Adopsi E-Commerce Mendorong 62 Persen Pertumbuhan Volume Penjualan UMKM di Kota Banjarmasin

Ilustrasi by AI

Adopsi platform e-commerce terbukti secara langsung meningkatkan volume penjualan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Banjarmasin. Penelitian empiris terbaru ini dilakukan oleh Lidiana, Yuliani, dan Muhammad Fahmi dari ASMI Citra Nusantara Banjarmasin dan dipublikasikan pada Agustus 2026 di International Journal of Global Sustainable Research. Studi ini menegaskan bahwa penggunaan saluran penjualan digital menjadi kunci utama bagi pelaku usaha lokal dalam menembus keterbatasan geografis wilayah sungai dan pulau, sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional.

Latar Belakang dan Konteks Daerah

UMKM memegang peranan sangat strategis dalam perekonomian Kota Banjarmasin. Data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin mencatat terdapat sekitar 26.824 unit UMKM, dengan hampir 22.000 di antaranya tergolong usaha mikro. Sektor bisnis yang mendominasi meliputi kuliner, busana (termasuk kain sasirangan), dan kerajinan tangan.

Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan telah meluncurkan berbagai program pelatihan pemasaran digital dan bantuan permodalan. Namun, kepemilikan akun toko online atau media sosial tidak otomatis menghasilkan kenaikan omzet. Banyak pelaku usaha yang masih menghadapi tantangan literasi digital dan pengelolaan transaksi. Oleh karena itu, penelitian ini hadir untuk mengukur sejauh mana tingkat adopsi e-commerce secara nyata berdampak pada kenaikan volume penjualan pelaku UMKM di Banjarmasin.

Metodologi Penelitian yang Sederhana dan Terukur

Tim peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal untuk menguji pengaruh adopsi e-commerce terhadap volume penjualan.

  • Jumlah dan Kriteria Sampel: Penelitian ini melibatkan 100 responden pemilik UMKM di Kota Banjarmasin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria utamanya adalah pelaku usaha yang terdaftar di Banjarmasin dan telah menggunakan e-commerce (marketplace, media sosial, atau situs web) secara kontinu minimal selama 6 bulan.
  • Profil Responden: Mayoritas responden adalah perempuan (58%) dan pelaku usaha skala mikro (73%). Sektor kuliner mendominasi sebesar 45%, disusul sektor busana sebesar 30%. Sebanyak 78% responden telah menggunakan platform e-commerce selama lebih dari satu tahun.
  • Teknik Analisis Data: Data primer diperoleh melalui kuesioner terstruktur skala Likert 1–5. Setelah melewati uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan linieritas, data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana melalui perangkat lunak SPSS.

Temuan Utama Penelitian

Hasil pengujian statistik menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara adopsi e-commerce ($X$) dan volume penjualan UMKM ($Y$):

  • Persamaan Regresi Linier: Diperoleh persamaan $Y = 3,852 + 0,536X$, yang bermakna bahwa setiap peningkatan satu unit pada skor adopsi e-commerce akan meningkatkan volume penjualan sebesar 0,536 unit.
  • Uji Signifikansi (Uji t): Nilai $t_{\text{hitung}}$ tercatat sebesar 12,762, jauh melampaui nilai $t_{\text{tabel}}$ sebesar 1,984 dengan nilai signifikansi $p = 0,000$ ($p < 0,05$). Hal ini membuktikan bahwa kenaikan volume penjualan benar-benar didorong oleh penggunaan e-commerce.
  • Koefisien Determinasi ($R^2$): Nilai $R$ Square mencapai 0,624, yang berarti adopsi e-commerce memberikan kontribusi sebesar 62,4% terhadap variasi peningkatan volume penjualan UMKM di Banjarmasin. Sisa 37,6% dipengaruhi oleh faktor luar seperti harga, kualitas produk, lokasi, dan strategi promosi offline.
  • Indikator Paling Dominan: Indikator perluasan jangkauan konsumen mencatat skor rata-rata tertinggi sebesar 4,22 (dengan item jangkauan luar daerah mencapai 4,39). Temuan ini membuktikan bahwa manfaat terbesar e-commerce bagi UMKM Banjarmasin adalah kemampuannya menembus batas geografis untuk menjangkau pembeli di luar Kalimantan Selatan.

Implikasi Praktis dan Dampak Dunia Nyata

Penelitian ini menunjukkan bahwa adopsi e-commerce berfungsi sebagai penyeimbang pasar (market equalizer) yang berbiaya murah bagi pelaku usaha kecil. Bagi wirausaha perempuan dan usaha berbasis rumah tangga, e-commerce memberikan fleksibilitas operasional tanpa harus menanggung biaya sewa tempat usaha fisik yang mahal.

Untuk memaksimalkan potensi penjualan, para peneliti menyarankan pelaku UMKM agar tidak hanya memajang produk, tetapi juga mengoptimalkan fitur promosi interaktif seperti live streaming serta mempercepat respon layanan pelanggan. Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan terus melanjutkan pelatihan pemasaran digital tingkat lanjut—seperti optimasi mesin pencari (SEO) dan iklan digital—serta memperkuat infrastruktur internet yang merata.

Kutipan Akademik

Menjelaskan dampak strategis dari adopsi teknologi ini, tim peneliti menegaskan:

"Dampak paling dominan dari adopsi e-commerce terletak pada perluasan jangkauan konsumen, yang membuktikan bahwa nilai strategis utama platform digital bagi UMKM lokal di Banjarmasin adalah kemampuannya menembus keterbatasan geografis dan terhubung langsung dengan pasar nasional."

Profil Penulis

  • Lidiana, S.E., M.M. — Dosen dan peneliti di ASMI Citra Nusantara Banjarmasin, berfokus pada manajemen UMKM dan transformasi bisnis digital.
  • Yuliani, S.E., M.M. — Dosen dan peneliti di ASMI Citra Nusantara Banjarmasin, ahli dalam bidang strategi pemasaran, ekonomi bisnis, dan adopsi e-commerce.
  • Muhammad Fahmi, S.E., M.M. — Dosen dan peneliti di ASMI Citra Nusantara Banjarmasin, berfokus pada efisiensi operasional dan pengembangan ekonomi daerah.

Sumber Riset

Posting Komentar

0 Komentar