Perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, dan pergeseran gaya hidup anak-anak menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan. Sekolah tidak lagi cukup mengembangkan kemampuan akademik semata, tetapi juga harus membentuk peserta didik yang memiliki disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, kesehatan fisik, serta integritas moral.
Menurut para penulis, berbagai program pendidikan karakter yang selama ini diterapkan di sekolah sering kali masih bersifat tambahan atau seremonial. Akibatnya, nilai-nilai karakter belum benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik. Karena itu, diperlukan perubahan paradigma dari pendidikan karakter berbasis program menuju pendidikan karakter berbasis budaya sekolah yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengembangkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program ini mengajak peserta didik membangun tujuh kebiasaan positif, yaitu:
- Bangun pagi.
- Beribadah.
- Berolahraga.
- Makan makanan sehat dan bergizi.
- Gemar belajar.
- Bermasyarakat atau bersosialisasi.
- Tidur lebih awal.
Ketujuh kebiasaan tersebut dirancang untuk membentuk karakter secara menyeluruh, meliputi aspek spiritual, intelektual, sosial, kesehatan, serta kemandirian peserta didik.
Dalam penelitian ini, ketiga penulis menggunakan metode literature review atau kajian pustaka. Mereka menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal nasional dan internasional, buku akademik, dokumen kebijakan pendidikan, serta regulasi yang diterbitkan pada periode 2021–2026. Pendekatan ini dipilih untuk menyusun sintesis konseptual mengenai hubungan antara manajemen pendidikan karakter, budaya sekolah, dan implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak dapat dicapai melalui pembelajaran teori semata. Karakter peserta didik lebih efektif dibangun melalui pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus hingga menjadi bagian dari budaya sekolah.
Kajian tersebut juga menemukan bahwa sekolah yang berhasil membangun karakter memiliki beberapa kesamaan, antara lain:
- Kepala sekolah berperan sebagai pemimpin transformasional.
- Guru menjadi teladan dalam perilaku sehari-hari.
- Orang tua terlibat aktif dalam mendukung pembiasaan di rumah.
- Seluruh warga sekolah menerapkan nilai-nilai karakter secara konsisten.
Dengan kata lain, pendidikan karakter akan lebih berhasil apabila seluruh ekosistem pendidikan bergerak bersama, bukan hanya guru di ruang kelas.
Salah satu temuan penting dalam artikel ini adalah hasil sintesis dari berbagai penelitian sebelumnya mengenai efektivitas Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Salah satu penelitian yang dianalisis menunjukkan bahwa implementasi program tersebut mencapai tingkat efektivitas 81,4 persen, yang termasuk kategori sangat efektif dalam meningkatkan disiplin, toleransi, dan kerja sama peserta didik.
Meski demikian, aspek gemar belajar masih menjadi tantangan terbesar. Faktor penyebabnya antara lain rendahnya motivasi intrinsik siswa, penggunaan telepon pintar yang berlebihan, serta kurangnya dukungan belajar dari lingkungan keluarga. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter memerlukan sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga.
Para penulis juga menekankan bahwa transformasi pendidikan karakter harus dikelola melalui empat fungsi utama manajemen pendidikan, yaitu:
- Perencanaan, dengan mengintegrasikan tujuh kebiasaan ke dalam visi sekolah, kurikulum, dan program pembelajaran.
- Pengorganisasian, melalui kolaborasi kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat.
- Pelaksanaan, dengan membangun pembiasaan positif dalam aktivitas sehari-hari di sekolah.
- Evaluasi, melalui pemantauan perubahan perilaku siswa, refleksi, observasi, serta keterlibatan orang tua dalam menilai perkembangan karakter.
Pendekatan tersebut dinilai mampu menjadikan pendidikan karakter sebagai bagian dari sistem sekolah, bukan sekadar kegiatan tambahan.
Lebih jauh lagi, kajian ini menjelaskan bahwa setiap kebiasaan dalam program tersebut memiliki tujuan pendidikan yang spesifik. Bangun pagi melatih disiplin dan manajemen waktu, beribadah memperkuat moral dan spiritual, olahraga membangun ketangguhan, konsumsi makanan bergizi meningkatkan kesadaran hidup sehat, gemar belajar menumbuhkan rasa ingin tahu, bersosialisasi mengembangkan empati dan kerja sama, sedangkan tidur lebih awal membantu membentuk keseimbangan hidup serta pengendalian diri.
Menurut Riyanti Sholihah dan tim dari Universitas Bakti Indonesia, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten akan mengubah nilai-nilai karakter menjadi perilaku nyata yang melekat dalam kehidupan peserta didik. Oleh karena itu, keberhasilan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sangat bergantung pada kemampuan sekolah menerjemahkan kebijakan nasional menjadi budaya sekolah yang hidup dalam aktivitas sehari-hari.
Temuan ini memiliki implikasi luas bagi dunia pendidikan Indonesia. Sekolah memperoleh kerangka yang lebih sistematis dalam mengelola pendidikan karakter, pemerintah memiliki referensi untuk memperkuat implementasi kebijakan nasional, sementara orang tua didorong menjadi mitra aktif sekolah dalam membangun kebiasaan positif di rumah. Bagi masyarakat, pendekatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat, disiplin, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, serta mampu menghadapi tantangan abad ke-21 dengan karakter yang kuat.
Profil Penulis
Riyanti Sholihah merupakan akademisi dari Universitas Bakti Indonesia yang menaruh perhatian pada bidang manajemen pendidikan, pendidikan karakter, budaya sekolah, dan kebijakan pendidikan.
Ahmad Husin merupakan dosen di Universitas Bakti Indonesia dengan bidang keahlian administrasi pendidikan, kepemimpinan pendidikan, dan pengembangan budaya sekolah.
Lailatus Sah'ro merupakan akademisi dari Universitas Bakti Indonesia yang berfokus pada pengembangan karakter peserta didik, manajemen pendidikan, serta transformasi kebijakan pendidikan.
Sumber Penelitian
Sholihah, R., Husin, A., & Sah'ro, L. (2026). Transforming Character Education Management through the Implementation of the Seven Habits of Great Indonesian Children Movement: A Literature Review on Strengthening School Culture Based on the Ministry of Primary and Secondary Education's National Policy. International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS), Vol. 4, No. 7, 773–786.
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i7.22
URL: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas
0 Komentar