Perumda Tirta Lestari Tuban Rugi Rp 1,93 Miliar Per Tahun Akibat Kebocoran Pipa Air
TUBAN, Formosa News — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Lestari Kabupaten Tuban mengalami kehilangan air mencapai 984.739 meter kubik per tahun atau setara dengan 22,8 persen dari total air yang didistribusikan ke masyarakat
Pengelolaan Non-Revenue Water (NRW) atau air tak berpendapatan hingga kini menjadi tantangan besar bagi berbagai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia
Guna mengukur tingkat kebocoran dan kinerja jaringan distribusi air minum di Kabupaten Tuban secara menyeluruh, peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggunakan kombinasi metode Water Balance (Neraca Air) standar International Water Association (IWA) dan indikator Infrastructure Leakage Index (ILI)
Penelitian yang dilakukan oleh akademisi ITS ini menghasilkan beberapa temuan utama terkait kondisi distribusi air di Kabupaten Tuban:
- Tingginya Dominasi Kebocoran Fisik: Dari total kehilangan air sebesar 984.739 meter kubik per tahun, sebanyak 78,6 persen (774.145 meter kubik per tahun) merupakan kehilangan fisik yang disebabkan oleh kebocoran pipa transmisi, distribusi, dan sambungan rumah
. - Kerugian Komersial yang Signifikan: Kehilangan non-fisik (komersial) mencapai 179.259 meter kubik per tahun, yang dipicu oleh ketidakakuratan meteran pelanggan (80.744 meter kubik), potensi pencurian atau sambungan ilegal (6.205 meter kubik), serta kesalahan penanganan data administratif
. - Kinerja Efisiensi Jaringan Masuk Kategori Sangat Buruk: Nilai Infrastructure Leakage Index (ILI) Perumda Tirta Lestari tercatat sebesar 13,18, yang menempatkan perusahaan air minum ini dalam Kategori D (kategori terburuk untuk negara berkembang) karena tingkat kebocoran fisik melampaui 200 liter per sambungan per hari
. - Dampak Kerugian Finansial: Total kerugian finansial yang ditanggung perusahaan mencapai Rp 1,93 miliar per tahun, yang terdiri dari potensi kehilangan pendapatan sebesar Rp 935,23 juta akibat masalah komersial dan pemborosan biaya produksi pipa bocor sebesar Rp 997,96 juta
. - Sistem Penanganan Masih Reaktif: Penanganan kebocoran selama ini masih bersifat reaktif (hanya diperbaiki setelah ada aduan) serta belum menerapkan pembagian zona meter terisolasi atau District Metered Area (DMA)
.
Implikasi dari temuan ini memberikan panduan strategis bagi Pemkab Tuban, manajemen PDAM, serta pembuat kebijakan infrastruktur publik
"Tingginya nilai Infrastructure Leakage Index yang mencapai angka 13,18 mengindikasikan bahwa pengelolaan kebocoran di Perumda Air Minum Tirta Lestari Tuban masih memerlukan tindakan pembenahan yang mendasar dan menyeluruh," jelas Syahfa Adinda Relyando dan Ali Masduqi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam risetnya
Profil Penulis
- Syahfa Adinda Relyando, S.T. Afiliasi: Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Indonesia, Bidang Keahlian: Teknik Lingkungan, Manajemen Penyediaan Air Minum, dan Pengendalian Kebocoran Air (Non-Revenue Water)
- Prof. Dr. Ir. Ali Masduqi, S.T., M.T. Afiliasi: Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Indonesia, Bidang Keahlian: Rekayasa Pengolahan Air Minum, Manajemen Sistem Distribusi Air, dan Infrastruktur Lingkungan
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Water Loss Analysis at Perumda Air Minum Tirta Lestari Tuban Regency Using the Water Balance Method and Infrastructure Leakage Index
- Nama Jurnal: Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research (MODERN)
- Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 5, No. 4, hlm. 601–618)
- DOI:
https://doi.org/10.55927/modern.v5i4.54 URL Jurnal: https://journal.formosapublisher.org/index.php/modern

0 Komentar