Terapi spiritual berbasis kesadaran penuh (mindfulness spiritual therapy) terbukti secara signifikan memangkas tingkat kecemasan sekaligus mendongkrak kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis
Latar Belakang Masalah dan Beban Psikologis Pasien Cuci Darah
Penyakit ginjal kronis kini telah menjadi tantangan kesehatan global yang terus meningkat kasusnya, baik di negara maju maupun berkembang
Kecemasan yang tinggi ini bukan sekadar masalah emosional, melainkan juga memicu peningkat hormon stres, menurunkan daya tahan tubuh, dan mengurangi kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan medis
Metodologi Penelitian yang Diterapkan
Untuk menguji keefektifan intervensi psikospiritual ini, Ulfah Agus Sukrillah merancang penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen kuasi (quasi-experimental) dengan pendekatan pretest–posttest control group
Kelompok intervensi mendapatkan program mindfulness spiritual therapy yang menggabungkan latihan pernapasan sadar, refleksi spiritual, latihan kesadaran diri, afirmasi positif, dan teknik relaksasi
Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis data menunjukkan perubahan positif yang sangat drastis pada kelompok pasien yang menerima mindfulness spiritual therapy
- Penurunan Kecemasan yang Signifikan: Sebelum terapi, kelompok intervensi mencatatkan skor kecemasan rata-rata sebesar 28,47 (kategori kecemasan sedang-berat)
. Setelah empat minggu menjalani terapi spiritualitas mindfulness, skor kecemasan rata-rata anjlok secara signifikan menjadi 17,23 (nilai p = 0,001) . Di sisi lain, kelompok kontrol yang hanya mendapat perawatan standar hampir tidak mengalami perubahan berarti, dari skor 27,95 menjadi 25,88 . - Peningkatan Kualitas Hidup: Skor kualitas hidup pada kelompok intervensi melonjak pesat dari rata-rata 56,12 menjadi 72,85
. Peningkatan ini mencakup berbagai aspek seperti kenyamanan fisik, keseimbangan emosional, dan fungsi sosial . Kelompok kontrol hanya mengalami kenaikan tipis dari 55,76 menjadi 58,10 . - Peningkatan Adaptasi Psikologis dan Ketenangan Spiritual: Sebanyak 83,3% pasien di kelompok intervensi melaporkan peningkatan stabilitas emosional, 80,0% lebih berpikir positif, 86,7% merasa lebih tenang secara spiritual, dan 78,3% memiliki kemampuan koping yang lebih baik selama prosedur cuci darah
. - Dampak Simultan: Analisis statistik membuktikan bahwa mindfulness spiritual therapy secara bersamaan (simultan) efektif menekan angka kecemasan sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien ginjal kronis (nilai p = 0,001)
.
Implikasi dan Manfaat Bagi Praktik Keperawatan serta Masyarakat
Temuan penelitian ini membawa dampak teoretis dan praktis yang sangat berharga bagi dunia perawatan kesehatan
"Integrasi pendekatan spiritual ke dalam praktik keperawatan tidak hanya memperkuat regulasi emosional dan daya tahan mental pasien, tetapi juga memberikan ketenangan batin dalam menghadapi proses pengobatan rutin yang menantang," kata Ulfah Agus Sukrillah dalam laporannya
Penelitian ini mereduksi jarak antara penanganan fisik medis dan kesejahteraan psikologis
Profil Penulis
- Nama Lengkap: Ulfah Agus Sukrillah
- Gelar: Peneliti dan Akademisi Keperawatan
- Afiliasi Universitas: Poltekkes Kemenkes Semarang, Indonesia
- Bidang Keahlian: Keperawatan Medikal-Bedah, Keperawatan Jiwa, dan Intervensi Psikospiritual
Sumber Penelitian
- Judul Artikel Jurnal: The Effectiveness of Mindfulness Spiritual Therapy Intervention on Anxiety Levels and Quality of Life in Chronic Kidney Disease Patients
- Penulis: Ulfah Agus Sukrillah
- Institusi: Poltekkes Kemenkes Semarang
- Tahun Publikasi: 2026
- Kontak Penulis / Email Resmi: ulfahaguss77@gmail.com
- DOI :https://doi.org/10.59890/ijnhs.v4i3.235
- URL Resmi : https://aprmultitechpublisher.my.id/index.php/ijnhs/index
0 Komentar