Iklim Keselamatan Kerja Jadi Penentu Utama Kinerja K3 di Industri Sawit

Ilustrasi by AI

Iklim keselamatan kerja terbukti menjadi faktor kunci yang secara positif dan signifikan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor pengolahan kelapa sawit. Penelitian terbaru ini dilakukan oleh Rival Lino, Budiyanto, dan Agustedi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya, dan dipublikasikan pada Juli 2026. Riset ini menjadi sangat penting mengingat industri pengolahan kelapa sawit memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi, sehingga penerapan sistem keselamatan kerja yang optimal sangat krusial untuk menekan angka kecelakaan kerja.

Sektor pengolahan kelapa sawit di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau sebagai salah satu pusat produksi utama, sangat bergantung pada performa tenaga kerja di tengah tantangan penggunaan alat berat dan paparan suhu ekstrem. Namun, dalam praktiknya, masih banyak ditemukan masalah seperti rendahnya kesadaran penggunaan alat pelindung diri (APD), minimnya edukasi keselamatan, serta lemahnya pengawasan manajemen. Kondisi ini diperparah oleh kecenderungan perusahaan yang memandang keselamatan kerja sebagai beban biaya semata alih-alih investasi jangka panjang.

Untuk mengkaji fenomena tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner berskala Likert. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling terhadap para pegawai di perusahaan pengolahan kelapa sawit. Pengumpulan data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS untuk menguji validitas, reliabilitas, hubungan antarvariabel, serta efek moderasi.

Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan beberapa temuan utama sebagai berikut:

  • Iklim keselamatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keselamatan, dengan indikator paling dominan berupa komitmen terhadap keselamatan.
  • Perilaku keselamatan (khususnya partisipasi keselamatan) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keselamatan akibat sifatnya yang masih tidak konsisten dan reaktif.
  • Kepemimpinan transformasional sebagai variabel moderasi ternyata tidak mampu memperkuat hubungan antartarvariabel, bahkan cenderung memperlemah pengaruh iklim keselamatan terhadap kinerja keselamatan.

Temuan ini mengindikasikan bahwa peran kepemimpinan di lapangan belum berjalan optimal, terutama dalam hal keteladanan, komunikasi, serta penyeimbangan antara target produksi dan keselamatan kerja. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk memperkuat komitmen manajemen secara menyeluruh, menyelenggarakan pelatihan keselamatan secara berkala, serta memberikan insentif bagi pekerja yang mengutamakan keselamatan agar budaya K3 benar-benar diterapkan secara konsisten.

Profil Penulis

  • Rival Lino – Peneliti dan praktisi K3 dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya.
  • Prof. Dr. Budiyanto, M.S. – Dosen dan peneliti di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya.
  • Dr. Agustedi, M.M. – Dosen dan peneliti di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: The Impact of Safety Climate and Safety Participation on Employee Safety Performance with Transformational Leadership as a Moderator in the Palm Oil Sector
  • Nama Jurnal: International Journal of Management Analytics (IJMA)
  • Tahun Publikasi: 2026
  • DOI: https://doi.org/10.59890/ijma.v4i3.32

Posting Komentar

0 Komentar