JAKARTA — Penelitian terbaru dari Universitas Mercu Buana mengungkapkan bahwa kualitas lingkungan kerja, keyakinan diri karyawan, serta kualitas kehidupan kerja menjadi faktor kunci yang mempertahankan loyalitas tenaga kerja di industri ritel fesyen Indonesia. Riset yang berfokus pada CV. This Is April ini memberikan arahan strategis bagi para pengelola sumber daya manusia dalam menekan angka pengunduran diri pegawai. Penelitian ini dilakukan oleh Novi Cahyani dan Andyan Pradipta Utama dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana, dengan mempublikasikan temuannya pada tahun 2026.
Dinamika industri ritel fesyen yang sangat kompetitif menuntut perusahaan untuk menjaga keberlanjutan usahanya melalui pengelolaan sumber daya manusia yang efektif. Tantangan utama yang kerap dihadapi manajemen adalah mempertahankan karyawan berprestasi agar tidak berpindah ke perusahaan pesaing. Fenomena fluktuasi tingkat retensi karyawan di CV. This Is April, yang sempat menurun selama masa pandemi namun kembali meningkat hingga mencapai lebih dari 77 persen pada periode 2022 hingga 2024, menjadi latar belakang penting dibalik pelaksanaan riset ini.
Guna memahami faktor pembentuk loyalitas tersebut, riset ini menggunakan pendekatan kausal dengan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling. Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuesioner yang melibatkan 25 karyawan tetap perusahaan sebagai sampel jenuh. Seluruh indikator instrumen telah dinyatakan valid dan reliabel secara statistik sehingga dapat menggambarkan hubungan antar variabel secara akurat.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa lingkungan kerja memberikan pengaruh positif dan signifikan yang paling dominan terhadap retensi karyawan. Suasana kerja yang harmonis, fasilitas yang memadai, serta kejelasan tata tugas membuat karyawan merasa aman dan nyaman untuk bertahan dalam jangka panjang. Selain itu, tingkat keyakinan diri atau efikasi diri karyawan juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas kerja. Karyawan yang memiliki kepercayaan tinggi atas kemampuan pribadinya cenderung lebih tangguh menghadapi tantangan pekerjaan dan terdorong untuk berkembang bersama perusahaan.
Faktor kualitas kehidupan kerja juga mencatatkan pengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan karier karyawan. Keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, hadirnya sistem penghargaan yang adil, serta keterlibatan dalam pengambilan keputusan menciptakan keterikatan emosional yang kuat antara staf dan manajemen. Secara keseluruhan, ketiga variabel bebas tersebut mampu menjelaskan variasi tingkat retensi karyawan sebesar 67,8 persen, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal lain di luar fokus penelitian.
Implikasi dari temuan ini sangat krusial bagi praktisi manajemen dan pemilik bisnis di sektor ritel. Perusahaan disarankan untuk terus melakukan evaluasi berkala terhadap fasilitas fisik, seperti perbaikan pencahayaan di area gudang atau penyimpanan stok, guna menjaga kenyamanan kerja. Manajemen juga diimbau untuk mengadakan pengarahan rutin dan pelatihan berkelanjutan untuk mengasah keyakinan diri karyawan serta memberikan ruang bagi pengembangan keterampilan baru. Langkah-langkah ini tidak hanya menaikkan retensi tenaga kerja, tetapi juga mendorong produktivitas dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Novi Cahyani, Universitas Mercu Buana
Andyan Pradipta Utama, Universitas Mercu Buana
Sumber:
Analysis of the Influence of Work Environment, Self-Efficacy, and Quality of Work Life on Employee Retention (A Study at CV. This Is April),
International Journal of Scientific Multidisciplinary Research, 2026.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i9.161
URL: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr
0 Komentar