Pupuk Organik Cair dan Urea Tingkatkan Pertumbuhan serta Hasil Panen Sawi Kailan

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Berastagi - Produktivitas sawi kailan (Brassica oleracea) dapat ditingkatkan melalui kombinasi pupuk organik cair (POC) dan pupuk urea. Temuan tersebut dipublikasikan dalam penelitian yang dilakukan oleh Ondo Hanatha Tondang, Roida Ervina Sinaga, dan Chaula Lutfia Saragih dari Universitas Quality Berastagi. Penelitian ini diterbitkan pada tahun 2026 di Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics (IJAEA) dan menunjukkan bahwa penggunaan kedua jenis pupuk memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan maupun hasil produksi tanaman kailan.

Hasil penelitian ini menjadi penting karena kebutuhan masyarakat terhadap sayuran bergizi terus meningkat, sementara petani juga dituntut menghasilkan panen yang tinggi tanpa merusak kualitas tanah. Temuan tersebut menawarkan alternatif strategi pemupukan yang menggabungkan manfaat pupuk organik dan pupuk anorganik agar pertumbuhan tanaman tetap optimal sekaligus menjaga kesuburan lahan.

Permintaan Kailan Terus Meningkat

Kailan merupakan salah satu sayuran hortikultura yang memiliki kandungan vitamin, mineral, dan protein cukup tinggi. Selain menjadi sumber pangan sehat, tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi yang baik karena permintaan pasar yang terus bertambah.

Namun, peningkatan produksi kailan menghadapi tantangan dalam pengelolaan kesuburan tanah. Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus memang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman dalam jangka pendek, tetapi berpotensi menurunkan kualitas tanah apabila digunakan secara berlebihan.

Sebaliknya, pupuk organik cair lebih ramah lingkungan karena membantu memperbaiki struktur tanah dan menyediakan unsur hara secara bertahap. Kekurangannya, kandungan nutrisi pada pupuk organik umumnya lebih rendah dibandingkan pupuk anorganik. Oleh sebab itu, peneliti mencoba mengombinasikan pupuk organik cair dengan pupuk urea yang kaya nitrogen untuk mengetahui apakah keduanya mampu menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik.

Menguji Kombinasi Dua Jenis Pupuk

Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 288 sampel tanaman kailan. Benih diseleksi terlebih dahulu, kemudian disemai dan dipindahkan ke dalam polibag setelah berumur 13 hari.

Pupuk organik cair dan pupuk urea mulai diberikan satu minggu setelah tanam sesuai perlakuan penelitian. Selama masa budidaya, tanaman memperoleh penyiraman, pemeliharaan rutin, pengendalian hama, serta pemberian nutrisi hingga memasuki masa panen pada umur sekitar 42–45 hari.

Untuk memastikan hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) melalui perangkat lunak SPSS, kemudian dilanjutkan dengan Uji Duncan apabila ditemukan perbedaan yang signifikan antarperlakuan. Parameter yang diamati meliputi:

  • Tinggi tanaman
  • Jumlah daun
  • Diameter batang
  • Berat segar hasil panen

Pertumbuhan Tanaman Meningkat pada Seluruh Parameter

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk organik cair dan pupuk urea memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh parameter pertumbuhan tanaman.

Beberapa hasil penting yang diperoleh antara lain:

  • Tinggi tanaman terbaik mencapai sekitar 42,75 cm pada perlakuan pupuk organik cair tertentu.
  • Perlakuan urea menghasilkan tinggi tanaman hingga 42,67 cm.
  • Jumlah daun tertinggi mencapai 13,92 helai pada perlakuan pupuk organik cair.
  • Diameter batang terbesar mencapai 1,83 cm pada perlakuan POC dan 1,85 cm pada perlakuan urea.
  • Berat segar panen tertinggi mencapai 133,08 gram pada salah satu perlakuan pupuk organik cair, sedangkan kombinasi perlakuan tertentu menghasilkan berat segar hingga 410 gram pada nilai interaksi.

Menurut peneliti, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pupuk organik cair mampu menyediakan unsur hara makro maupun mikro sekaligus memperbaiki kondisi tanah, sedangkan pupuk urea menyediakan nitrogen dalam jumlah tinggi yang diperlukan tanaman selama fase pertumbuhan vegetatif.

Nitrogen berperan dalam pembentukan klorofil sehingga proses fotosintesis berlangsung lebih optimal. Akibatnya, pertumbuhan daun, batang, dan keseluruhan tanaman berlangsung lebih cepat dan lebih baik dibandingkan tanpa perlakuan pemupukan yang sesuai.

Kombinasi Pupuk Dinilai Lebih Efektif

Penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan pupuk organik cair tidak harus menggantikan pupuk anorganik sepenuhnya. Sebaliknya, kombinasi keduanya justru memberikan hasil yang lebih baik karena masing-masing memiliki fungsi yang saling melengkapi.

Pupuk organik cair membantu meningkatkan kualitas tanah, menyediakan mikroorganisme yang bermanfaat, serta memperbaiki ketersediaan unsur hara. Di sisi lain, pupuk urea menyediakan nitrogen yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah cukup untuk mendukung pertumbuhan vegetatif secara cepat.

Pendekatan ini dapat menjadi salah satu strategi budidaya yang lebih berkelanjutan karena mampu menjaga produktivitas tanaman tanpa bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia dalam dosis tinggi.

Manfaat bagi Petani dan Dunia Pertanian

Hasil penelitian ini memiliki implikasi praktis bagi petani hortikultura, khususnya pembudidaya kailan. Dengan memilih kombinasi pemupukan yang tepat, petani berpeluang meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga kualitas lahan pertanian dalam jangka panjang.

Selain itu, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penyuluh pertanian, akademisi, serta pemerintah dalam menyusun rekomendasi teknologi budidaya sayuran yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Peneliti juga menyarankan agar penelitian berikutnya memperhatikan faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan tanaman, seperti intensitas cahaya matahari, penggunaan polibag yang seragam, serta penyiraman yang dilakukan secara rutin sehingga hasil penelitian dapat semakin optimal.

Profil Penulis

Ondo Hanatha Tondang merupakan peneliti dari Universitas Quality Berastagi yang berfokus pada bidang budidaya tanaman dan teknologi pertanian. Penelitian ini dilakukan bersama Roida Ervina Sinaga dan Chaula Lutfia Saragih, yang juga berasal dari Universitas Quality Berastagi. Ketiga penulis menaruh perhatian pada pengembangan teknik budidaya hortikultura yang mampu meningkatkan produktivitas tanaman melalui strategi pemupukan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Effect of Liquid Organic Fertilizer and Urea Fertilizer on the Growth and Production of Kailan (Brassica oleracea)

Penulis: Ondo Hanatha Tondang, Roida Ervina Sinaga, Chaula Lutfia Saragih

Afiliasi: Universitas Quality Berastagi

Jurnal: Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics (IJAEA)

Volume: 5, Nomor 2 (2026), halaman 475–484

DOI: https://doi.org/10.55927/ijaea.v5i2.16893

Posting Komentar

0 Komentar