Membangun Keamanan Psikologis dan Suara Karyawan untuk Mengurangi Risiko Kegagalan Operasional di Organisasi yang Mengalami Kesulitan

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Medan - Menciptakan Rasa Aman Psikologis dan Ruang Bicara Karyawan Mampu Mencegah Kegagalan Operasional Organisasi. Penelitian yang dilakukan oleh Heddy Setiawan dari Politeknik LP3I dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 3 Tahun 2026 menyoroti bahwa karyawan yang merasa aman dari risiko intimidasi atau hukuman cenderung lebih aktif melaporkan potensi masalah operasional sejak dini.

Tantangan Efisiensi dan Risiko Karyawan Memilih Bisu
Dinamika ekonomi global maupun nasional menuntut banyak perusahaan dan lembaga melakukan penyesuaian operasional yang ketat. Data Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mencatat terdapat 77.965 pekerja terkena pemutus hubungan kerja (PHK) sepanjang tahun 2024, yang mencerminkan tingginya tekanan ekonomi dan restrukturisasi di berbagai sektor. Dalam kondisi organisasi yang sedang tertekan (distressed organizations), karyawan sering kali merasa cemas akan ketidakpastian pekerjaanKondisi tersebut kerap mendorong munculnya budaya diam (employee silence). Pekerja enggan melaporkan kekeliruan prosedur, kerusakan teknis, atau potensi risiko operasional karena takut disalahkan. Akibatnya, manajemen kehilangan informasi penting di tingkat tapak (frontline), yang menyebabkan kesalahan kecil berulang dan berkembang menjadi kegagalan operasional skala besar.

Metodologi Penelitian Sederhana dan Terukur

Untuk memahami keterkaitan antara iklim kerja dan pencegahan kegagalan sistemik, Heddy Setiawan mengumpulkan data dari 156 karyawan yang bekerja pada berbagai organisasi yang sedang mengalami tekanan kinerja, restrukturisasi, serta keterbatasan sumber dayaPengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur tiga variabel utama: rasa aman psikologis (psychological safety), keberanian menyampaikan pendapat (employee voice), dan tingkat mitigasi kegagalan operasional (operational failure mitigation). Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode statistik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk melihat hubungan sebab-akibat antarvariabel.

Temuan Utama Penelitian

  • Keamanan Psikologis Mendorong Keterbukaan: Rasa aman psikologis terbukti berkolerasi positif dan signifikan terhadap keberanian karyawan dalam bersuara (employee voice). Karyawan yang merasa diterima dan dihargai lebih berani membagikan ide serta melaporkan kendala kerja.
  • Deteksi Dini Kegagalan Operasional: Suara karyawan berfungsi sebagai sistem peringatan dini (early warning system) yang efektif. Komunikasi yang konstruktif membantu organisasi mengidentifikasi potensi kegagalan sebelum dampaknya meluas.
  • Peran Mediasi Keberanian Bersuara: Keberanian bersuara menjadi jembatan utama yang menghubungkan rasa aman psikologis dengan keberhasilan mitigasi risiko operasional.
  • Perbedaan Respon Berdasarkan Jenis Isu: Karyawan merasa paling nyaman mengajukan pertanyaan ketika prosedur kurang jelas (skor rata-rata 4,02) dan memberikan saran perbaikan teknis (skor rata-rata 3,96). Namun, tingkat keberanian menurun ketika harus mengakui kesalahan secara terbuka (skor rata-rata 3,68) atau mempertanyakan keputusan manajemen yang kurang efektif (skor rata-rata 3,63).
Implikasi dan Dampak Nyata Bagi Dunia Usaha
Hasil penelitian ini memberikan panduan praktis bagi pimpinan perusahaan, manajer operasional, serta praktisi sumber daya manusia (SDM). Pencegahan kegagalan operasional tidak bisa hanya mengandalkan kontrol teknis atau prosedur standar (SOP) yang kaku, melainkan harus didukung oleh iklim komunikasi yang sehatManajemen disarankan untuk menerapkan sistem pelaporan kesalahan tanpa hukuman (non-punitive error reporting), menyediakan saluran umpan balik yang responsif, serta melatih para penyelia agar lebih terbuka menerima kritik. Ketika masukan karyawan ditindaklanjuti secara nyata, kebiasaan saling bersuara akan terbentuk secara alami, sehingga efisiensi dan daya tahan organisasi dalam menghadapi krisis dapat meningkat pesat.

Profil Penulis
Heddy Setiawan, M.M. adalah dosen dan peneliti di Politeknik LP3I. Ia memiliki keahlian di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Perilaku Organisasi, dan Ketahanan Operasional Organisasi.

Sumber Penelitian
Heddy Setiawan. Building Psychological Safety and Employee Voice to Mitigate Operational Failures in Distressed Organizations. Asian Journal of Management Analytics (AJMA). Vol. 5 No. (3), Hal. 659-676.
DOI : https://doi.org/10.55927/ajma.v5i3.16802
URL:  https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma

Posting Komentar

0 Komentar