Stabilitas Permintaan Uang di Indonesia Dipengaruhi Perubahan Kebijakan Moneter dan Krisis

Ilustrasi by AI

Stabilitas permintaan uang di Indonesia dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan struktur ekonomi, termasuk liberalisasi keuangan dan dinamika kerangka kerja kebijakan moneter. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Krisnaldy dari Universitas Pamulang pada Juli 2026 mengkaji estimasi permintaan uang di Indonesia menggunakan pendekatan Error Correction Model (ECM) dengan data rentang waktu 1998 hingga 2024. Riset ini memegang peranan penting bagi otoritas moneter dalam memastikan efektivitas transmisi kebijakan serta menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi.

Perencanaan moneter menuntut pemahaman mendalam terhadap karakteristik perilaku masyarakat dalam memegang uang di tengah iklim makroekonomi yang dinamis. Selama tiga dekade terakhir, Indonesia telah melalui berbagai transformasi struktural yang mendalam, mulai dari era deregulasi dan liberalisasi perbankan, krisis finansial Asia 1997-1998, hingga pergeseran kerangka kerja kebijakan dari penargetan uang inti (Base Money Targeting) ke kerangka penargetan inflasi (Inflation Targeting Framework / ITF). Berbagai gejolak ini mengubah pola perilaku ekonomi masyarakat dan menuntut evaluasi ulang terhadap spesifikasi fungsi permintaan uang.

Untuk menguji fenomena tersebut, penelitian ini menerapkan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik ekonometrika ECM dan pendekatan penambahan variabel semu (dummy variables) untuk menangkap dampak guncangan struktural. Analisis dilakukan melalui dua perlakuan penambahan variabel dummy—baik melalui teknik intercept dummies, slope dummies, maupun kombinasi keduanya—guna mengevaluasi keseimbangan jangka pendek dan jangka panjang.

Berdasarkan hasil estimasi yang dilakukan, ditemukan beberapa temuan utama sebagai berikut:

  • Model permintaan uang tanpa variabel dummy menghasilkan koefisien yang signifikan namun kurang stabil dalam jangka panjang.
  • Sebaliknya, penambahan variabel dummy yang merefleksikan krisis dan perubahan kerangka kebijakan berhasil menciptakan model estimasi yang stabil, meskipun beberapa koefisien menjadi tidak signifikan akibat penurunan derajat kebebasan (degrees of freedom).
  • Seluruh model menunjukkan karakteristik penyesuaian konvergensi yang lambat (slow convergence adjustment), mencerminkan tipikal negara berkembang dalam merespons penyesuaian pasar.
  • Guncangan krisis keuangan Asia 1997-1998 terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan permintaan uang, khususnya dalam model penyesuaian jangka pendek.

Temuan ini mengindikasikan adanya pertukaran (trade-off) bagi para pembuat kebijakan antara memilih model yang stabil secara parameter atau model dengan variabel yang sepenuhnya signifikan. Stabilitas permintaan uang terbukti menjadi syarat mutlak agar kebijakan moneter bank sentral dapat berjalan secara konsisten dalam mengendalikan stabilitas harga di tengah dinamika ekonomi global.

Profil Penulis

  • Krisnaldy, S.E., M.M. – Dosen dan peneliti di Universitas Pamulang.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: Short-Term and Long-Term Estimation of Indonesia's Money Demand Using the ECM Approach
  • Nama Jurnal: International Journal of Management Analytics (IJMA)
  • Tahun Publikasi: 2026
  • DOI: https://doi.org/10.59890/ijma.v4i3.7

Posting Komentar

0 Komentar