Pengembangan Karier dan Motivasi Kerja Terbukti Memperkuat Loyalitas Karyawan di Industri Kemasan Surabaya

Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Surabaya - Pengembangan karier dan motivasi kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan di sebuah perusahaan manufaktur kemasan di Surabaya, Indonesia. Temuan tersebut dilaporkan oleh Iene Gading Sukmono, Damajanti Sri Lestari, dan Anita Asnawi dari Universitas Dr Soetomo dalam artikel yang terbit pada 2026 di Formosa Journal of Business and Economic Statistics (FJBES). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karier menjadi faktor yang paling kuat dalam mendorong loyalitas karyawan, sementara motivasi kerja memberikan pengaruh positif sebagai faktor pendukung.

Riset ini penting bagi perusahaan manufaktur yang menghadapi kebutuhan untuk mempertahankan tenaga kerja terampil. Loyalitas karyawan tidak hanya berkaitan dengan keinginan seseorang untuk tetap bekerja di perusahaan, tetapi juga tercermin melalui kepatuhan terhadap aturan, tanggung jawab terhadap pekerjaan, kemauan bekerja sama, rasa memiliki terhadap organisasi, serta keinginan untuk bertahan dalam jangka panjang. Tingkat loyalitas yang baik dapat membantu perusahaan menjaga produktivitas dan mengurangi risiko pergantian tenaga kerja.

Dalam konteks perusahaan yang diteliti, PT XYZ merupakan produsen kemasan tabung Aluminium Barrier Laminate (ABL) dan Plastic Barrier Laminate (PBL) di Surabaya. Stabilitas produksi perusahaan sangat bergantung pada kemampuan mempertahankan operator dan tenaga teknis yang memiliki keterampilan. Karena itu, kesempatan berkembang di dalam perusahaan dan lingkungan kerja yang mampu menjaga motivasi menjadi bagian penting dari strategi mempertahankan karyawan.

Melibatkan 145 Karyawan

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner sebagai sumber data utama. Dari total populasi 228 karyawan PT XYZ, sebanyak 145 karyawan menjadi responden. Mereka dipilih menggunakan metode proportionate stratified random sampling agar komposisi responden mencerminkan pembagian tenaga kerja di perusahaan. Seluruh 145 kuesioner yang dikumpulkan dinyatakan dapat digunakan untuk analisis.

Kuesioner menggunakan skala lima tingkat untuk mengukur tiga aspek utama, yakni pengembangan karier, motivasi kerja, dan loyalitas karyawan. Pengembangan karier diukur melalui kesempatan promosi, kejelasan jalur karier, akses pelatihan, pengembangan kompetensi, dan dukungan organisasi terhadap pengembangan diri. Sementara itu, motivasi kerja dilihat dari semangat bekerja, rasa tanggung jawab, kebutuhan berprestasi, penghargaan terhadap hasil kerja, dan dorongan mencapai target.
Karakteristik responden memperlihatkan bahwa tenaga kerja perusahaan relatif muda. Kelompok usia 26–30 tahun menjadi kelompok terbesar dengan 52 orang atau 35,9 persen, disusul kelompok usia 20–25 tahun sebanyak 46 orang atau 31,7 persen. Dari sisi masa kerja, 81 responden atau 55,9 persen telah bekerja lebih dari tiga tahun.

Pengembangan Karier Menjadi Faktor Terkuat

Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel memiliki skor rata-rata tinggi. Pengembangan karier memperoleh nilai rata-rata 3,927, loyalitas karyawan 3,891, dan motivasi kerja 3,818 pada skala lima poin. Angka tersebut menunjukkan bahwa responden secara umum memiliki persepsi positif terhadap kesempatan pengembangan karier, loyalitas, maupun motivasi kerja di perusahaan.

Temuan paling menonjol muncul dalam analisis regresi. Pengembangan karier memiliki koefisien pengaruh standar β = 0,692 dengan tingkat signifikansi di bawah 0,001. Artinya, semakin baik kesempatan pengembangan karier yang dirasakan karyawan, semakin kuat pula loyalitas mereka terhadap perusahaan.

Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan, dengan β = 0,214 dan nilai signifikansi 0,007. Pengaruhnya memang lebih kecil dibandingkan pengembangan karier, tetapi tetap menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki motivasi kerja lebih tinggi cenderung memiliki loyalitas yang lebih kuat.

Ketika kedua faktor tersebut dianalisis secara bersamaan, pengembangan karier dan motivasi kerja mampu menjelaskan 77,9 persen variasi loyalitas karyawan. Nilai tersebut menunjukkan kontribusi yang sangat kuat dari kedua faktor dalam model penelitian. Sekitar 22 persen lainnya berkaitan dengan faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model, seperti kompensasi, kepemimpinan, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja.

Jalur Karier yang Jelas Lebih Penting

Menurut Iene Gading Sukmono, Damajanti Sri Lestari, dan Anita Asnawi dari Universitas Dr Soetomo, temuan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak cukup hanya memberikan insentif atau membangun suasana kerja yang menyenangkan. Karyawan juga perlu melihat masa depan yang jelas di dalam organisasi.

Pengembangan karier dapat diwujudkan melalui kriteria promosi yang transparan, jalur karier yang terdokumentasi, pelatihan yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi, serta percakapan rutin antara atasan dan karyawan mengenai perkembangan karier. Pada saat yang sama, penghargaan terhadap pencapaian dan umpan balik atas kinerja dapat digunakan untuk memperkuat motivasi.

Peneliti merekomendasikan agar perusahaan menggabungkan sistem pengembangan karier dengan program motivasi, bukan menjalankannya sebagai dua kebijakan yang terpisah. Jalur karier memberi karyawan gambaran mengenai peluang masa depan, sedangkan motivasi membantu mereka mempertahankan energi dan komitmen untuk mencapai peluang tersebut.

Bagi dunia usaha, khususnya sektor manufaktur, hasil ini memberikan pesan praktis: mempertahankan karyawan tidak cukup dengan meningkatkan motivasi sesaat; perusahaan perlu menyediakan kesempatan berkembang yang nyata dan dapat dipercaya. Sistem promosi yang jelas, pelatihan yang relevan, pengakuan atas prestasi, serta dukungan supervisor dapat menjadi bagian dari strategi retensi tenaga kerja.

Namun, peneliti juga memberikan batasan. Studi hanya dilakukan pada satu perusahaan dan pada satu periode sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi ke seluruh industri manufaktur Indonesia. Penelitian lanjutan disarankan melibatkan beberapa perusahaan, mengamati karyawan dalam jangka waktu lebih panjang, serta memasukkan faktor seperti kepuasan kerja, komitmen organisasi, gaya kepemimpinan, dan kompensasi.

Profil Penulis

Iene Gading Sukmono — Universitas Dr Soetomo, penulis korespondensi.
Damajanti Sri Lestari — Universitas Dr Soetomo.
Anita Asnawi — Universitas Dr Soetomo.

Artikel sumber tidak mencantumkan gelar akademik maupun bidang keahlian spesifik masing-masing penulis, sehingga informasi tersebut tidak ditambahkan untuk menjaga akurasi.

Sumber Penelitian

Judul: The Influence of Career Development and Work Motivation on Employee Loyalty: Evidence from A Packaging Manufacturer in Surabaya, Indonesia
Penulis: Iene Gading Sukmono, Damajanti Sri Lestari, Anita Asnawi
Afiliasi: Universitas Dr Soetomo
Jurnal: Formosa Journal of Business and Economic Statistics (FJBES)
Volume: 5, Nomor 4, 2026, halaman 385–400

Posting Komentar

0 Komentar