Evaluasi Sistem Rekrutmen dan Seleksi Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) dalam Upaya Meningkatkan Pemberdayaan Desa di Kecamatan Batang Tuaka

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Riau - Evaluasi Sistem Rekrutmen Kader Pemberdayaan Desa di Batang Tuaka Ungkap Kunci Sukses Pembangunan DesaPenelitian yang dilakukan oleh Renani, Widyawati, dan Syafrinadina dari Universitas Islam Indragiri dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) edisi Vol. 5 No. 7 Tahun 2026 menyoroti bahwa efektivitas kader di lapangan berakar dari proses seleksi yang transparan dan berbasis kompetensi.

Tingginya Animo Pendaftar dan Tantangan Seleksi
Penelitian kualitatif deskriptif evaluatif ini melibatkan 50 orang informan kunci yang dipilih secara terukur. Para informan tersebut terdiri dari Camat Batang Tuaka, 13 Kepala Desa atau Lurah, 20 anggota KPMD, 8 anggota panitia seleksi, serta 8 tokoh masyarakat setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi resmiDari data penelitian, terungkap bahwa minat masyarakat untuk menjadi KPMD sangat tinggi. Di Kecamatan Batang Tuaka, kuota yang dibutuhkan hanya 3 orang per desa. Namun, jumlah pendaftar di setiap desa mencapai 15 hingga 40 orang, dengan total pendaftar di 13 desa mencapai 306 orang untuk memperebutkan 39 posisi.

Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis data menunjukkan beberapa temuan penting terkait pelaksanaan rekrutmen dan dampak kinerja KPMD di Kecamatan Batang Tuaka:
  • Prosedur Formal Berjalan, Namun Sosialisasi Belum Merata: Proses pengumuman rekrutmen telah dilakukan melalui kantor desa, media cetak, dan pengumuman warga. Meski begitu, penyampaian informasi antar-desa masih bervariasi sehingga partisipasi masyarakat dalam menilai kelayakan calon belum optimal.
  • Tantangan Objektivitas Seleksi: Tahapan seleksi melingkupi penilaian kompetensi, pengalaman kegiatan sosial, tingkat pendidikan, serta integritas. Kendati berjalan sesuai prosedur, beberapa desa masih menghadapi kendala objektifitas akibat keterbatasan alat ukur evaluasi dan standar penilaian yang kurang konsisten.
  • Realisasi Program Pemberdayaan: KPMD terbukti berhasil menggerakkan berbagai kegiatan warga. Dari target program yang ditetapkan, KPMD berhasil memfasilitasi pelatihan keterampilan masyarakat (tercapai 75 dari 100 peserta), pendampingan UMKM (22 dari 30 unit aktif dibina), pelatihan pengelolaan Dana Desa (45 dari 60 peserta), hingga Program Padat Karya Tunai Desa yang menyerap 120 tenaga kerja dari target 150 orang.
Implikasi Bagi Kebijakan dan Pembangunan Desa
Hasil riset ini memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah, khususnya tingkat kecamatan dan desa. Untuk meningkatkan efektivitas program desa, diperlukan penyetaraan standar seleksi KPMD serta pelatihan berkelanjutan bagi kader yang terpilih. Selain itu, peningkatan transparansi dan keterlibatan masyarakat sejak tahap pengumuman hingga penilaian kandidat dapat memastikan kader yang terpilih benar-benar memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan desanya.

Profil Penulis
Renani, S.E., M.M. — Dosen dan peneliti di Universitas Islam Indragiri dengan keahlian di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dan Administrasi Publik.
Widyawati, S.E., M.M. — Peneliti dan akademisi di Universitas Islam Indragiri yang berfokus pada studi metode penelitian manajemen dan pengembangan organisasi.
Syafrinadina, S.E., M.M. — Akademisi di Universitas Islam Indragiri yang menekuni bidang ekonomi, manajemen sumber daya manusia, dan pemberdayaan masyarakat pedesaan.

Sumber Penelitian
Renani, Widyawati, Syafrinadina. Evaluation of the Recruitment and Selection System for Village Community Empowerment Cadres (KPMD) in an Effort to Improve Village Empowerment in Batang Tuaka District. Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR), Vol. 5, No. 7, Tahun 2026, Halaman 585–598.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i7.56 
URLhttps://journalfjsr.my.id/index.php/fjsr

Posting Komentar

0 Komentar