Terobosan Evaluasi Ekonomi Berbasis ZepQuiz Ampuh Tingkatkan Berpikir Kritis Siswa SMA


Ilustrasi by AI 

Peneliti Universitas Negeri Surabaya, Astri Pramudhita Pratama dan Retno Mustika Dewi, berhasil mengembangkan instrumen evaluasi ekonomi berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) menggunakan platform gim interaktif ZepQuiz untuk materi penawaran dan permintaan. Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Integrative Sciences (IJIS) Volume 5 Nomor 7 edisi Juli 2026 ini menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMAS IPIEM Surabaya. Terobosan ini menjadi jawaban atas minimnya alat evaluasi digital berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam kurikulum sekolah menengah.

Menjawab Tantangan Evaluasi Konvensional di Era Digital

Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut pergeseran fokus penilaian dari sekadar hafalan menjadi pengukuran kemampuan berpikir kritis, analisis, dan penyelesaian masalah. Dalam Kurikulum Merdeka, mata pelajaran ekonomi memerlukan pemahaman kontekstual mengenai fenomena pasar, seperti hubungan harga, jumlah barang, dan dinamika kurva permintaan maupun penawaran.

Namun, hasil observasi di SMAS IPIEM Surabaya menunjukkan bahwa soal-soal ujian yang digunakan selama ini masih didominasi oleh tingkat berpikir rendah hingga menengah (Lower/Middle Order Thinking Skills). Ujian kertas konvensional juga cenderung membosankan dan kurang mendorong partisipasi aktif siswa. Menggabungkan konsep HOTS dengan platform media gim ZepQuiz terbukti menjadi langkah efektif untuk menciptakan suasana evaluasi yang menyenangkan, interaktif, sekaligus mengasah daya kritis siswa.

Pengembangan Berbasis Model ADDIE dan Pengujian Ketat

Proses pengembangan alat evaluasi ini mengadopsi model ADDIE yang mencakup lima tahapan sistematis: Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi).

Soal-soal dirancang mengacu pada Taksonomi Bloom Terbitan Baru tingkat C4 (menganalisis), C5 (mewawancarai/evaluasi), dan C6 (mencipta), serta memuat lima dimensi berpikir kritis Facione (interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi). Sebelum diuji coba kepada siswa kelas X SMAS IPIEM Surabaya, instrumen ini memenangi validasi ahli dan pengujian analisis butir soal secara ketat.

Hasil validasi ahli menunjukkan kelayakan instrumen yang sangat tinggi:

  • Ahli Evaluasi: 91% (Sangat Layak)
  • Ahli Media: 83% (Layak)
  • Ahli Materi: 81% (Layak)
  • Ahli Bahasa: 100% (Sangat Layak)

Dari 30 butir soal pilihan ganda yang dirancang awal, pengujian statistik menggunakan aplikasi Anates V4 menghasilkan 20 butir soal final yang terbukti valid secara empiris, berkeandalan tinggi (koefisien reliabilitas 0,78), memiliki tingkat kesukaran proporsional, serta daya pembeda dan pengecoh yang berfungsi optimal.

Temuan Utama: Berpikir Kritis Siswa Melonjak Tinggi

Penerapan instrumen evaluasi digital berbasis ZepQuiz ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran ekonomi siswa.

Berikut adalah temuan utama dari implementasi penelitian:

  1. Peningkatan Berpikir Kritis Tinggi: Hasil uji N-Gain menunjukkan skor rata-rata sebesar 0,7170 atau setara dengan tingkat efektivitas 71,70%. Angka ini masuk dalam kategori Tinggi, menandakan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang sangat tajam antara sebelum dan sesudah evaluasi.
  2. Respon Siswa Sangat Positif: Kuesioner respon siswa berbasis skala Guttman mencatatkan rata-rata kepuasan sebesar 97,71% (Kategori Sangat Baik).
  3. Detail Kategori Respon:

  • Kualitas Tampilan Media: 97,00%
  • Kejelasan Bahasa dan Materi: 97,00%
  • Kebermanfaatan dalam Evaluasi Belajar: 98,67%

Siswa menilai visualisasi grafis, grafik harga, dan studi kasus nyata yang diunggah ke platform ZepQuiz membuat materi penawaran dan permintaan lebih mudah dipahami daripada ujian kertas biasa.

Implikasi Pendidikan dan Kebijakan Sekolah

Hasil riset ini memberikan implikasi praktis yang luas bagi dunia pendidikan, khususnya guru ekonomi dan pengambil kebijakan sekolah. Pemanfaatan gim e-quiz seperti ZepQuiz terbukti sanggup mengubah stigma penilaian yang menegangkan menjadi aktivitas pembelajaran yang menantang dan interaktif.

Pemberian umpan balik secara langsung (real-time feedback) serta papan peringkat (leaderboard) pada ZepQuiz mampu menjaga fokus dan motivasi belajar siswa. Peneliti merekomendasikan agar sekolah-sekolah tingkat SMA mulai mengintegrasikan gim evaluasi interaktif berbasis HOTS untuk mata pelajaran sosial lainnya.

"Integrasi soal-soal HOTS ke dalam platform gim digital ZepQuiz tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur hasil belajar, tetapi juga menjadi sarana efektif yang melatih siswa menganalisis dan mengevaluasi fenomena ekonomi secara kritis," ungkap Astri Pramudhita Pratama dan Retno Mustika Dewi dalam laporan ilmiahnya.

Profil Penulis

  • Astri Pramudhita Pratama, S.Pd. – Penulis utama dan peneliti dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dengan fokus kajian pada pengembangan media evaluasi pembelajaran digital dan inovasi pendidikan.
  • Dr. Retno Mustika Dewi, S.Pd., M.Pd. – Dosen pembimbing dan peneliti senior di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang memiliki keahlian di bidang metodologi pembelajaran ekonomi, asesmen pendidikan, dan pengembangan kurikulum.

Sumber Penelitian:

Judul Artikel: Development of an Economics Evaluation Tool Based on Higher Order Thinking Skills (Hots) Using Zepquiz for The Topic of Supply and Demand
Jurnal: International Journal of Integrative Sciences (IJIS)
Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 5, No. 7, 2026)
DOI: https://doi.org/10.55927/ijis.v5i7.50

Posting Komentar

0 Komentar