 + 0,220X2, dengan korelasi sebesar 0,263 dan koefisien determinasi 6,9 persen.

Namun, ketika kedua variabel dimasukkan secara bersamaan ke dalam model regresi, koefisien stres kerja tercatat 0,090 dengan nilai signifikansi 0,303, sedangkan beban kerja memiliki koefisien 0,344 dengan signifikansi 0,000. Model secara keseluruhan menghasilkan R sebesar 0,439 dan R² sebesar 0,192.

Artinya, kedua variabel secara bersama-sama menjelaskan sekitar 19,2 persen variasi produktivitas karyawan, sementara 80,8 persen sisanya berkaitan dengan faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian.

Uji simultan menghasilkan nilai F sebesar 10,726 dengan signifikansi 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model yang memasukkan beban kerja dan stres kerja secara bersama-sama memiliki hubungan statistik yang signifikan dengan produktivitas.

Implikasi bagi pengelolaan karyawan

Temuan Damayanti dan Suroto menunjukkan bahwa produktivitas karyawan perlu dilihat tidak hanya dari hasil akhir pekerjaan, tetapi juga dari kondisi pekerjaan yang menyertainya.

Bagi perusahaan, pemantauan beban kerja dapat dilakukan dengan memperhatikan jumlah tugas, batas waktu, tingkat ketelitian, serta kapasitas karyawan. Komunikasi internal yang lebih jelas, pembagian tugas yang proporsional, dan kejelasan kewenangan juga dapat menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan kerja.

Penelitian ini sekaligus menunjukkan bahwa beban kerja dan stres kerja bukan satu-satunya faktor yang menjelaskan produktivitas. Dengan kontribusi model sebesar 19,2 persen, masih terdapat faktor lain di luar penelitian yang dapat berhubungan dengan produktivitas karyawan.

Profil Penulis

Siti Nasya Damayanti merupakan penulis pertama penelitian dan berafiliasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang. Penelitian ini ditulis bersama Suroto, yang juga berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang. Kajian keduanya berfokus pada bidang manajemen sumber daya manusia, khususnya beban kerja, stres kerja, dan produktivitas karyawan.

Sumber Penelitian

Damayanti, Siti Nasya & Suroto. (2026). “The Effect of Workload and Job Stress on Employee Productivity at PT Nikato Visa Nusantara in South Jakarta.” International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS), Vol. 4, No. 9, 2026, hlm. 1077–1088.

DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i9.48
URL: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas

Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS)

Posting Komentar

0 Komentar