Masalah Gizi dan Dehidrasi Kronis pada Atlet Remaja
Performa olahraga yang optimal pada atlet sepak bola muda memerlukan persiapan fisiologis yang matang, termasuk pemenuhan gizi seimbang dan kecukupan asupan cairan
- Masalah Status Gizi: Sebanyak 10% atlet mengalami kurang gizi (underweight), sedangkan 3% mengalami kelebihan gizi (overweight)
. - Indikator Metabolik Klinik: Pemeriksaan medis menunjukkan 16,67% atlet menderita anemia, dan 83,33% atlet menunjukkan indikasi hiperurisemia atau kadar asam urat tinggi
. - Ketidakseimbangan Asupan Makronutrien: Sebanyak 20% atlet mengalami defisit energi dan 30% mengalami kelebihan energi
. Konsumsi protein berlebih tercatat paling dominan, dialami oleh 87% atlet hingga mencapai 186% dari angka kecukupan gizi . - Defisit Cairan Kronis: Sebagian besar atlet mengalami defisit cairan kronis yang dipicu oleh kebiasaan mengonsumsi minuman kemasan manis dan kurangnya disiplin minum air saat latihan
.
Untuk mengatasi permasalahan gizi dan dehidrasi tersebut, para peneliti Universitas Negeri Malang merancang metode intervensi Tri-Centric (Atlet, Orang Tua, dan Pelatih)
Hasil dan Temuan Utama Penelitian
Pengukuran skor pengetahuan setelah intervensi berbasis audiovisual menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan di seluruh kelompok peserta ($p < 0,001$)
- Kelompok Atlet Muda (n = 25): Skor rata-rata pengetahuan meningkat sebesar 18,57 poin, dari 56,67 pada pre-test menjadi 75,24 pada post-test
. Peningkatan ini melatih atlet untuk mengenali tanda dehidrasi secara mandiri . - Kelompok Orang Tua (n = 24): Skor rata-rata pengetahuan melonjak sebesar 21,60 poin, dari 62,50 menjadi 84,10
. Edukasi ini membantu orang tua memperbaiki penyediaan menu harian dan menekan konsumsi protein berlebih yang memicu hiperurisemia . - Kelompok Pelatih (n = 5): Meraih skor akhir tertinggi sebesar 92,00 (naik 24,00 poin dari skor awal 68,00)
. Pelatih yang teredukasi kini dapat merancang skema latihan dengan jeda minum (water break) yang tepat di lapangan .
Implikasi dan Manfaat Nyata Bagi Pembinaan Olahraga
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa edukasi nutrisi berbasis audiovisual yang melibatkan ekosistem pendukung secara menyeluruh mampu memutus rantai masalah kurang gizi dan dehidrasi kronis pada atlet muda
Profil Penulis
Safirah Afah Enzeli, S.Ked.: Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang dengan fokus keahlian pada gizi olahraga, kesehatan anak dan remaja, serta intervensi kesehatan berbasis komunitas
Moch. Yunus, M.Kes.: Akademisi dan peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang yang ahli di bidang fisiologi manusia, pendidikan jasmani, dan ilmu kepelatihan olahraga
dr. Nanang Tri Wahyudi, Sp.KO.: Pakar kedokteran olahraga dan akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang yang berpengalaman dalam manajemen kesehatan atlet dan kedokteran fisik
Moh. Abduh Malik, M.Pd.: Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang dengan keahlian dalam pengembangan metode edukasi kesehatan dan optimalisasi performa olahraga
Sumber Penelitian
Safirah Afah Enzeli, Moch. Yunus, Nanang Tri Wahyudi, Moh. Abduh Malik. The Effectiveness of Audiovisual-Based Education on Balanced Nutrition Knowledge and Hydration Management Among Youth Soccer Athletes. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 7, hlm. 493–500.
DOI :
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

0 Komentar