Stabilitas permintaan uang di Indonesia dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan struktur ekonomi, termasuk liberalisasi keuangan dan dinamika kerangka kerja kebijakan moneter
Perencanaan moneter menuntut pemahaman mendalam terhadap karakteristik perilaku masyarakat dalam memegang uang di tengah iklim makroekonomi yang dinamis
Untuk menguji fenomena tersebut, penelitian ini menerapkan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik ekonometrika ECM dan pendekatan penambahan variabel semu (dummy variables) untuk menangkap dampak guncangan struktural
Berdasarkan hasil estimasi yang dilakukan, ditemukan beberapa temuan utama sebagai berikut:
- Model permintaan uang tanpa variabel dummy menghasilkan koefisien yang signifikan namun kurang stabil dalam jangka panjang
. - Sebaliknya, penambahan variabel dummy yang merefleksikan krisis dan perubahan kerangka kebijakan berhasil menciptakan model estimasi yang stabil, meskipun beberapa koefisien menjadi tidak signifikan akibat penurunan derajat kebebasan (degrees of freedom)
. - Seluruh model menunjukkan karakteristik penyesuaian konvergensi yang lambat (slow convergence adjustment), mencerminkan tipikal negara berkembang dalam merespons penyesuaian pasar
. - Guncangan krisis keuangan Asia 1997-1998 terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan permintaan uang, khususnya dalam model penyesuaian jangka pendek
.
Temuan ini mengindikasikan adanya pertukaran (trade-off) bagi para pembuat kebijakan antara memilih model yang stabil secara parameter atau model dengan variabel yang sepenuhnya signifikan
Profil Penulis
Krisnaldy, S.E., M.M. – Dosen dan peneliti di Universitas Pamulang
.
Sumber Penelitian:
- Judul Artikel: Short-Term and Long-Term Estimation of Indonesia's Money Demand Using the ECM Approach
- Nama Jurnal: International Journal of Management Analytics (IJMA)
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI:
https://doi.org/10.59890/ijma.v4i3.7
0 Komentar