Efektivitas Pendidikan Berbasis Audiovisual terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang dan Pengelolaan Hidrasi di Kalangan Atlet Sepak Bola Remaja


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Malang - Edukasi Audiovisual Efektif Tingkatkan Pengetahuan Gizi dan Manajemen Dehidrasi Ekosistem Sepak Bola Muda. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Safirah Afah Enzeli, Moch. Yunus, Nanang Tri Wahyudi, dan Moh. Abduh Malik dari Universitas Negeri Malang dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 7 Tahun 2026 menyoroti bahwa ketidakseimbangan asupan nutrisi dan kondisi dehidrasi kronis masih menjadi ancaman serius bagi tumbuh kembang serta performa fisik atlet remaja.

Masalah Gizi dan Dehidrasi Kronis pada Atlet Remaja
Performa olahraga yang optimal pada atlet sepak bola muda memerlukan persiapan fisiologis yang matang, termasuk pemenuhan gizi seimbang dan kecukupan asupan cairan. Namun, fenomena voluntary dehydration kondisi di mana atlet enggan minum air dalam jumlah cukup meskipun tersedia masih marak terjadi di berbagai akademi sepak bola. Secara global, sekitar 60% hingga 80% atlet sepak bola usia muda mengalami hipohidrasi sebelum latihanPenurunan cairan tubuh melebihi 2% dari berat badan dapat meningkatkan stres kardiovaskular, mempercepat kelelahan glikogen otot, dan menurunkan fungsi kognitif yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan taktis. Sebelum edukasi diberikan, analisis situasi di Batu Football Academy mencatat sejumlah fakta kesehatan yang cukup memprihatinkan:
  • Masalah Status Gizi: Sebanyak 10% atlet mengalami kurang gizi (underweight), sedangkan 3% mengalami kelebihan gizi (overweight).
  • Indikator Metabolik Klinik: Pemeriksaan medis menunjukkan 16,67% atlet menderita anemia, dan 83,33% atlet menunjukkan indikasi hiperurisemia atau kadar asam urat tinggi.
  • Ketidakseimbangan Asupan Makronutrien: Sebanyak 20% atlet mengalami defisit energi dan 30% mengalami kelebihan energi. Konsumsi protein berlebih tercatat paling dominan, dialami oleh 87% atlet hingga mencapai 186% dari angka kecukupan gizi.
  • Defisit Cairan Kronis: Sebagian besar atlet mengalami defisit cairan kronis yang dipicu oleh kebiasaan mengonsumsi minuman kemasan manis dan kurangnya disiplin minum air saat latihan.
Metodologi Penelitian Pendekatan Tri-Centric

Untuk mengatasi permasalahan gizi dan dehidrasi tersebut, para peneliti Universitas Negeri Malang merancang metode intervensi Tri-Centric (Atlet, Orang Tua, dan Pelatih). Langkah ini didasari atas pertimbangan bahwa perilaku makan atlet remaja sangat dipengaruhi oleh orang tua di rumah dan pelatih di lapanganPenelitian ini menggunakan desain eksperimen one-group pre-post test yang melibatkan 54 peserta aktif dari Batu Football Academy, mencakup 25 atlet remaja, 24 orang tua, dan 5 pelatih. Kegiatan berlangsung selama 100 menit di fasilitas olahraga BAFAProsedur intervensi diawali dengan tes awal (pre-test) untuk mengukur pengetahuan dasar. Selanjutnya, tim dosen menyampaikan materi utama mengenai Empat Pilar Gizi Seimbang dan Fisiologi Cairan menggunakan kombinasi presentasi interaktif dan pemutaran video edukasi terstruktur. Di akhir sesi, dilakukan evaluasi paska-intervensi (post-test) serta diskusi interaktif.

Hasil dan Temuan Utama Penelitian
Pengukuran skor pengetahuan setelah intervensi berbasis audiovisual menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan di seluruh kelompok peserta ($p < 0,001$). Berdasarkan analisis uji beda (paired t-test), berikut adalah peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta:

  • Kelompok Atlet Muda (n = 25): Skor rata-rata pengetahuan meningkat sebesar 18,57 poin, dari 56,67 pada pre-test menjadi 75,24 pada post-test. Peningkatan ini melatih atlet untuk mengenali tanda dehidrasi secara mandiri.
  • Kelompok Orang Tua (n = 24): Skor rata-rata pengetahuan melonjak sebesar 21,60 poin, dari 62,50 menjadi 84,10. Edukasi ini membantu orang tua memperbaiki penyediaan menu harian dan menekan konsumsi protein berlebih yang memicu hiperurisemia.
  • Kelompok Pelatih (n = 5): Meraih skor akhir tertinggi sebesar 92,00 (naik 24,00 poin dari skor awal 68,00). Pelatih yang teredukasi kini dapat merancang skema latihan dengan jeda minum (water break) yang tepat di lapangan.
Penggunaan media dinamis seperti video terbukti merangsang jalur indra penglihatan dan pendengaran secara bersamaan. Hal ini memudahkan peserta dalam memahami konsep abstrak seperti metabolisme air dan regulasi rehidrasi dibandingkan metode ceramah konvensional.

Implikasi dan Manfaat Nyata Bagi Pembinaan Olahraga
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa edukasi nutrisi berbasis audiovisual yang melibatkan ekosistem pendukung secara menyeluruh mampu memutus rantai masalah kurang gizi dan dehidrasi kronis pada atlet muda. Kerjasama antara atlet, orang tua, dan pelatih menciptakan lingkungan yang mendukung terbentuknya kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutanModel edukasi ini sangat praktis untuk direplikasi oleh akademi olahraga, sekolah sepak bola (SSB), dinas pemuda dan olahraga, serta pembuat kebijakan pendidikan untuk menjaga kesehatan fisiologis dan mendukung prestasi atlet sejak usia dini.

Profil Penulis
Safirah Afah Enzeli, S.Ked.: Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang dengan fokus keahlian pada gizi olahraga, kesehatan anak dan remaja, serta intervensi kesehatan berbasis komunitas.
Moch. Yunus, M.Kes.: Akademisi dan peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang yang ahli di bidang fisiologi manusia, pendidikan jasmani, dan ilmu kepelatihan olahraga.
dr. Nanang Tri Wahyudi, Sp.KO.: Pakar kedokteran olahraga dan akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang yang berpengalaman dalam manajemen kesehatan atlet dan kedokteran fisik.
Moh. Abduh Malik, M.Pd.: Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang dengan keahlian dalam pengembangan metode edukasi kesehatan dan optimalisasi performa olahraga.

Sumber Penelitian
Safirah Afah Enzeli, Moch. Yunus, Nanang Tri Wahyudi, Moh. Abduh Malik. The Effectiveness of Audiovisual-Based Education on Balanced Nutrition Knowledge and Hydration Management Among Youth Soccer Athletes. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 7, hlm. 493–500.
DOI : https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i7.47
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar