Strategi Digital Marketing Skintific Terbukti Ampuh Tingkatkan Penjualan Produk Skincare di Makassar


MAKASSAR, Formosa News — Strategi pemasaran digital (digital marketing) yang konsisten dan interaktif terbukti menjadi pendorong utama keputusan pembelian produk perawatan kulit (skincare) di kalangan generasi muda. Peneliti Dyah Rachma Wijayanti H.P. dari Institut Teknologi Kesehatan dan Bisnis Graha Ananda, Palu, menemukan bahwa kesadaran merek (brand awareness) memegang peranan kunci sebagai jembatan yang menghubungkan promosi media sosial dengan tindakan nyata konsumen dalam membeli produk.

Penelitian kuantitatif yang dipublikasikan pada tahun 2026 ini berfokus pada perilaku konsumen perempuan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam studi ini, peneliti mengamati bagaimana aktivitas pemasaran digital merek Skintific—khususnya produk unggulan 5x Ceramide Barrier Repair Moisture Gel Moisturizer—mempengaruhi keputusan belanja konsumen, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pembentukan kesadaran merek di platform e-commerce seperti TikTok Shop dan Shopee.

Pergeseran Tren Pemasaran dan Tantangan Industri Beauty

Pesatnya penetrasi internet di Indonesia telah mengubah lanskap bisnis secara mendasar. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, jumlah pengguna internet melonjak dari 83,7 juta jiwa pada 2014 menjadi sekitar 143 juta jiwa atau 54 persen dari total populasi pada 2018, dan terus tumbuh pesat hingga saat ini. Masyarakat rata-rata menghabiskan waktu hampir sembilan jam sehari secara daring, yang menggeser pola komunikasi pemasaran dari model tatap muka (face-to-face) menjadi interaksi layar ke layar (screen-to-face).

Di tengah membanjirnya informasi produk di media sosial, konsumen sering kali merasa bingung dalam memilih produk skincare yang tepat. Industri kecantikan yang sangat kompetitif menuntut merek untuk tidak hanya sekadar mengiklankan produk, tetapi juga membangun ingatan merek yang kuat di benak konsumen. Skintific, merek asal Oslo, Norwegia yang diproduksi di Kanada, berhasil menjadi salah satu merek terlaris di Indonesia dengan memanfaatkan konten video pendek, siaran langsung (livestreaming) di TikTok Shop, serta kolaborasi bersama influencer kecantikan. Namun, sejauh mana dampak strategi digital ini terhadap keputusan pembelian di kota-kota besar luar Pulau Jawa, seperti Makassar, sebelumnya belum terukur secara mendalam.

Metodologi Penelitian Kuantitatif yang Terstruktur

Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini melibatkan 400 responden perempuan berusia 17 hingga 30 tahun yang berdomisili di Kota Makassar. Seluruh responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria khusus: merupakan pengguna aktif media sosial, pernah membeli produk Skintific melalui TikTok Shop atau Shopee, serta menggunakan produk 5x Ceramide Barrier Repair Moisture Gel Moisturizer.

Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dari total populasi perempuan usia 15–34 tahun di Makassar yang mencapai 246.746 jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring Google Forms dengan skala Likert empat tingkat yang dimodifikasi. Data yang diperoleh kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya, lalu dianalisis menggunakan uji t parsial, analisis jalur (path analysis), serta uji Sobel (Sobel test) menggunakan perangkat lunak SPSS versi 29 untuk mengukur efek langsung dan tidak langsung antarvariabel.

Temuan Utama: Kesadaran Merek Memperkuat Keputusan Pembelian

Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital dan kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Skintific di Makassar. Berikut adalah poin-poin utama dari temuan penelitian ini:

  1. Efek Langsung Pemasaran Digital: Aktivitas digital marketing (konten video dan promosi media sosial) terbukti berdampak positif secara langsung terhadap keputusan pembelian dengan koefisien jalur ($\beta$) sebesar 0,291 dan nilai t-hitung 6,844 (lebih besar dari t-tabel 1,966).
  2. Pembentukan Kesadaran Merek: Pemasaran digital memberikan kontribusi sangat kuat terhadap peningkatan kesadaran merek konsumen dengan koefisien jalur ($\beta$) mencapai 0,606.
  3. Dampak Kesadaran Merek pada Pembelian: Kesadaran merek memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap keputusan pembelian dengan koefisien jalur ($\beta$) sebesar 0,525 dan nilai t-hitung 12,343.
  4. Jalur Tidak Langsung Lebih Dominan: Analisis jalur mengungkapkan bahwa efek tidak langsung pemasaran digital terhadap keputusan pembelian melalui kesadaran merek adalah sebesar 0,318 ($0,606 \times 0,525$). Angka ini lebih besar dibandingkan efek langsungnya yang sebesar 0,291, sehingga menghasilkan total pengaruh sebesar 0,609. Uji Sobel mengonfirmasi signifikansi peran mediasi ini dengan nilai z sebesar 9,182 ($p < 0,05$).

Secara keseluruhan, model penelitian ini mampu menjelaskan 46,5 persen varians dari keputusan pembelian konsumen ($R^2 = 0,465$), sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Demografi responden menunjukkan bahwa pembeli mayoritas adalah mahasiswi berusia 21–25 tahun (45,8 persen) dengan pengeluaran atau pendapatan bulanan antara Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta (23,3 persen).

Implikasi Praktis dan Manfaat Bagi Industri Bisnis

Hasil studi ini memberikan implikasi penting bagi para pelaku bisnis dan praktisi pemasaran digital, khususnya di industri kecantikan dan perawatan diri:

  • Pentingnya Konten Edukatif dan Transparan: Perusahaan tidak cukup hanya memajang iklan langsung, melainkan harus menyajikan konten pemasaran yang informatif, jujur, dan mudah dipahami mengenai manfaat produk guna membangun brand awareness.
  • Strategi Mediasi Merek: Promosi digital baru akan menghasilkan tingkat penyerapan penjualan yang maksimal apabila berhasil menempatkan merek di posisi top of mind atau ingatan utama konsumen.
  • Pengembangan Program Promosi: Tim pemasaran disarankan untuk merancang program penawaran khusus dan kemasan produk yang unik untuk mendorong keputusan pembelian spontan di platform digital.
  • Kolaborasi Kreator Konten: Kemitraan yang berkelanjutan dengan beauty vlogger dan influencer terbukti efektif memperkuat daya ingat merek di tengah ketatnya persaingan e-commerce.

"Pemasaran digital yang konsisten membantu merek menduduki posisi kuat di pikiran konsumen, yang pada akhirnya mempermudah mereka dalam mengambil keputusan beli tanpa ragu," ungkap Dyah Rachma Wijayanti H.P. dalam analisisnya.

Profil Singkat Penulis

  • Nama Lengkap: Dyah Rachma Wijayanti H.P.
  • Afiliasi: Institut Teknologi Kesehatan dan Bisnis Graha Ananda, Palu, Indonesia.
  • Bidang Keahlian: Pemasaran Digital, Manajemen Bisnis, dan Perilaku Konsumen.
  • Catatan Akademik: Penelitian ini diselesaikan dengan bimbingan akademis dari Prof. Dr. Abdul Razak Munir, S.E., M.Si., M.Mktg., C.MP dan Dr. Muhammad Ismail, S.E., M.Si., CSF., C.NNLP., CM., CMA dari Program Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin.

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel Jurnal: Effect of Digital Marketing on Purchase Decision through Brand Awareness of Skintific Products in Makassar
  • Nama Jurnal: International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS)
  • Volume & Nomor: Vol. 4, No. 7, Tahun 2026 (Halaman 663–674)
  • Penerbit: TITECH Publisher / APR Multitech Publisher
  • DOI: https://doi.org/10.59890/ijatss.v4i7.273
  • E-ISSN: 3026-2410

 


Posting Komentar

0 Komentar